Gadis Tiga Karakter

Gadis Tiga Karakter
Season 2 : Mengumpulkan Semuanya ll


Sementara itu, Jonathan dan Nindy sedang berlatih beladiri.


Menjajaki jurus beladiri masing-masing, sekaligus hati keduanya.


"Hop. hiaaaat...!!!"


Nindy selesai pasang kuda-kuda mulai menyerang dengan jurus-jurus yang dia pelajari di perguruan Mawar jingga.


Sedangkan Jonathan bela diri yang dia pelajari dari Ayahnya Jordy dan juga sebagian dari pengalamannya berkelahi


"Bugh...!!"


"Bughh...!!"


"Aghh...!!"


Jonathan terkena pukulan di bagian perutnya.


"Ah Kak Jo curang..! jangan mengalah donk...!!" seru Nindy yang sepertinya dia mulai melupakan traumanya.


"Dari pada kamu yang sakit, biar kak Jo saja yang sakit...!" kata Jonathan sambil mengatur nafasnya.


"Bisa aja ngegombalnya...!!" kata Nindy yang kembali menyerang Jonathan.


Dengan sigap Jonathan memegang tangan Nindy dan mengubah posisinya menjadi memeluk Nindy dari belakang.


Nindy berontak dan tanpa sengaja kedua netra mereka saling pandang.


Jantung keduanya berdegup kencang, seakan mau melompat dan di tambah semilir angin danau yang ada di depan mereka.


Menambah kesan romantis dengan sinar matahari yang beranjak ke peraduan.


Jonathan mendekatkan wajahnya pada wajah Nindy, seakan mau memakannya.


Dan Nindy menutup matanya seakan menerima keinginan laki-laki yang di cintainya itu.


Tak berapa lama kedua bibir mereka saling bertaut, dan mereka saling merasakan sensasi yang baru mereka lakukan itu.


"Hmm...ehmm.....!!"


Tiba-tiba ada suara berdehem dari belakang mereka.


Mereka pun terkejut lalu melepaskan ciuman mereka, dan mereka saling pandang.


Tanpa pikir panjang Jonathan dan Nindy mencari sumber suara.


"Aah kau rupanya..! dasar pengganggu...!!" seru Jonathan yang melepaskan pelukannya pada Nindy.


"Aih..apa kau kira aku suka seperti ini..? tiga kali melihat orang bermesraan..! tau tidak kalau aku sedang patah hati..!! aku kan juga ingin di sayang...! hiks...!" racau Yuki dibalik isakan. tangisnya.


"Iya maaf, pasti ada hal penting ya..! hingga kamu nganggu kami..?" tanya Jonathan yang kini mereka bertiga saling berhadapan.


"Kita kumpul diatas sekarang juga..!!" kata Yuki yang sedikit menguasai emosinya.


"Oke...! ayo kita keatas..!!" ajak Jonathan dan mereka bertiga melangkahkan kaki menuju ke ruang kerja Raditya.


SesampaInya di ruangan Raditya, semuanya sudah berkumpul dan sudah tersedia minuman dan makanan kecil untuk mereka.


"Oke..! semuanya sudah berkumpul untuk berdiskusi...! ada hal yang ingin saya sampaikan...!" kata komisaris Anggara di hadapan semuanya.


"Tentang apa komisaris..?" tanya tuan Wibowo yang duduk di pegangan kursi dimana istrinya duduk.


"Tadi di kediaman tuan Wibowo kami di serang oleh kurang lebih sepuluh orang berslayer merah dan juga gadis bertopeng yang kuat dugaan dia Sania" kata komisaris Anggara.


"Apa mungkin mereka akan menyerang gym ini..!?" tanya Arya yang menduga-duga.


"Bisa jadi, karena tadi saya dapat informasi kalau Rani bisa kabur dari mereka. Kalau mereka menyerang rumah Wibowo, ada kemungkinan mereka akan menyerang Gym Raditya ini. jadi kita semua harus waspada..!!" jelas Komisaris Anggara.


"Sementara gym tidak usah buka dulu, dan Arya, Nara..! kalian libur sekolah sampai keadaan normal kembali..!" kata Tuan Wibowo.


"Jo kita harus kembali ke kota "K". Ada yang bi Emi ingin sampaikan pada kita. Bi Emi tahu dimana keberadaan Raditya..!" kata Yuki sambil menatap wajah Jonathan dan juga Nindy.


"Jadi nanti kita akan menyerang ke markas mereka, begitu..?" tanya Jonathan yang kemudian menatap Nindy yang kini berubah sedih


"Kak Jo mau ninggalin Nindy..?" tanya Nindy khawatir.


"Kak Jo pergi sebentar..! kamu di sini bersama yang lain, saling jaga ya..!" kata Jonathan menenangkan Nindy.


"Inspektur Alex ikut saya, kita tingkatkan patroli. Yang lainnya tetap di Gym dan yang kuat lindungi yang lemah..! selalu bersama..!!" kata Komisaris Anggara.


"Siap komisaris..!!" ucap Inspektur Alex dengan sikap siap seperti waktu di Upacara bendera.


"Oke..! persiapkan diri kita masing-masing...!!" seru Yuki.


"Kamu hati-hati disini ya..!" kata Jonathan pada Nindy.


"Kak Jo..! aku ikut kak Jo saja..!!" rengek Nindy.


"Kamu boleh ikut kakak kalau kamu bisa mengalahkan kakak..!!" kata Jonathan.


"Kak Jo...!!" Nindy pun memeluk Jonathan dengan eratnya.


Semua iba dan terharu, Nindy yang baru saja terbebas dari maut karena keinginannya bertemu Jonathan, kini harus berpisah dengan orang yang di cintainya itu.


"Kita berdoa sama-sama, semoga kita selamat ya..! kakak janji setelah selesai misi ini, kakak akan menikahimu secepatnya..!!" bisik Jonathan.


"Janji ya kak..!!" seru Nindy yang mulai bisa tersenyum.


"kakak berjanji..!" balas Jonathan sambil mengecup kening Nindy.


"Yuki, aku tadi sudah telepon kesatuan kepolisian di kota "K" untuk membantu mengamankan Gym Raditya." jelas Komisaris Anggara.


"Ok, terima kasih Komisaris...!" balas Yuki.


Tak berapa lama, Yuki dan Jonathan meninggalkan Gym Raditya di kota "J" menuju ke Gym Raditya di kota "K"".


Dan yang lainnya bersiap-siap, jika ada kemungkinan mereka akan menyerang Gym Raditya di kota "J" itu.


...~¥~...


*Yuki jadi pengganggu tiga pasangan sekaligus ..🤭✌️


...Terima kasih untuk para semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel GADIS TIGA KARAKTER ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...BERSAMBUNG...