Gadis Tiga Karakter

Gadis Tiga Karakter
Persiapan ke Pesta


"Pak Jarwo, kak Radit belum bisa datang kesini karena ada kepentingan. Tolong jaga Gym selama kak Radit belum kesini." kata Rani yang berpesan pada satpam penjaga Gym Wibowo.


"Baik Nona, jangan khawatir karena semua itu bagian dari tugas saya." jawab pak Jarwo dengan hormat.


"Terima kasih pak." kata Rani, yang kemudian Rani dan Sersan Saga melajukan sepeda motor dan mereka dengan perkahan-lahan meninggalkan Gym dan menuju ke kediaman Tuan Wibowo.


Sersan Saga melajukan Sepeda motornya dengan kecepatan sedang , menyusuri jalan raya.


Sesampainya di kediaman Tuan Wibowo, Rani bergegas turun pada saat Sersan Saga menghentikan laju sepeda motornya.


Setelah melepas helmnya, Rani segera masuk ke rumah dan diikuti oleh Sersan Saga.


"Kak Saga! Rani langsung ke kamar ya!" seru Rani.


"Iya, kak Saga juga mau cari bibi dulu!" balas seru Sersan Saga, yang kemudian keduanya berpisah dengan tujuan masing-masing.


Sersan Saga menemui bibi, asisitern rumah tangga kediaman tuan Wibowo.


"Bi, apa baju seragam saya sudah kering?" tanya Sersan Saga.


"Sudah tuan" jawab asisiten rumah tangga itu.


"Tolong antarkan ke kamar Radit ya Bi. Saya ada tugas sore ini." pinta Sersan Saga.


"Baik Tuan." jawab si bibi asisten rumah tangga itu dengan hormat.


Kemudian Sersan Saga melangkahkan kaki menaiki tangga dan menuju ke kamar Raditya.


Sementara itu Rani yang telah selesai mandi dan berganti pakaian, Rani duduk di meja belajar dan mengambil buku-buku pelajarannya.


"Kalau nanti malam aku diajak kak Radit ke undangan ulang tahun putri Walikota, itu berarti nanti malam aku tidak akan sempat belajar. Padahal besok bukankah masih ada ulangan" kata dalam hati Rani yang sibuk membolak-balikkan bukunya.


Tiba-tiba terdengar pintu diketuk seseorang.


"Tokk....tokk....tokk....!"


"Siapa?" teriak Rani.


"Rani ini saya Kak Saya! bolehkah saya masuk?" tanya seseorang dari depan pintu kamar Rani, yang tak lain adalah Sersan Saga, dimana dia telah selesai mandi.


"Masuk saja kak, tidak di kunci!" jawab Rani dengan sedikit berteriak.


Sersan Saga pun masuk, dan dilihatnya Rani sibuk dengan buku-bukunya.


"Sedang mengerjakan apa, Ran?" tanya Sersan Saya yang melangkahkan kakinya menghampiri Rani.


"Kak Saga lihat sendiri!' jawab Ranibyang secara tak langsung menyuruh Sersan Saga untuk menebak.


"Oh belajar ya?" tebak Sersan Saga. '


'Iya kak, jaga-jaga kalau diajak kak Raditya di acara ulang tahun putri walikota, yang penting Rani sudah belajar buat ulangan sekolah besok!" jawab Rani dengan berseru.


"Baguslah! Saya mau berangkat duluan. Nanti kalau kalian berangkat segera saya kabari ya!" seru Sersan Saga yang sudah memakai seragamnya, sambil mengelus rambut Rani.


"Iya kak!" jawab Rani sambil tersenyum. Sersan Saga pun pergi meninggalkan Rani yang sedang belajar.


Lima belas menit berlalu, pintu kamar Rani kembali diketuk oleh seseorang .


"Masuk saja! tidak dikunci!" seru Rani yang masih terus menulis.


"Lho katanya tugas, kok nggak jadi berangkat?" tanya Rani tanpa menoleh.


"Emangnya siapa yang tugas? aku baru pulang!" tanya seseorang yang tak lain kakak kandung Rani.


"Kak Radit..!" seru Rani.


"Maaf Rani kira Kak Saga?" lanjut Rani yang membalas dan sempat tanya menoleh karena suaranya tak asing ditelinga Rani.


"Kayaknya kedudukan ku akan tergantikan nih!" seru Raditya.


"Apaan sih, ya tetap kak Radit lah kakak nomor satu Rani, yang takbakan tak tergantikan.!" kata Rani sambil tersenyum simpul.


"Oya berkas-berkas yang dari Gym ada dimana, Ran?" tanya Raditya."


"Ada kak di dalam tas!" jawab Rani seraya mengambil tasnya.


Gadis itu segera mengambil berkas-berkas yang dibawanya tadi dari dalam tas Sekolahnya.


"Okey masih ada waktu, dua jam lagi kamu siap-siap. Dan berhiaslah yang cantik, biar si Sersan Saga akan terpesona akan kecantikan adikku. Ha.....ha...ha...!" seru Raditya yang menggoda Rani..


Dan Raditya pun bernyanyi untuk menggoda adiknya.


"Terpesona... aku... terpesona... memandang wajahmu ...."


Raditya menyanyi sambil keluar dari kamar Rani.


"Kaaaaaakk Radiiiiiiit....!" teriak Rani sambil melempar bukunya ke pintu kamarnya.


Radit yang tahu akan jadi sasaran Rani, buru-buru menutup pintu kamar Rani.


"Dogh...!" buku itu mengenai pintu.


Dengan malas Rani terpaksa mengambil buku itu, dan kembali menyelesaikan belajarnya.


Jam dinding sudah menunjukan jam tujuh malam. Rani dan Raditya pun sudah bersiap-siap dengan pakaian pesta mereka.


"Oiya, aku harus bawa pakaian ganti juga. Jaga-jaga kalau ada sesuatu di jalan, aku harus bawa pakaian ganti." gumam dalam hati Rani.


"Rani! Sudah siap belum..!" teriak Raditya dari luar pintu kamar Rani.


Raditya yang sudah siap memakai Hem panjang warna putih keabuan dengan kombinasi merah maroon dan celana warna hitam.


"Sudah kak!" jawab Rani yang membuka pintu kamarnya.


"Wow! Bidadari Surgawinya Sersann Saga!" pukau Raditya pada saat melihat Rani yang seperti bidadari yang memakai gaun warna perpaduan abu-abu, pink dan merah maroon. Sangat serasi dengan warna kulitnya yang putih dengan riasan wajah hasil belajar dengan nyonya Lani.


Gadis itu membawa paperbag warna birudi tangannya.


"Ah, Kak Radit!" seru Rani yang tersipu malu.


"Kak Radit juga tampan!" lanjut puji Rani pada kakaknya.


"Masak sih Ran?" tanya Raditya yang mengulas senyumnya.


"Beneran kak!" seru Rani.


''Eh, ngomong-omong kita serasi ya kak! warna bajunya, maksud Rani!" kata Rani saat melihat baju yang dikenakan Raditya.


"Hm, kita sehati!" balas Raditya dan dengan kompak , mereka tertawa bersama.


"Ha...ha...ha...!"


"Sudah, ayo kita berangkat!" seru Raditya yang kemudian mereka menghentikan tawa mereka dan melangkahkan kaki menuruni tangga.


Setelah turun dari tangga, mereka berpamitan pada Asisten rumah tangga tuan Wibowo.


"Bi...! kami berangkat ke tempat acara ulang tahun. Jaga rumah baik-baik ya Bi. Kalau ada apa-apa segera hubungi kami!" pesan Raditya.


"Baik tuan muda. Berhati-hatilah dijalan." kata si bibi asisiten rumah tangga itu.


"Iya bi. Daa bibi!" seru Rani yang meninggalkan asisiten rumah tangga tuan Wibowo.


"Tuan muda dan Nona seperti dewa-dewi saja ya.?" bisik salah satu pembantu yang yang sedari tadi mengintip anak-anak majikannya itu.


"Iya benar sekali!" jawab pembantu lainnya.


Sementara itu di Raditya dan Rani melangkahkan kaki mereka menuju ke mobil Raditya.


"Kakak kan sudah bilang,kita sudah punya hadiah buat yang sedang ulang tahun.Kenapa masih bawa hadiah juga sih?" tanya Raditya pada Rani yang yang baru menyadari kalau Rani membawa paperbag saat masuk ke dalam mobil.


"Oh ini kak,ini baju dinas Rani. He.... he..... he....!" jawab Rani sambil terkekeh.


"Baju Dinas?" tanya Raditya yang penasaran.


...~¥~...


...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Gadis Tiga Karakter ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana Wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...Bersambung...