Gadis Tiga Karakter

Gadis Tiga Karakter
Season 2 ; Raditya bertemu Yuki


Beberapa hari kemudian, Raditya pergi ke kota "K" guna mencari lokasi untuk pembukaan cabang baru Gym Raditya di kota "K".


Dia bersama Jonathan dan Om Jordy mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang.


Tiba-tiba Jonathan menangkap sesosok gadis bertopeng hitam yang sedang menghajar kawanan perampok truk diatas truk.


"Lihat ada orang berkelahi diatas truk..!!" teriak Jonathan.


"Hei..gila ! itu seorang gadis di keroyok diatas truk...!" kata om Jordy yang juga melihat aksi itu.


"Aku buat berhenti truk itu..!! lalu kita bantu gadis itu..!" seru Raditya.


Raditya kemudian melajukan mobilnya menyalip truk itu, dan Jonathan meneriaki si sopir truk itu untuk berhenti.


"Woi pak..!! berhenti..!! berhenti pak..!!"


Si sopir yang mendengarkannya itu pun berhenti, Mobil Raditya pun berhenti tepat di depan truk itu.


"Aampun pak..!! jangan rampok kami..!! kami hanya orang biasa...!!" kata si sopir yang turun dari truk dengan wajah ketakutan.


"Kami bukan mau merampok pak..!! kami hanya mau menolong gadis di truk anda..!!" seru Jonathan.


Raditya yang penasaran dengan gadis itu sejak mendengar cerita dari Arya, dia langsung naik ke bak truk yang ternyata isi nya telah terkuras habis, yang ada seorang gadis bertopeng hitam yang melawan empat orang yang membawa parang.


Jonathan, om Jordy dan si sopir truk itu melawan para perampok yang ada di bawah yang sedang memunguti kardus berisi mie instan itu.


Ketika turun ke dalam bak mobil itu, tiba-tiba gadis bertopeng itu terpukul mundur dan di tahan oleh Raditya.


Gadis bertopeng itu menoleh pada orang yang menahan tubuhnya.


Dan kedua mata mereka pun saling beradu.


"Yuki..!!" panggil Raditya yang selalu ingat tatapan mata gadis yang terakhir bertemu dengannya saat di turnamen beladiri di Lereng Gunung.


"Ra..Radit..!!" panggil gadis bertopeng itu saat mengetahui siapa laki-laki yang menahannya tadi.


"Woi..! serahkan gadis itu..!! maka kau akan aku bebaskan." seru salah satu perampok itu.


Sadar masih di situasi bahaya, Radit dan Yuki kembali ke posisi siaga.


"Aku angkat kamu, dan tendang mereka..!!" intruksi dari Radit, Yuki pun mengangguk tanda mengerti.


Raditya pun mengangkat tubuh Yuki dan Yuki menggunakan untuk menendang lawannya satu persatu.


Terkadang dia menggunakan tangan Raditya sebagai tumpuannya.


Keempat orang itu pun terkapar.


Ketika Yuki hendak menghampiri keempat perampok yang terkapar itu, tiba-tiba tangannya ditarik oleh Raditya dan akhirnya mendarat di pelukan Raditya.


"Benar kamu Yuki..?" tanya Raditya saat kedua mata mereka beradu kembali dengan detak jantung yang tak beraturan.


Yuki yang terpesona akan keadaan Radit yang sekarang, lebih tampan dan gagah itu tak menyadari bila Raditya telah melepas topengnya.


"Kamu benar Yuki..! Lama tak jumpa, kamu tambah cantik..!!" rayuan raditya.


Mendengar rayuan dari Raditya, kedua pipi Yuki berwarna merah muda bak kepiting rebus.


Gadis itu menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan rasa malunya.


Jari telunjuk kanan Raditya mengangkat dagu berbentuk huruf V milik Yuki itu.


Dan kembali kedua netra mereka saling beradu,


"Cantik..!"


Raditya mendekatkan bibirnya pada bibir Yuki, tiba-tiba...


"Dugh...!!"


"Auwhh...!"


kaki kanan Yuki menginjak kaki kiri Raditya.


"Kak Radit juga tambah gagah dan tampan, maaf saya sedang ada misi..!!" kata Yuki sambil tersenyum dan kemudian mendekati keempat tubuh para perampok itu.


"Aish..! dasar kau..! baru ketemu bikin gemes saja..!!" seru Raditya yang mengikuti dan mengamati apa yang di lakukan Yuki.


Yuki membuka baju mereka satu persatu. Di dada mereka terdapat tanda yang sama, yaitu tato bergambar ular kobra yang sedang mengembang.


"Apa ada hubungan nya dengan geng Kobra? bukankan geng kobra sudah di hapuskan oleh Rani dan lainnya dan komisaris Anggara..!?" tanya Raditya yang penasaran.


"Ini induknya..!!" jawab Yuki yang kemudian mencari sesuatu di saku mereka.


"Maksud kamu..?" tanya Raditya yang belum paham.


"Komunitas ini cikal bakal geng kobra dan geng lainnya. Aku mau mencari tahu lokasi mereka..!!" jelas Yuki yang sudah menemukan ponsel salah satu dari mereka.


"Sial.. kenapa di kunci sih..!!" seru Yuki saat mengotak-atik ponsel mereka.


"Kalau mau tahu lokasi mereka, hendaknya menjadi bagian dari mereka...!!" usul Raditya.


"Menyamar..!!" bisik Radity Sambil mencuri kesempatan.


"Cupp..!!


satu kecupan mendarat di pipi Yuki.


Yuki pun terkejut, nggak menyangka kalau kecolongan.


"Itu untuk yang menginjak kakiku..!" Raditya memberi alasan.


"Brukk..!!"


Yuki mendorong tubuh Raditya yang tadinya berjongkok mensejajarkan tubuhnya pada tubuh Yuki. Kini terjengkang ke belakang.


"Ups..! maaf..!" ucap Yuki yang kemudian bangkit.


"Brugh...!!"


Raditya menarik lengan Yuki dan mengakibatkan gadis itu jatuh tepat diatas Raditya.


"Dasar mesum..!!"


seru Yuki yang mencoba bangkit namun kedua tangan Raditya sudah melingkar di pinggang Yuki.


"Lepaskan.. !!" teriak Yuki sambil memukul dada bidang Raditya.


Raditya pun membalikkan posisi, kini Yuki yang berada di bawah dan Raditya diatas.


"Lepaskan aku...!! kakak berat nih..!!" seru Yuki.


"Maukah jadi permaisuriku..?" tanya Raditya dengan tatapan kesungguhan.


"eh..!!"


"Maukah jadi Istriku..??" tanya Raditya sekali lagi.


Yuki terus menatap mata Raditya yang tanpa sadar dia mengangguk.


Entah kenapa, saat melihat jawaban anggukan dari Yuki, Raditya langsung ******* bibir mungil gadis dibawahnya.


Gadis itu hanya bisa diam dan merasakan serangan mendadak dari laki-laki diatasnya.


"Dhokkk...!"


Tiba-tiba ada yang melempar sesuatu di badan truk, Raditya menghentikan aksinya.


"Apa itu..!!" seru Raditya yang kemudian bangkit dan melihat ke bawah.


"Woi..yang diatas sudah belum..!!" teriak laki-laki yang berada di bawah yang tak lain Jonathan.


"Beluum..!!" sahut Raditya saat melihat kearah Jonathan.


"Cepetan...! yang di bawah sudah beres semua..!!" teriak Jonathan.


"Iya..iya..secepatnya..!!" jawab Raditya.


Saat Raditya mengedarkan pandangannya mencari gadis yang bersamanya tadi, ternyata gadis itu sudah tidak ada di tempat.


"Yuki....!!" ucap Raditya sambil memegang bibirnya.


Di tempat yang lain...


Yuki berada diatas dahan pohon yang berada di pinggir jalan, menatap ke arah truk dimana Raditya berada.


"Raditya..!!" ucap Yuki yang juga memegang bibirnya, Hatinya pun tak menentu.


Suara sirine mobil polisi pun mendekat.


Sedangkan Raditya ,Jonathan dan Om Jordy pun melaju menjauh dari keramaian itu.


...~¥~...


...Yuk dukung novel "Gadis Tiga Karakter", dengan memberi like/ komen/fav/rate 5/gift dan juga Votenya....


...Oya, dukung karya Author lainnya ya......


...*CINTA UNTUK YULIA...


...*SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA...


...*HITAM BUKAN HITAM HIDUPNYA....


...*JADIKAN AKU YANG KEDUA...


...Terima kasih....


...Bersambung...