
Kini hanya tinggal laki-laki berslayer warna merah di hadapan mereka.
"Siapa dia...!!" seru Rani dalam hatinya.
Dua gadis bertopeng dan satu laki-laki berslayer merah saling berhadapan.
Tiba-tiba laki-laki itu mengeluarkan kembang api.
"Dia minta bantuan..!!" seru Rani yang mulai waspada.
"Mereka dapat pengikut dari mana sih..? tadi di hotel sudah seratus orang, sekarang sekitar lima puluh orang, mau berapa orang lagi..!?" gumam Yuki penasaran.
"Jangan pikirkan itu, lebih baik kita hajar kali-laki berslayer merah itu...!!" seru Rani.
Tiba-tiba...
"Seeet...! Seet....!!"
Laki-laki berslayer mengeluarkan jarum beracun.
"Awaaas...!!" teriak Rani.
Dia dan Yuki pun melompat menghindari jarum beracun itu.
Rani mengambil jaket dari orang yang berslayer hitam itu, jaket itu digunakannya sebagai tameng.
"Drapp...! drapp...! drappp...!!"
Muncul lagi gerombolan laki-laki berslayer hitam berjumlah kurang lebih tiga puluh orang, dan satu orang berslayer merah.
Rupanya yang membedakan tingkatan kedudukan mereka adalah slayer yang mereka gunakan.
Yang berslayer hitam itu anak buah dan yang berslayer merah itu adalah pimpinan pasukan mereka.
"kau lawan mereka yang berslayer hitam, aku akan lawan yang berslayer merah...!!" seru Rani pada Yuki.
"Oke...!!" jawab Yuki, walau pun nafas kedua gadis itu mulai tak beraturan. Mereka tetap membagi tugas.
Jurus demi jurus telah mereka keluarkan. Orang-orang yang berslayer hitam sudah banyak terkapar, namun kedua orang berslayer merah itu tak bisa dianggap sepele.
"Hostt....! hostt...!! hossst...!!"
Nafas kedua gadis sudah tak bisa dia ajak kompromi.Karena tenaganya terlalu banyak digunakan.
Terutama saat menghindari serangan jarum beracun.
"Host...! bagaimana ini aku mulai pusing..!! host..host..!!" bisik Yuki pada Rani yang mulai keletihan, Yuki pun berjongkok dengan menopang lutut dengan kaki kanan menekuk ke depan dan kaki kiri menekuk ke belakang.
"Air...! hossst...! kita butuh air saat ini..!! hosst..!!" bisik Rani yang juga berjongok seperti Yuki namun dia berpegangan pada pedang yang di tancapkan ke tanah.
Dan Rani kini mulai pusing kepalanya,karena dehidrasi.
Rani menutup matanya, dia bertelepati dengan Leony.
"Leony..!! tolong kami..!!" pinta Rani.
"Aku tak bisa memasuki tubuhmu di kondisi tubuhmu yang sedang lemah..!!" kata Leony yang juga khawatir akan keadaan Rani dan Yuki.
"Bantu kami melarikan diri..!!" pinta Rani memelas.
"Jika keadaanmu seperti ini, aku hanya bisa menyelamatkan satu orang..!!" kata Leony bingung.
"Kalau begitu, selamatkan Yuki..! biarkan aku tertangkap..! lagi pula aku ingin tahu siapa mereka..!!"pinta Rani.
"Baiklah...! kalau itu maumu..!!" balas Leony yang sebetulnya tak menyukai hal ini, karena ini keputusan yang sulit.
Tapi dia menyetujui ide Rani.
Dalam sekejap gadis itu tak bisa dilihat oleh lawannya.
"Hei..! kemana gadis bertopeng hitam itu..!!" seru salah satu laki-laki berslayer merah itu.
"Dia hilang..! kita tangkap saja yang ada..!!" seru orang berslayer merah satunya.
"Apaaa.. mereka tak melihat ku?" tanya Yuki heran.
"Yuki, selamatkan dirimu..! jangan khawatirkan aku, aku pastikan aku baik-baik saja..!!" kata Rani yang kemudian tetap berusaha menyerang mereka dengan sisa kemampuannya.
"Tapi Rani..!" kata Yuki yang masih lemas dan bingung dengan keadaannya.
Tak berapa lama, Yuki dan Rani pun pingsan jatuh tak sadarkan diri.
Pedang Azuya pun kembali masuk ke tubuh Rani.
Salah satu Laki-laki berslayer merah itu kemudian membopong Rani masuk ke dalam mobil mereka.
Dan mereka membawa Rani ketempat mereka.
Sementara itu dari kejauhan ada mobil patroli polisi, yang semakin mendekat.
Cahaya yang menutupi Yuki, perlahan-lahan memudar.
"Di depan seperti ada bekas perkelahian Komisaris..!!" seru polisi yang mengemudi mobil patroli itu.
Komisaris itu segera turun dari mobil patroli itu setelah mobil tersebut menepi dan berhenti.
"Hm...lagi-lagi orang berslayer hitam" gumam komisaris yang tak lain komisaris Anggara saat memeriksa mayat yang bergelimpangan itu.
"Komisaris..! itu seperti sepeda motor Inspektur Saga..!!" seru salah satu anggota polisi yang ikut patroli itu.
"Apa..? sepeda motor Saga..!!" seru Komisaris Anggara dan bergegas mendekati sepeda motor tersebut.
"Siapa yang membawanya..??" tanya komisaris Anggara sambil menebarkan pandangannya ke sekitar kediaman Wibowo itu.
"Komisaris..! itu ada gadis bertopeng, sepertinya dia pingsan..!!" seru polisi tadi.
"Rani...!!" seru komisaris Anggara yang mengira gadis yang di maksud itu Rani calon istri putranya.
"Rani..!!"
Komisaris bergegas membopong Yuki ke dalam mobil patroli.
"Yang lainnya, urus semua mayat-mayat itu dan juga sepeda motor putraku.Aku akan bawa gadis ini ke rumah sakit...!!" perintah komisaris Anggara pada bawahannya.
"Siap laksanakan komisaris..!!" ucap beberapa polisi yang ada di lokasi tersebut dengan posisi tangan kanan di dahi.
Mobil patroli tersebut, menuju ke rumah sakit.
...~¥~...
*Maaf karena beberapa hari sinyal error', Author tergera-gesa Up dan banyak typo.
...Terima kasih untuk semua yang telah mendukung novel Gadis Tiga Karakter ini....
...Semoga kita semua dalam keadaan sehat selalu dan dalam lindungan-Nya....
...Aamiin ya Robbal alaamiin...
...Terima kasih....
...Bersambung....
"