Gadis Tiga Karakter

Gadis Tiga Karakter
Mengejar Sania


"Bagaimana caraku turun dengan cepat ya?" tanya Rani dalam sambil berpikir.


Akhirnya dia menemukan cara untuk turun dari lantai tiga ke lantai dasar Supermarket itu.


Ada Spanduk panjang yang di pasang dari lantai dua sampai ke satu dan beberapa lampu hias yang sudah lama mati dan kabelnya panjang yang menjuntai dari lantai tiga sampai kelantai dua. Sedangkan di bawah spanduk ada stan penjualan kasur busa.


Tanpa pikir panjang,Rani melompat ke kabel lampu hias dan turun dan berayun-ayun untuk mencapai spanduk panjang yang dia pikirkan tadi.


Dan "happ..!" Rani menggapai spanduk itu.


Namun tak diduga oleh Rani, spanduk itu robek.


"Wouoooo...!!"


Gadis itu kemudian berayun sebisannya agar bisa jatuh tepat diatas kasur. Dan..


"Buuukkh...!!"


Rani pun jatuh tepat diatas kasur busa yang empuk. Setelah tenang dari reaksi kasur busa karena tekanan tubuhnya, gadis itu segera melompat turun dan mencari keberadaan Sania.


Di kejarnya Sania berserta empat orang berkemeja abu-abu yang merupakan pengawal Sania.


"Berhenti...! Jangan lari...!!" teriak Rani.


Aksi Rani yang turun dari lantai tiga dan teriakannya, menjadi pusat perhatian semua pengunjung yang hendak pulang dari belanja di Supermarket itu.


Tak sedikit orang mengabadikan momen itu.


Sania dan berhenti dan membalikkan tubuhnya.


"Ka..ka..u pembunuh...!!" teriak Sania.


"Anak pembunuh teriak pembunuh..huh..!!" seru Rani


"Serang dia...!!" seru Sania kepada para pengawalnya.


Empat pengawal itu dengan cepat menghadang Rani.


"Bughh..! Aghh...! Bughh...! Aghh...!"


Baku hantam pun tak terhindarkan.


Di saat melawan para pengawal Sania, Rani melihat Sania berusaha kabur.


Rani melompat dan menggunakan jurus tendangan berputarnya untuk mengakhiri baku hantamnya.


Ke empat pengawal itu pun terkapar tak sadarkan diri.


Lalu Rani bergegas mengejar Sania yang sudah keluar dari Supermarket.


Di luar Supermarket itu, ternyata anggota geng Kobra dengan ciri khas jaket bergambar ular kobra telah berdatangan.


Sania masuk ke kerumunan dan mendapat perlindungan dari mereka, sedangkan Rani di kepung puluhan anggota geng kobra.


"Di sini di tengah-tengah mereka, aku harus berusaha sendiri...! Dulu aku sering dibantu kak Saga, sekarang...!! harus bisa mengatasi mereka sendiri..! tak mungkin aku mengandalkan kak Radit maupun Jonathan...!!" kata dalam hati Rani dengan posisi kuda-kudanya.


Di ambilnya kalung pusakanya, dan dia berseru..


"Cambuuukk..!!"


kalung itu pun menjadi cambuk seperti yang di inginkannya.


"Cetarrr...! cetarrr...! cetaaaarrr...!!"


"Cetarr..! cetarrr...! cetarr...!!"


Kembali sabetan cambuk Rani melukai lima anggota geng Kobra.


Saat Rani sedang sibuk menghajar anggota geng Kobra, Jonathan dan Raditya yang memapah Nara yang pingsan karena terkena jarum beracun Sania, sudah keluar dari supermarket.


"Radit..! tolong antar adikku ke Rumah sakit. Aku mau bantu pendekar bertopeng itu..!" seru Jonathan sambil menunjuk ke arah Rani.


"Iya..kau bantu adikku, dan aku bantu adikku..!" seru Raditya.


"Dia Rani?" tanya Jonathan terkejut karena gadis bertopeng yang ilmunya seperti jauh diatas Radity itu adalah Rani adik Raditya sahabatnya.


"Ayo..cepat..! tunggu apa lagi..!!" seru Raditya yang melihat Jonathan yang masih terbengong belum beranjak dari tempat dia berdiri.


Raditya pun bergegas menuju mobilnya. Setelah membantu Nara masuk dalam mobil, Raditya menjalankan mobilnya menuju ke Rumah Sakit.


Sementara itu Jonathan menghajar anggota geng Kobra dan berusaha menerobos barisan geng kobra yang mengepung Rani.


Rani melihat, Sania menuju mobil minibus berserta beberapa pengawalnya.


"Tombaaakk...!!"


Rani mengubah cambuk pusaka menjadi tombak dan sedetik kemudian melemparkannya ke arah Sania. Dan...


"Jleeeb...!!"


Tombak dengan mata tombak yang tajam itu menembus punggung sampai perut Sania.


"Aughhh...!" erangan kesakitan Sania.


"Nona Sania...!!" teriak para pengawal Sania.


"Kembali..!" teriak Rani.


Dan Tombak itu kembali ke tangan Rani.


"Itu balasannya karena kamu telah meracuni temanku...!!" seru Rani dengan sinis.


Tiba-tiba terdengar sirine polisi.


Para pengawal Sania itu pun memapah Sania masuk ke dalam minibus, dan kemudian pergi meninggalkan Anggota geng kobra yang terkapar.


"Jo...! cepat pergi...!!" seru Rani yang diantara kerumunan berusaha mencari tempat yang aman untuk melepas topengnya.


Setelah menemukan tempat yang aman, Rani melepas topengnya dan memakai topi beserta kacamatanya.


Setelah itu dia kembali menuju tempat parkir, dimana sepeda motornya terparkir.


Seolah tak terjadi apa-apa, Rani melenggang bersama sepeda motornya meninggalkan para polisi yang menangani anggota geng kobra dan para pengawal Sania yang terkapar.


...~¥~...


Aksi Rani turun dari lantai tiga, karena author hobby lihat film Jacky Chan.


Ups...!!


Semoga kita selalu sehat dan selalu dalam lindungan-Nya.


Aamiin ya Robbal alaamiin.


...Bersambung...