Gadis Tiga Karakter

Gadis Tiga Karakter
Pertumpahan darah di Rumah kosong


"Oiya kak Radit, sudah tahukan sama mereka?" tanya Rani dengan tangan mengarah ke Inspektur Alex dan Lilian.


"Inikan Inspektur Alex kita kan pernah ketemuan waktu Ulang tahun Lilian, sedangkan Lilian kami sekeluarga turut berduka cita atas meninggalnya Papa kamu. Mohon maaf kami tidak bisa menghadiri pemakaman Beliau.Kami semua takut keluar tanpa pengawalan." kata Raditya.


"Tidak apa-apa, saya paham kok..!" balas Lilian.


"Mama dan kak Radit, Lilian bolehkan tinggal disini?" tanya Rani yang berharap keluarganya mengiyakan.


"Boleh saja, tapi jangan keluar dari Gym tanpa pengawalan." kata mama Lani yang kemudian merangkul Lilian.


"Makasih Tante dan Kak Radit..! Saya tak tahu harus membalas apa..!" kata Lilian yang terharu.


"Kamu bisa bantu aku jualan online kan?" kata Raditya.


"Iya..! kita bisa kerja sama..!!" kata Lilian yang mendadak berubah semangaat.


"Nah.. sudah beres kan? ayo Inspektur, antar aku ke apartemen..!" seru Rani.


"Iya sebentar..! Lilian, jaga dirimu baik-baik ya..! kalau ada apa-apa hubungi aku ya..!" kata Inspektur Alex sambil memegang tangan Lilian.


"Iya kak Alex, jangan khawatirkan Lili...! balas Lilian.


Inspektur Alex pun tersenyum dan mengecup kening Lilian.


"Saya titip Lilian, dia Calon Istriku. Sampai dia kenapa-kenapa, kau berurusan denganku.." ancam Inspektur Alex pada Raditya.


"Aku tahu itu... Lagian aku sudah punya pengganti Sania.he..he..!" sahut Raditya sambil tersenyum.


"Ok semuanya..! kami pamit..!" seru Rani yang kemudian bersama Inspektur Alex melangkah keluar ruangan dan diikuti yang lainnya yang mengantar sampai depan pintu Gym.


Rani dan Inspektur Alex pun naik ke dalam mobilnya dan melaju ke jalan raya dengan tujuan ke Apartemen.


Kity keluar dari liontinnya, dan dia kembali melihat jalanan. Berharap menemukan buah yang menyimpan pil langit.


Demikian juga dengan Rani, dia melihat ke luar jendela mobil.


Tiba-tiba dia melihat sebuah benda bercahaya di sebuah rumah tak berpenghuni alias rumah kosong.


"Stop Inspektur, tiba-tiba Rani lapar. Boleh belikan sate ayam di sana?" Pinta Rani sambil menunjuk ke arah sebuah gerobak yang pedagangnya sedang mengipasi dagangannya.


"Baiklah,aku juga lapar..!" kata Inspektur Alex yang kemudian keluar dari menepikan mobilnya dan segera dia keluar dari mobilnya.


"Kity, kau tahu benda berkilauan di sana?" tanya Rani sambil menunjuk ke sumber cahaya berkilauan yang hanya bisa di lihat yang mempunyai pusaka langit.


"Iya nona..! itu pil langit.,!!" seru Kity dengan girangnya.


"Kita kesana..!" seru Rani yang kemudian Memegang liontin kalung pusakanya menuju ke tempat cahaya tersebut.


"Oh.. rupanya cahaya bersumber dari labu kuning ini..!" gumam Rani.


Dan ketika hendak mengambil labu tersebut, Rani mendengar suara yang berisik di telinganya


"Apa kamu dengar sesuatu Kity? tanya Rani yang terus mempertajam pendengarannya.


"Iya...! sumbernya dari dalam rumah kosong ini..!" jawab Kity yang kemudian berjalan menembus tembok rumah.


"Ular...!!" seru Kity cemas.


"Maksud kamu di sini sarang ular, begitu?" tanya Rani mencoba menebaknya.


"Bukan tapi manusia...Kobra..!" seru Kity.


"Manusia Kobra..!? geng kobra..?!" jawab Rani.


"Iya..itu..!!" seru Kity yang senang Rani mengerti ucapannya.


"Tak terlihat...!!" seru Rani sambil memegang liontinnya dan dalam sekejap dia tak terlihat oleh mata awam.


Rani pun berjalan masuk ke dalam rumah kosong itu.


Begitu banyak debu dan daun berserakan di lantai rumah tersebut.


Tibalah Rani di depan sebuah ruangan sumber suara, namun pintu ruangan tersebut di kunci dari dalam.


Rani kemudian mendengarkan dari luar ruangan tersebut.


Setelah suara yel-yel khas mereka, terdengar seseorang yang dengan suara lantang memberitahukan sesuatu.


"Kalian semua, dengarkan..! kita dapat tugas menyerang rumah Wibowo. Disana sekarang dibuat markas geng Srigala. Kita kerahkan seratus anggota pasukan abu-abu, sisanya amankan markas...!!" seru Orang tersebut yang tak lain Albert dan Handoko.


"Bawa senjata apa saja, yang penting kita habisi semuanya..!!!" seru Handoko.


"Menghabisi geng Srigala..!! tak semudah itu..! hadapi aku dulu..!!" seru seorang gadis bertopeng yang tiba-tiba muncul dengan pedang di tangan kanannya yang sudah mengarah ke leher Handoko.


"Ka..kau...apa kau pendekar bertopeng itu?" tanya Handoko dan Albert dan yang lainnya pun dalam posisi siap siaga.


"Biar kalian tak mati penasaran..! Iya.. Aku Pendekar bertopeng itu..!!" seru Rani sambil melirik dan dalam hati mengira-ira jumlah lawannya.


"Bedebah...! lepaskan Ayahku..!! kami akan membiarkanmu keluar dengan selamat..!" seru Albert ketus.


"Apa kau kira aku takut dengan ancaman kalian..!!" balas Rani yang dengan keberaniannya menarik pedangnya yang berada di leher Handoko.


"Sreett..!!"


Dengan otomatis Handoko tergeletak ke lantai bersimbah darah sudah tidak bernyawa.


"Ayah...! kurang ajar..!! Serang..!!" seru Albert pada anak buahnya.


...~¥~...


Hari ini saya habis vaksin 1, yang diharapkan semoga kita sehat selalu.


Aamiin ya Robbal Alaamiin.


Yuk dukung Novel GADIS TIGA KARAKTER, dengan memberi like/komen/♥️/⭐5/🎁 maupun Vote-nya ya..


Terima kasih.


...Bersambung...