Gadis Tiga Karakter

Gadis Tiga Karakter
titik temu2


"Nah, Monsieur, ada empat orang yang patut dicurigai. Putri Rusia itu, grande dame Inggris itu, milyuner Afrika Selatan, dan Bernard Parker. Omong-omong, siapa Bernard Parker ini?" Kelihatannya pertanyaan ini membuat Hardman malu.


"Dia - er - dia masih muda. Well, sebenarnya dia pemuda yang saya kenal."


"Saya sudah menyimpulkan sejauh itu," kata Poirot dengan wajah muram. "Apa pekerjaan Parker ini?" "Dia pemuda modern yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bersenangsenang - tidak mungkin ia benar-benar terlibat dalam kejadian ini, kalau boleh saya mengemukakan pendapat pribadi saya."


"Bagaimana dia dapat berkawan dengan Anda" Boleh saya tahu?"


"Eh, sekali atau lebih dia - melakukan pekerjaan kecil untuk saya."


 "Teruskan, Monsieur," ujar Poirot. Hardman menatap Poirot dengan pandangan mengiba. Jelas dia tidak ingin meneruskan ceritanya. Akan tetapi, karena Poirot mempertahankan keheningan yang tidak dapat ditawar, laki-laki itu akhirnya menyerah.


 "Anda tahu, Monsieur Poirot - orang-orang tahu benar bahwa saya tertarik akan permata-permata antik. Kadang-kadang ada pusaka keluarga yang akan dijual - yang tidak akan pernah dijual ke pasar terbuka atau ke agen. Namun, menjual kepada saya pribadi lain sama sekali. Parker mengatur rincian penjualan seperti ini. Dia menghubungi kedua belah pihak. Dengan demikian, tidak akan ada rasa malu sekecil apa pun. Diperlihatkannya kepada saya segala macam benda yang termasuk permata antik. Misalnya, sekarang Countess Rossakoff membawa beberapa permata keluarga dari Rusia dan ingin menjualnya. Nah, Bernard Parker harus mengatur transaksi ini."


"Saya mengerti," ujar Poirot hati-hati. "Dan Anda mempercayainya seratus persen?" "Saya tidak mempunyai alasan untuk tidak bersikap demikian."


 "Tuan Hardman, dari keempat orang ini, siapa yang Anda curigai?"


"Oh, Monsieur Poirot, bukan main sulitnya pertanyaan ini! Mereka kawan-kawan saya, seperti tadi saya katakan. Tidak seorang pun yang saya curigai - atau semuanya, terserah pernyataan mana yang Anda sukai."


 "Saya tidak setuju. Anda mencurigai salah seorang. Bukan Countess Rossakoff, bukan pula Bernard Parker. Orang itu Lady Runcorn atau Johnston?" "Anda memojokkan saya, Monsieur Poirot. Betul-betul memojokkan saya. Saya sangat berharap tidak akan terjadi skandal. Lady Runcorn berasal dari salah satu keluarga tertua di Inggris, tapi sayang sekali bibinya, Lady Caroline, menderita gangguan jiwa yang parah. Tentu saja semua kawannya memahami keadaan ini dan pelayannya mengembalikan sendok teh atau apa saja secepat mungkin. Anda mengerti kesulitan saya!"


"Jadi, Lady Runcorn mempunyai bibi yang menderita kleptomania. Menarik sekali. Boleh saya memeriksa lemari besi itu?" Hardman mengiyakan.


 Poirot mendorong pintu lemari besi ke belakang dan memeriksa bagian dalamnya. Rak berlapis beludru itu menganga di hadapan kami. "Bahkan pintu ini tidak dapat ditutup rapat," gumam Poirot seraya mengayunkan pintu itu ke kanan dan kiri.


"Saya heran, mengapa" Ah, apa ini" Sarung tangan. Tersangkut di engsel. Sarung tangan pria." Diangsurkannya benda itu kepada tuan rumah.


 "Bukan sarung tangan saya," komentar Hardman.


"Aha! Ada lagi!" Dengan cekatan Poirot membungkuk dan memungut benda kecil dari dasar lemari besi. Sebuah kotak sigaret yang pipih dan terbuat dari moir? hitam.


 "Kotak sigaret saya!" seru Hardman.


"Anda benar," katanya.


 "Kotak ini mirip sekali dengan kepunyaan saya, tapi inisialnya berbeda. "B" dan "P". Ya Tuhan - Parker!"


 "Kelihatannya begitu," Poirot menimpali. "Pemuda yang agak ceroboh - terutama bila sarung tangan ini juga kepunyaannya. Dengan demikian ada petunjuk ganda, bukankah begitu?"


 "Bernard Parker!" gumam Hardman. "


Betapa leganya! Well, Monsieur Poirot, saya serahkan kepada Anda usaha untuk mengembalikan permata itu. Serahkanlah perkara ini ke tangan polisi jika Anda memandangnya tepat - yaitu kalau Anda benar-benar yakin bahwa dia bersalah."


 "Engkau mengerti, Sobat," kata Poirot kepadaku ketika kami meninggalkan rumah itu. "Hardman ini mempunyai peraturan tersendiri untuk orang-orang bangsawan dan peraturan lainnya untuk orang biasa. Aku, aku belum jadi bangsawan, maka aku berada di pihak orang biasa. Aku menaruh simpati kepada pemuda ini. Seluruh peristiwa ini cukup menimbulkan rasa ingin tahu, bukankah begitu" Hardman mencurigai Lady Runcorn; aku mencurigai Countess dan Johnston; dan Parker yang tidak jelas asal-usulnya inilah yang kita cari."


"Mengapa engkau mencurigai kedua orang itu?" "Parbleu! Gampang sekali menjadi pengungsi Rusia atau milyuner Afrika Selatan. Setiap wanita dapat mengaku sebagai putri Rusia; siapa saja dapat membeli rumah di Park Lane dan mengaku sebagai milyuner Afrika Selatan. Siapa yang akan mempersoalkan mereka" Tapi, kita sekarang melewati Bury Street. Pemuda ceroboh itu tinggal di sini. Ayo kita, seperti usulmu, bertindak cepat selagi kesempatan memungkinkan." Bernard Parker ada di rumah. Kami menjumpainya tengah bersandar di bantalan kursi, mengenakan kimono warna ungu dan oranye menyolok. Aku sangat tidak menyukai pemuda ini, yang wajahnya putih dan feminin dan bicaranya dibuat pelat. "Selamat pagi, Monsieur," sapa Poirot dingin.


"Saya datang atas permintaan Tuan Hardman. Kemarin, dalam jamuan minum teh seseorang mencuri permata-permatanya. Izinkan saya menanyai Anda, Monsieur. Apakah ini sarung tangan Anda?" Proses mental Parker kelihatannya agak lambat. Ditatapnya sarung tangan itu, seakan-akan dia tengah mengumpulkan seluruh kecerdikannya. "Di mana Anda menemukannya," akhirnya dia bertanya. "Apakah ini sarung tangan Anda, Monsieur?" Nampaknya Parker telah mengambil keputusan.


"Bukan," sahutnya.


 "Dan kotak sigaret ini, apakah ini kepunyaan Anda?"


"Tentu saja bukan. Saya selalu membawa kotak yang terbuat dari perak."


"Baiklah, Monsieur, akan saya serahkan perkara ini ke tangan polisi."


"Oh, saya tidak akan melakukannya seandainya saya adalah Anda," teriak Parker penuh perhatian. "Polisi-polisi itu sangat tidak simpatik. Tunggu sebentar. Saya akan menemui Hardman. Oh, - tunggu sebentar."


 Tetapi Poirot tidak menghiraukannya. "Kita sudah memberikan bahan pemikiran kepadanya, bukankah begitu?" Poirot tertawa kecil.


 "Besok kita lihat apa yang terjadi." Akan tetapi, siang itu kami diingatkan akan kasus Hardman. Tanpa suara apa pun sebelumnya, pintu terbuka, dan desiran angin dalam sosok manusia mengusik ketenangan kami. Seseorang terbungkus mantel bulu (saat itu udara begitu dingin seperti biasanya udara bulan Juni di Inggris) dan topi yang penuh dengan hiasan bulu burung yang indah. Countess Vera Rossakoff adalah pribadi yang agak membingungkan. "Anda Monsieur Poirot" Apa yang sudah Anda lakukan" Anda menuduh pemuda malang itu! Perbuatan keji! Skandal. Saya kenal dia. Orang yang seperti anak ayam, domba - tidak akan dia mencuri. Dia sudah melakukan semuanya untuk saya. Haruskah saya berdiri di sampingnya dan menontonnya dibantai?" "Madame, apakah ini kotak sigaretnya?" Poirot mengangsurkan kotak moir? hitam itu. Sejenak Countess Rossakoff berdiam diri sambil memeriksa kotak itu. "Betul, ini kepunyaannya. Saya tahu pasti. Ada apa dengan kotak ini" Anda menemukannya di ruang itu" Kami semua ada di sana pada waktu itu. Dia menjatuhkannya saya kira. Ah, Anda polisi - Anda lebih brengsek dari Pengawal Merah - " "Dan apakah ini sarung tangannya?" "Bagaimana saya tahu" Sarung tangan yang satu mirip dengan yang lain. Jangan menghalangi saya - dia harus dibebaskan. Nama baiknya harus dipulihkan. Kalian akan melakukannya. Saya akan menjual permata-permata saya dan membayar kalian." "Madame - " "Jadi, tawaran ini disetujui" Tidak, tidak. Jangan membantah. Pemuda yang malang! Dia datang kepada saya dengan berurai air mata. 'Saya akan menyelamatkan Anda,' begitu saya katakan kepadanya. 'Akan saya temui orang-orang itu - raksasa itu, monster itu! Serahkan perkara ini kepada Vera.' Sekarang sudah selesai. Saya permisi." Seperti pada waktu datangnya wanita itu berlalu, meninggalkan bau parfum eksotis yang kuat. "Bukan main wanita itu!" seruku. "Dan bukan main indahnya mantel bulunya." "Ah, ya. Bulu-bulu itu asli. Dapatkah putri palsu mempunyai bulu sejati" Gurauan saja, Hastings.... Dia benar-benar orang Rusia, kukira. Well, well, jadi Master Bernard menangis-nangis di hadapannya." "Kotak sigaret ini kepunyaan Parker. Aku jadi ingin tahu apakah sarung tangan ini miliknya juga." Sambil tersenyum Poirot mengeluarkan sarung tangan kedua dari sakunya dan meletakkan benda itu di dekat sarung tangan yang pertama. Tidak diragukan lagi kedua sarung tangan itu sepasang.