
"Bisakah engkau menyimpulkan situasi ini, Rani?"
"Bridge," jawab Rani singkat.
"Ah, kau ingat kata-nggih main ingatanmu! Hebat, Rani!"
Kami tidak berkata-kata lagi karena Lord Alloway masuk dan memandang Komisaris Saga dengan tatapan minta penjelasan.
"Hyh Apakah ada gagasan lebih lanjut, Komisaris Saga" Saya khawatir jawaban atas pertanyaanpertanyaan Anda agak mengecewakan."
"Sama sekali tidak, milor'. Jawaban-jawaban itu cukup memberikan gambaran yang gamblang. Tidak ada gunanya saya berada di sini lebih lama lagi. Karena itu, dengan izin Anda, saya akan kembali ke London." Lord Alloway kelihatan tercengang.
"Tetapi - tetapi, apa yang sudah Anda dapatkan" Anda tahu siapa yang mengambil rancangan kapal selam itu?"
"Tahu, milor'. Berjanjilah - dalam hal berkas-berkas itu dikembalikan kepada Anda secara anonim, Anda tidak akan menuntut penjelasan lebih lanjut." Lord Alloway menatap Komisaris Saga.
"Maksud Anda, mengenai uang sebagai imbalan?"
"Tidak, milor' - dikembalikan tanpa syarat."
"Tentu saja. Ditemukannya rancangan itu sudah luar biasa," kata Lord Alloway perlahan-lahan.
Ia masih kelihatan tidak paham.
"Kalau begitu, terpaksa saya sarankan Anda untuk bersungguh-sungguh menempuh jalan ini. Hanya Anda, Laksamana, dan sekretaris Anda yang mengetahui adanya kehilangan ini. Hanya mereka saja sudah yang perlu mengetahui bahwa berkas-berkas yang hilang ini kembali. Dan kalau Anda mempercayai saya untuk mendukung Anda dalam segala hal - serahkanlah misteri ini dalam tanggung jawab saya. Anda minta saya mengembalikan berkas-berkas itu - saya sudah memenuhinya. Anda tidak boleh tahu lebih banyak lagi." Komisaris Saga bangkit dan mengulurkan tangannya.
"Milor', saya senang bertemu Anda. Saya mempercayai Anda - dan pengabdian Anda kepada Inggris. Nasib negara yang akan Anda pimpin ini berada dalam tangan Anda yang kuat dan pasti."
"Komisaris Saga - saya bersumpah di hadapan Anda untuk melakukan yang terbaik. Mungkin ini suatu kesalahan, tapi mungkin juga kebaikan - yang pasti saya percaya kepada diri saya sendiri."
"Begitu pula setiap orang besar. Saya - saya juga demikian!" kata Komisaris Saga mulukmuluk.
Dalam beberapa menit mobil muncul di dekat pintu. Lord Alloway mengucapkan selamat jalan dengan keramahan yang luar biasa.
"Dia orang besar, Rani," Komisaris Saga membuka suara ketika kami mulai jauh dari tempat itu.
"Dia punya kecerdasan, akal, dan kekuatan. Dialah orang kuat yang dibutuhkan Inggris untuk memimpin negara ini melewati masa-masa sulit untuk membangun kembali negara ini."
"Rani siap menyetujui semua yang kaukatakan, Komisaris Saga - tapi bagaimana dengan Lady Juliet"
Haruskah ia mengembalikan berkas-berkas itu langsung kepada Lord Alloway" Apa yang akan dikatakannya kalau ia tahu engkau sudah pulang tanpa memberitahu dia?"
"Rani, Rani punya beberapa pertanyaan untukmu. Mengapa, ketika mengatakan itu ia tidak menyerahkan berkas-berkas tersebut langsung kepadRani?" "Karena berkas-berkas itu belum ada di tangannya."
"Tepat. Berapa lama waktu yang diperlukan untuk mengambil berkas-berkas itu dari kamarnya" Atau dari persembunyian mana pun di rumah itu" kau tidak perlu menjawab. Rani akan memberitahumu. Mungkin sekitar dua setengah menit! Tapi ia minta waktu sepuluh menit. Mengapa" Jelas ia harus mendapatkan berkas-berkas itu dari beberapa orang lainnya dan harus memberikan alasan atau berdebat dengan mereka sebelum mereka menyerahkannya. Sekarang, siapa mereka ini" Bukan Nyonya Conrad. Ini pasti. Justru salah seorang keluarganya. Suaminya atau anaknya. Mana yang mungkin" Leonard Weardale mengaku langsung pergi tidur.
Kita tahu pengakuannya ini tidak benar. Andaikan ibunya memasuki kamarnya dan mendapatkan kamar itu kosong; andaikan wanita itu turun dengan ketakutan yang tidak terperikan - pemuda itu, putranya, bukan orang baik-baik.
Oleh karena itu ia berbicara kepada Rani.
"Tetapi, Sobat, kita tahu sesualtu yang tidak diketahui Lady Juliet. Kita tahu Leonard muda tidak mungkin ke kamar kerja karena ia ada di tangga, sedang merayu pelayan Prancis yang ayu itu. Walaupun ia tidak tahu akan hal ini, anaknya punya alibi."
"Kalau begitu, siapa yang sebenarnya mengambil rancangan itu" Rasanya kita sudah mencoret semuanya - Lady Juliet, Nyonya Conrad, pelayan Prancis itu - "
"Persis. Gunakan sel-sel abu-abumu, Kawan. Jawabnya ada di hadapanmu." Rani menggeleng dengan pikiran kosong.
"Ah, kalau saja engkau gigih! Fitzroy keluar dari kamar kerja itu; ditinggalkannya kertas-kertas itu di meja.
Beberapa menit kemudian Lord Alloway masuk, menghampiri meja tulis dan berkas itu didapatinya hilang. Hanya ada dua kemungkinan: Fitzroy tidak meninggalkan berkas-berkas itu di meja, tetapi memasukkannya ke dalam sakunya - dan ini tidak masuk akal karena, seperti yang dikatakan Lord Alloway, ia dapat menyalin kapan saja ia mau - atau berkas-berkas itu masih di atas meja sewaktu Lord Alloway menghampirinya - kalau begini, berkasberkas itu masuk ke saku bajunya!"
"Lord Alloway pencurinya!" seru Rani tercengang.
"Mengapa" Mengapa, Komisaris Saga?"
"Bukankah engkau mengingatkanRani pada skandal masa lalu" Dia dinyatakan tidak bersalah, begitu katamu. Tapi, misalkan skandal itu benar-benar terjadi" Dalam kehidupan masyarakat Inggris, tidak boleh ada skandal. Apabila skandal itu diungkap oleh seseorang - dia pasti akan mengucapkan selamat tinggal pada karier politiknya. Kita anggap saja ia diperas dan harga yang diminta adalah rancangan kapal selam itu."
"Berarti ia pengkhianat keji," seru Rani.
"Oh, tidak, dia bukan orang seperti itu. Ia pandai dan banyak akal. Sobat, andaikan dia menyalin rancangan itu, lalu membuat sedikit perubahan (bukankah dia seorang insinyur yang cerdas") di setiap bagian yang mengakibatkan rancangan itu jadi tidak berguna lagi. Diserahkannya rancangan palsu itu kepada agen lawan - Nyonya Conrad, Ranikira.
Tapi, agar tidak timbul kecurigaan, rancangan itu harus seolah-olah dicuri. Ia berusaha sedapat mungkin supaya tidak ada kecurigaan yang dijatuhkan kepada siapa pun di rumah itu, dengan berpura-pura melihat seseorang keluar melalui jendela. Dalam persoalan ini dia menghadapi ketegaran Laksamana. Maka, kekhawatirannya berikutnya adalah jangan sampai Fitzroy dicurigai.
"Semua ini dugaanmu saja, Komisaris Saga," kataRani menolak. "Ini psikologi, Sobat. Seseorang yang telah menyerahkan rancangan asli tidak akan terlalu peduli akan siapa yang dicurigai. Lalu, mengapa ia sangat mendesak agar tidak sedikit pun rincian kehilangan ini diberitakan kepada Nyonya Conrad"
Karena petang harinya ia menyerahkan rancangan yang sudah dipalsukan dan ia tidak ingin Nyonya Conrad tahu pencurian rancangan terjadi sesudah penyerahan itu." "Rani masih sangsi apakah engkau benar," kata Rani.
"Pasti. Rani berbicara kepada Alloway sebagai seorang besar kepada orang besar lainnya - dan ia mengerti dengan baik. Lihat saja nanti." *** Satu hal yang pasti. Pada hari Lord Alloway dilantik menjadi Perdana Menteri, selembar cek dan foto dengan tanda tangan di belakangnya tiba. Di belakang potret itu tertulis,
"Untuk kawanRani Hercule Komisaris Saga yang bijaksana - dari Alloway." Rani yakin ide kapal selam tipe Z itu disambut dengan gembira di lingkungan angkatan laut. Mereka mengatakan kapal selam tipe Z ini akan membawa revolusi modernisasi peralatan perang angkatan laut. Rani juga mendengar bahwa ada suatu kekuatan asing yang berusaha membuat peralatan yang sama, tapi gagal total.
Namun, Rani tetap menganggap bahwa saat itu Komisaris Saga hanya menerka-nerka. Soalnya, dia sering sekali berbuat demikian. gerutu Pat. Dahinya berkerut semakin dalam. Digerayanginya benda kecil yang terbuat dari sutera yang disebutnya tas ? itu. Dua laki-laki muda dan seorang gadis mengawasinya dengan hati waswas. Mereka berdiri di luar pintu flat Patricia Garnett yang tertutup. "Percuma," kata Pat lagi. "Kuncinya tidak ada di sini. Sekarang, apa yang akan kita perbuat?"
"Apa artinya hidup tanpa kunci gerendel?" bisik Jimmy Faulkener. Jimmy bertubuh pendek, bahunya lebar, dan matanya yang biru memancarkan kebaikan hatinya. Dengan marah Pat menoleh kepadanya. "Jangan melucu, Jimmy. Ini serius."
"Carilah lagi, Pat," ujar Donovan Bailey.
"Pasti kuncinya ada di situ." Suara laki-laki ini terdengar m ku menyenangkan; selaras dengan postur tubuhnya yang kurus dan warna kulitnya yang gelap. "Kalau saja engkau membawanya," Mildred Hope, gadis satunya, membuka suara. "Tentu saja kunci itu Ranibawa," Pat menanggapi. "Rani yakin kunci itu Raniberikan kepada salah seorang dari kalian." Ditolehnya kedua pemuda itu dengan nada menuduh. "Rani minta Donovan membawanya." Akan tetapi tidak semudah itu dia mendapatkan kambing hitam. Donovan menyanggah dengan tegas dan Jimmy mendukungnya. "Rani melihat sendiri engkau memasukkan kunci itu ke dalam tasmu," kata Jimmy. "Kalau begitu, salah seorang dari kalian menjatuhkannya sewaktu mengambil tasRani. Rani pernah sekali atau dua kali menjatuhkan tasRani."
"Sekali atau dua kali!" seru Donovan.
"Engkau menjatuhkan tasmu paling tidak