
"Saudari Rani tadi mengatakan bahwa juru masak yang sama nilainya dengan permata itu tadi pergi pada hari Rabu dan tidak kembali lagi. Jadi, ia pergi kemarin dulu." sambung Komisaris Saga.
"Ya, itulah hari bebas dia!" seru nyonya Todd yang tiba-tiba muncul. Rani, komisaris Saga dan juga Annie sangat terkejut akan kemunculan wanita itu yang tiba-tiba ikut dalam pembicaraan mereka.
"Madame, mungkin saja Elly mengalami kecelakaan. Apqkah anda sudah mencarinya ke rumah sakit?" tebak Rani yang terus menyimak cerita wanita itu.
"Tepat. Itulah yang saya pikirkan kemarin. Tapi pagi ini dia menyuruh orang untuk mengambil kopernya. Dan tidak ada sepatah kata pun untuk saya! Kalau saja saya di rumah saat itu, saya tidak akan membiarkan kopernya diambil - memperlakukan saya seperti itu! Padahal saya baru pergi ke tukang daging." jelas nyonya itu.
"Anda dapat menggambarkan juru masak itu?" tanya komisaris Saga yang penasaran.
Dia berumur setengah baya, besar dan kuat, rambut hitamnya sudah mulai memutih sangat terhormat. Sudah sepuluh tahun ia menjadi juru masak saya. Namanya Elly Dina." jawab wanita itu.
"Apakah anda tidak - tidak berselisih dengannya Rabu itu?" tanya Rani penuh selidik.
"Tidak. Dan inilah yang membuat semuanya begitu aneh." jawab wanita itu.
"Berapa orang pelayan Anda, Madame?" tanya komisaris Saga yang penasaran.
"Dua orang.Juru masak itu dan seorang pelayan yang membersihkan rumah, namanya Annie, dia adalah seorang gadis yang amat menyenangkan, sedikit pelupa, dan pikirannya dipenuhi oleh pemuda-pemuda."jawab wanita itu.
"Tetapi hasil pekerjaannya bagus." sambungnya seraya menatap Komisaris Saga.
"Apakah ia dan juru masak itu berhubungan baik?" tanya Rani yang terus menyimak.
"Hubungan mereka mengalami pasang surut, tentu saja begitu. Namun secara keseluruhan sangat baik." jawab wanita itu.
"Dan gadis itu tidak dapat menjelaskan misteri ini?" tanya komisaris Saga.
"Katanya tidak, tapi Anda tahu bagaimana pelayan itu ketika mereka biasanya bersekongkol." jawab wanita itu.
"Kalau begitu baiklah, kita harus memastikan hal ini. Di mana Anda tinggal, Madame?" tanya Komisaris Saga.
"Di Clapham. Prince Albert Road nomor 88." jawab wanita itu
"Kalau boleh kami tahu, siapa nama anda?" tanya Rani yang penasaran sedari tadi..
"Panggil saja nyonya Todd." jawab wanita itu seraya menatap Rani.
"Nah, nyonya Todd, Kalau begitu nanti saya akan datang ke rumah Anda siang ini." kata komisaris Saga seraya mengulurkan tangannya.
"Baiklah, saya sangat mengharap sekali hasil kerja kalian. Sampai Jumpa!" seru Nyonya Todd seraya membalas uluran tangan Komisaris Saga dan lanjut dengan Rani.
Setelah itu nyonya Todd melangkahkan kaki meninggalkan ruangan Komisaris Saga dimana ada Rani yang bersama suaminya yaitu komisaris Saga.
"Kak Saga! Nampaknya yang sedang kita hadapi ini kasus baru. Lenyapnya juru masak dari Clapham!" seru Rani setelah nyonya Todd benar-benar tak ada bersama mereka..
"Benar! Jangan sampai kawan kita Inspektur Alex mendengarnya!" balas Seru Komisaris Saga
Kemudian Rani dan Komisaris Saga berangkat ke Clapham dengan menggunakan sepeda motor sport dimana dia diboncengkan oleh suaminya..
Prince Albert Road adalah tempat rumah-rumah kecil dan rapi berderet. Semua rumah sama persis, dengan tirai yang berenda rapi menghiasi jendela dan alat pengetuk kuningan yang digosok berkilat di pintu.
"Ting....Tong....!"
Rani membunyikan bel rumah itu dan pintu dibuka oleh seorang pelayan wanita yang rapi dan ayu. Nyonya Todd muncul dan menyalami mereka.
"Jangan keluar dulu, Annie," seru. Nyonya Todd.
"Mereka polisi yang ingin menanyai kamu. Sebaiknya kamu masuk ke dalam dulu." sambung nyonya Todd.
Wajah Annie menunjukkan pertentangan batin antara ketakutan dan kegembiraan. Kemudian dia membalikkan badannya dan melangkahkan kakinya meninggalkan majikan dan dia kembali ke ruangannya.
"Terima kasih, Madame," ucap komisaris Saga sambil menebarkan pandangannya kesekitarnya.
"Kami ingin menanyai pelayan Anda sekarang juga secara sendirian, Jika itu diperbolehkan." kata Rani dengan ramah.
"Oh, tentu saja!" jawab nyonya Todd dan mereka kemudian diantar diantar masuk ke ruang duduk yang kecil.
Setelah Nyonya Todd yang dengan rasa enggan yang jelas terlihat itu meninggalkan ruangan, komisaris Saga dan Rani mulai bertanya dengan teliti.
"Bolehkah kami tahu siapa nama anda?" tanya Rani yang mulai berbasa-basi.
"Annie tuan dan nyonya." jawab pelayan itu yang dengan ramah.
"Baiklah nona Annie semua yang akan Anda sampaikan kepada kami sangat penting. Hanya Anda yang dapat memberikan keterangan mengenai perkara ini. Dan tanpa bantuan Anda saya tidak dapat berbuat apa-apa." kata Komisaris Saga yang dengan menatap pelayan itu.
Rasa was-was menghilang dari wajah gadis itu dan kegembiraan makin jelas kelihatan.
"Pasti, tuan!" kata Annie.
"Akan saya ceritakan semua yang saya ketahui tentang juru masak yang menghilang itu, dia bernama Elly Dina." sambung Annie yang menatap komisaris Saga yang tampan itu dengan berbinar
"Hm, Elly Dina. Bagus," kata komisaris Saga yang memberikan persetujuannya.
"Nah, pertama-tama, apa pendapat Anda pribadi karena Anda gadis yang luar biasa cerdas. Kelihatan sekali! Apa pendapat Anda pribadi mengenai hilangnya Elly?" tanya komisaris Saga yang masih menatap pelayan itu.
Karena mendapat dorongan, jawaban Annie mengalir lancar dengan penuh semangat.
"Orang-orang yang menipu para gadis untuk dijadikan pelacur dengan dalih diberi pekerjaan, tuan. Sejak semula saya mengatakan begitu, Elly selalu mengingatkan saya agar berhati-hati terhadap mereka untuk tidak mencium parfumnya atau makan permen yang diberikannya, bagaimana pun sopannya pemuda itu. Itulah nasihat Elly kepada saya. Sekarang mereka berhasil menipunya! Saya yakin akan hal ini." jelas pelayan itu dengan rasa khawatir.
"Mungkin Elly dikirim ke Turki atau ke salah satu daerah di Timur, di mana menurut yang saya dengar, orang-orangnya menyukai wanita gemuk!" sambung Annie seraya menarik napasnya dalam-dalam dan mengeluarkannya pelan-pelan.
"Tetapi kalau demikian jika dan ini benar-benar terjadi, apakah ia akan menyuruh seseorang untuk mengambil kopornya?" tanya Rani yang sedari tadi menyimak mereka.
"Saya tidak tahu, nyonya. Elly mungkin butuh barang-barangnya, bahkan di tempat asing seperti itu." jawab Annie.
"Siapa yang datang mengambil kopornya, apakah seorang laki-laki?"tanya komissarais Saga yang penasaran.
"Carter Paterson, tuan." jawab Annie.
"Anda yang mengepak kopor itu?" tanya Rani yang mengernyitkan kedua alisnya.
"Ah! Menarik sekali. Berarti pada waktu meninggalkan rumah hari Rabu itu Elly sudah memutuskan tidak akan kembali. Benar begitu nona, bukan?" tanya komisaris Saga.
"Benar, tuan." jawab Annie yang nampak sedikit tercengang.
"Selama ini saya tidak memikirkan hal itu. Tetapi, mungkin saja penipu gadis-gadis itu bukan, tuan?" sambung Annie yang menambahkan dengan penuh keprihatinan.
...~¥~...
...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Gadis Tiga Karakter ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana Wa Ta'alla....
V
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
...Bersambung...