
Kedua gadis itu pun keluar dari kamar Lilian.
Rani yang merubah dirinya seperti Lilian, yang berambut hitam lurus tergerai dengan make up natural namun tetap mengeluarkan inear beautynya.
Gaun yang di pakainya, merupakan gaun milik mama Lani waktu masih muda namun masih terkesan modisnya.
Sebuah dress warna merah muda,berkerah Shanghai (untuk menutupi kalung pusakanya) tanpa lengan dengan panjang rok lima centimeter di atas lutut.
Dan memakai sepatu berwarna merah muda juga dengan higheels tujuh centimeter.
Tas yang dibawanya pun senada, merah muda juga.
Sedangkan Lilian yang berhias seperti Rani, dengan make up tipis dan berkacamata dengan rambut di kepang satu.
Lilian memakai dress warna putih berlengan pendek dengan rok yang panjangnya dibawah lutut. Dengan aksen ikat pinggang berwarna hitam, tas berwarna hitam, dan sepatu fantofel tanpa heels juga berwarna hitam.
Mereka berdua berjalan menuju ke ruang tamu, dimana Inspektur Alex sudah berada di sana.
Inspektur Alex yang tadinya duduk, dia pun berdiri dengan memandang kedua gadis di hadapannya tanpa berkedip
"Wow..! kamu cantik sekali Lilian..!" seru Inspektur Alex saat memandang Rani.
Rani dan Lilian pun saling pandang dan tersenyum.
"Saya Rani Inspektur...!" seru gadis yang dianggap Inspektur Alex kalau dia Lilian.
"A..apa! kalau kamu Rani, jadi yang seperti Rani ini Lilian?" tanya Inspektur Alex yang belum yakin.
"Iya..!" jawab Rani dan Lilian kompak.
"Jadi rencana kamu apa Rani?" tanya Inspektur Alex yang menatap ke arah Lilian yang berhias seperti Rani.
"Saya Lilian, Inspektur..!" seru Lilian sambil tersenyum.
"Oh maaf, saya masih bingung..!" seru Inspektur Alex yang seraya mengusap wajahnya dengan satu tangannya.
"Begini ya, nanti bila Komisaris itu datang, biar aku yang hadapi dengan identitas Lilian. Dan kalian bisa dinner dengan jaga jarak dengan aku dan Komisaris." kata Rani.
"Jadi kita nanti sama-sama ke Hotel "A", tapi seperti tak saling kenal, begitu?" tanya Inspektur Alex
"Iya tapi tetap bisa mengawasi aku. Tujuannya apa, agar tak terjadi sesuatu yang tak di inginkan. Mengerti?" jelas Rani.
" Berarti kalau si Komisaris itu datang, aku dan Inspektur Alex sembunyi dulu ya..!" seru Lilian.
"Iya..! Aku mau tahu siapa Komisaris itu..!" seru Rani menggebu
"Rani.. kalau kamu seperti itu, kamu seperti bukan Rani? Jangan-jangan kamu Rana ya?Apa Rani dan Rana itu sama?" pertanyaan bertubi-tubi dari Lilian.
Belum sempat Rani menjawab, tiba-tiba terdengar suara mobil berhenti tepat di depan pintu pagar rumah Komisaris.
"Eh target sudah datang, cepat sembunyi..!!" seru Inspektur Alex yang telah mengintip dari balik korden jendela rumah Komisaris.
"Tokk...! tokk...! tokkk....!!
Suara pintu yang di ketuk dari luar.
"Ya sebentar..!" seru Rani, yang kemudian berjalan menuju ke pintu.
Rani mempersiapkan dirinya, karena orang yang akan di temuinya adalah orang yang lebih tua dari Inspektur Saga atau bahkan seumuran Papa Wibowo.
Gadis itu mengumpulkan keberaniannya membuka pintu.
Dan saat pintu itu terbuka, di lihatnya seorang paruh baya dengan memakai stellan jas berwarna putih dengan sepatu dan topi berwarna putih juga.
"Baskoro...!!" seru dalam hati Rani, ketika melihat laki-laki itu yang mirip dengan musuh bebuyutannya.
Laki-laki itu kemudian melepaskan topinya dan memberi salam dengan menundukkan kepalanya.
"Selamat malam nona Lilian, Anda terlihat cantik sekali malam ini. Saya merasa cukup tersanjung..." kata laki-laki itu.
"Terima kasih, mari masuk dulu..!" kata Rani yang masih sedikit terkejut.
"Aku ingin melihat keadaan calon mertuaku, dimana kamarnya?" tanya laki-laki itu.
"Oiya maaf saya lupa, dengan Bapak siapa ya?" tanya Rani pura-pura tak tahu.
"Panggil saja Kom..ah tidak ! Kakak Anggara..! ha..ha..ha.. iya kakak Anggara..!" kata laki-laki itu yang mengaku namanya Anggara.
"Kakak..! huekk...!!" kata dalam hati Rani yang seketika ingin muntah mendengarnya.
Dua detik kemudian Rani bisa menenangkan dirinya.
"Kak Anggara, kamar Papa di pintu sebelah kiri." kata Rani yang memandu Laki-laki itu.
Setelah membuka pintu, dan langsung menuju ke tempat tidur Papanya Lilian yang sedang tidur pulas
"Calon papa mertua, aku mau mengajak putrimu Dinner malam ini. Aku ingin saat pernikahan kami, anda bisa merestui kami. Jadi, ini ada sedikiit vitamin, jika anda minum nanti anda akan pulih seperti biasanya." kata Laki-laki itu yang kemudian mengambil bingkusan kecil dari saku jasnya.
Dan kemudian di tuangnya dalam gelas yang berisi air putih yang terdapat di atas meja samping tempat tidur Papa Lilian.
"A...apa yang tuang itu..!" seru Rani yang melihat secara langsung kejadian itu.
...~¥~...
Alhamdulillah bisa Up dua episode.
Yuk dukung terus Novel GADIS TIGA KARAKTER, dengan memberi like/komen/♥️/⭐5/🎁 maupun Vote-nya ya...
Terima kasih.
...Bersambung...