
Setelah semua dibereskan oleh satuan pasukan polisi dibawah pimpinan Inspektur Alex, kini tinggal Rani, Inspektur Alex, Jonathan, anggota geng Srigala terpilih dan Dito.
"Dito...! sebaiknya kamu jangan pulang kerumahmu dulu, karena kemungkinan kamu dalam bahaya. Buktinya tadi Edo mengikatmu" kata Rani saat semua berkumpul.
"iya, benar juga..!' balas Dito sambil mengangguk.
"Apa rencana kita untuk membebaskan tuan Wibowo dan komisaris Anggara?" tanya Jonathan yang mengajak teman-temannya berkumpul.
"Biasakan kita membicarakannya di warung bakso apa warung makan lainnya...?" tanya Rani yang sebetulnya sedari tadi menahan lapar.
"Didekat sini adanya mie ayam, bakso, Siomay, Sate kambing dan soto..!" kata Dito sambil melihat sekelilingnya.
"Aku kepingin bakso, ada yang setuju makan bakso....?" tanya Rani pada semua yang kumpul sambil angkat tangannya.
Dan banyak yang mengangkat tangan.
"Heh...! perempuan sendiri yang sok memimpin..!!" celetuk Inspektur Alex sambil tersenyum sinis.
"Mau makan tidak...!!" seru Rani sambil melangkah ke warung bakso dan diikuti oleh yang lainnya.
"Jo..teman kamu ada berapa?" tanya Rani saat sudah di depan warung bakso tersebut.
"Lima belas ..!" jawab Jonathan.
"Ok, lima belas tambah Dito, aku dan Inspektur Alex...jadinya..!" Rani mulai menghitung, dan ada timbul keisengannya.
"Pak pesan Basko 20 mangkok ya..! nanti yang bayar yang pakai seragam polisi itu ya..!' kata Rani sambil menujuk Inspektur Alex yang ada di barisan akhir saat mengantri masuk ke warung bakso.
"Baik nona, silahkan cari tempat duduk masing-masing ya...!" seru penjual bakso itu.
"Bukannya cuma delapan belas orang? yang dua buat siapa?" tanya Dito heran.
"Adalah yang makan nanti..! he..he..!" jawab Rani sambil tersenyum.
Sambil menunggu bakso yang di racik pedagang bakso, semuanya pun memesan minuman selera masing-masing.
Ada yang Es teh, es jeruk dan lainnya.
Tak berapa lama, bakso ya pun di hidangkan.
"Inspektur...!" panggil Rani pada Inspektur Alex saat menggeser bakso yang di hidangkan pedagang bakso.
Rani duduk satu meja dengan Inspektur Alex, Dito dan Jonathan.
Inspektur Alex duduk berhadapan dengan Rani dan jonathan duduk di samping Rani dan di km 8 Jonathan ada si Dito.
"Inspektur Alex...! balapan yuk..!" seru Rani yakin.
"Balapan..? kamu yakin..!" seru Inspektur Alex yang heran.
"Iya...! kalau yang kalah harus bayar semuanya. Bagaimana?" Usul Rani sambil tersenyum.
"Boleh, Siapa takut..!!" seru Inspektur Alex.
"Ayo Jo beri aba-aba, perutku sudah meronta-ronta." kata Rani yang tidak sabar.
"Satu..dua...ti,....tiga.....!!' aba-aba dari Jonathan
Dengan sekejap warung bakso itu menjadi riuh.
"Alex...Alex....Alex...!!" seru Dito menyemangati.
"Ayo Rani...kamu bisa...!" seru Jonathan pada Rani.
Rani dan Inspektur Alex pun menyantap bakso dihadapan mereka.
Rani sudah menghabiskan satu mangkok bakso dan miulai menyantap bakso yang sudah di hidangkan di depan.
"Ini gadis cepat amat makannya...!" seru Jonathan dalam hati.
Satu...dua..mangkok bakso sudah habis dihadapan mereka.
Dua mangkok bakso sudah habis, dan Rani menuju ke mangkok ketiga.
Inspektur Alex terlambat ambil mangkok keduanya, karena bakso yang di sediakan pedagang bakso itu. sudah habis. Dia pun hanya menjadi penonton melihat Rani menghabiskan bakso ketiganya.
"Wah..! Inspektur Saga harus tahu nih...! ternyata tunangannya makannya banyak...! ha..ha..!" seru Inspektur Alex sambil menggelengkan kepalanya.
"Aku jadi ngeri nih kalau punya pacar seperti Rani. Bisa-bisa kantongku jebol nih kalau tiap hari makannya banyak begini...! ha..ha..!" kelakar Jonathan sambil tertawa.
Dito yang sudah menghabiskan baksonya, dan melihat Rani yang makan bakso dengan menopang dagunya.
"Ah...akhirnya habis juga...!" seru Rani saat menghabiskan tiga mangkok baksonya.
"Kamu itu doyan apa balas dendam sih..?" tanya Dito sambil tersenyum.
"Dua-duanya..,! ha..ha..!" jawab Rani yang kemudian meminum es tehnya.
"Wih...! ternyata selain jago berkelahi ternyata jago makan juga..!! seru salah satu anggota geng Serigala.
"He..he..! ini karena aku balas dendam karena tadi pagi belum sarapan." celetuk Rani.
"Oke..! Selesai makan kita jadi membahas rencana membebaskan Komisaris Anggara.!" seru Jonathan yang tiba-tiba mengalihkan pembicaraannya.
...~¥~...
Yuk dukung novel "Gadis Tiga Karakter", dengan memberi like/ komen/fav/rate 5/gift dan juga Votenya.
Oya, dukung karya Author lainnya ya...
*CINTA UNTUK YULIA
*SI OYEN PACARKUBUKAN MANUSIA
*HITAM BUKAN HITAM HIDUPNYA.
Terima kasih.
...Bersambung...