Gadis Tiga Karakter

Gadis Tiga Karakter
Mengembalikan Pusaka Langit


Dua hari setelah siuman kondisi Rani sudah membaik.


Dan waktunya untuk pulang. Rani mengajak Inspektur Saga untuk berjalan-jalan di belakang Gym Raditya, karena sebelumnya Mama Lani bercerita ada tempat yang bagus untuk melihat matahari tenggelam dengan indahnya.


Kini mereka berdua duduk di atas rumput untuk melihat pemandangan air danau,


"Kak..! tugas kakak bukannya sudah selesai di sana? misteri banyak kriminal disana bukannya sudah selesai?" tanya Rani yang tak ingin berpisah lagi dengan Inspektur saga.


"Aku kan masih harus memulangkan orang-orang disana...!! oh iya ngomong-ngomong memulangkan, di dalam cincin ini ada cincinnya Baskoro dan kalung hipnotis.bisa kamu panggilkan Kity untuk langkah selanjutnya?" tanya Inspektur Saga.


"Tak perlu di panggil aku sudah keluar, ayo keluarkan semuanya pusaka-pusaka itu...!" seru Kity dan semua pusaka-pusaka itu pun di kekuatan dari cincin penangkal berikutnya kalung pusaka yang biasa bertengger di leher Rani.


"Ubahlah liontinmu menjadi belati nona...!!" perintah Kity.


"Belati..!!"


Rani pun segera mengubahnya menjadi belati.


"Lepaskanlah mustika hitam dan merah dari tempatnya masing-masing...!!" seru Kity.


Rani pun melepaskan masing-masing mustika dari kalung hinotis dan dari cincin pemindah dimensi.


Secara bersamaan kedua mustika itu di hancurkan oleh Rani di saksikan inspektur Saga dan Kity.


Cahaya merah dan hitam berpadu dengan terang dan menyilaukan itu.


Lama-kelamaan cahaya itu memudar bersamaan kedua mustika itu yang berubah menjadi abu dan hilang.


Rani kemudian memasukkan semua pusaka itu ke dalam Liontin pusaka dan menyerahkan pada kity.



Kity pun senang karena bisa pulang kembali ke Istana langit, tidak senangnya bila harus berpisah dengan Rani.


"Kity..! ada yang ingin menemuimu." kata Rani yang kemudian memegang dan memetik liontin harpa itu.


Keluarlah cahaya keemasan dari liontin harpa itu dan membentuk Siluet seorang gadis.



Rani pun segera menutup mata Inspektur saga dari belakang saat melihat penampilan Leony yang baru keluar dari liontin harpa itu.


"Nona Leony,....! " panggil Kity yang segera berhambur melompat ke pelukan Leony.


"Kity...!!"sahut Leony dan langsung memeluk Kity.


"Leony..?!" kata Inspektur Saga yang penasaran dan berusaha melepas telapak tangan Rani.


Dari posisi di belakang Inspektur Saga, kemudian Rani memposisikan dirinya duduk di pangkuan inspektur Saga yang sedang duduk di atas rumput itu.


Dengan tangan di kaitkan di leher inspektur saga, Rani memberi isyarat pada Kity dan Leony untuk segera pergi.


"Kity, rupanya ada yang takut pujaannya melihatku , takut jatuh hati padaku..! ha..ha..! " celoteh Leony.


"Iya Nona..! sebaiknya kita ke istana untuk mengembalikan Pusaka langit ini..!!" jawab Kity.


"Iya, oh iya Rani kami akan ke Istana langit dulu ya...!!Ngomong-ngomong, tunanganmu lumayan juga..!he..he..!" seru Leony.


"Iya cepat sana..!!" seru Rani yang terus berusaha menhalangi Inspektur saga untuk melihat Leony.


Seperti ada rasa tak rela dari Rani kalau Inspektur saga melihat gadis yang lebih cantik darinya.


Inspektur Saga hanya melihat cahaya keemasan itu melesat ke langit biru.


Setelah cahaya itu menghilang, tiba-tiba....


"Cupp...! cupp...!!"


Bibir Inspektur Saga mendarat di kedua pipi Rani yang seperti bakpao bagi inspektur saga itu.


"Kak Sagaaa...!!" seru Rani yang kedua pipinya merah merah merona itu.


"Suruh siapa duduk di pangkuanku, sekarang tak kan kubiarkan kamu lepas dan pergi dariku saat ini ya ..! rasakan nih serangan kakak..!!" ucap Inspektur saga yang sudah tak tahan untuk melepas rindunya.


Inspektur saga menghujani ciuman si seluruh wajah Rani, dan terkhir mendarat di bibir Rani.


Rani membelakan matanya ketika Inspektur Saga menggulum bibir mungil Rani, gadis itu menikmatinya dan membalasnya.


Sepasang kekasih yang sedang melepas rindu itu bermesraan dengan disaksikan matahari yang akan berangkat ke peraduannya.


Dengan membuat bias jingga nan indahnya


Inspektur Saga pun melepaskan ciumannya ketika menyadari Rani hampir kehabisan nafasnya.


Rani kemudian menurunkan posisi duduknya di samping inspektur saga dan menyandarkan kepalanya di bahu tunangannya itu dan mereka menikmati indahnya matahari tenggelam.


Inspektur Saga melingkarkan tangannya pada perut Rani, dan Rani sesekali mencium pipi dan leher inspektur saga.


Inspektur Saga membalas dengan mencium kening Rani dan mereka pun tersenyum dan tertawa dengan bahagia.







(Visual kebersamaan mereka)


...~¥~...


...Yuk dukung novel "Gadis Tiga Karakter", dengan memberi like/ komen/fav/rate 5/gift dan juga Votenya....


...Oya, dukung karya Author lainnya ya......


...*CINTA UNTUK YULIA...


...*SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA...


...*HITAM BUKAN HITAM HIDUPNYA....


...*JADIKAN AKU YANG KEDUA...


...Terima kasih....


...Bersambung...