Gadis Tiga Karakter

Gadis Tiga Karakter
Season 2 ; Nasib Nindy


Kembali ke kota "J" tepatnya di rumah kediaman Tuan Wibowo.


Setelah kesembuhan Yuki, semua orang berkumpul di rumah kediaman Wibowo.


Tuan Wibowo, Komisaris Anggara, Inspektur Alex, Jonathan, Raditya berada di ruang tamu.


Sementara Mister Li sudah kembali ke negara "T".


Yuki, Nara, dan pengantin baru Lilian pun membantu Lani memasak untuk hidangan semua orang yang berkumpul.


Inspektur Alex sesekali menggoda istrinya.


"Yang, ke kamar atas yuk..! sebentar saja..!!" goda Inspektur Alex pada Istrinya yang sedang sibuk membuat jus mangga dan buah naga untuk semuanya.


"Ngapain..??" tanya Lilian yang pura-pura nggak paham.


"Aduh..! seperti tadi malam..! yuk kita ulangi di kamar atas..!!" jawab Inspektur Alex sambil memeluk Lilian dari belakang serta menciumi leher istrinya itu.


"Kalian ..!! hormatilah kami yang belum nikah..!! kami kan jadi kepingin nikah..!!" seru Yuki yang datang bersama Nara dengan membawa nasi beserta lauk-pauknya dengan raut muka sebal.


"Apa lagi aku yang masih sekolah, jadi nggak sabar nunggu lulus nih..!!he...he...!!" gurau Nara yang meletakkan lauk-pauk diatas meja.


"Hmm...! Raditya dan Arya...! ada yang ngebet nikah nih..!!" goda Inspektur Alex yang bukannya malu malah menggoda kedua gadis itu.


Lain halnya dengan Lilian, raut mukanya sudah memerah menahan malu.


"Inspektur Alex panggil saya..?" tanya Raditya yang begitu datang saat di panggil Inspektur Alex tadi.


"Kakak..! kakak panggil saya..!!" tanya Arya yang menghampiri kakaknya Inspektur Alex,


"Tuh...! cewek-cewek kalian pada ngebet nikah..!!" jawab Inspektus Alex dengan senyum simpulnya.


"Oiya..benarkah Yuki sayang..??" tanya Raditya semangat.


"Eh kok pake sayang sih..?" Yuki yang balik bertanya.


"Ya kamukan yang selalu ada di hatiku..!!" rayu Raditya sambil menaruh telapak tangan Yuki di dadanya.


"Gombal...!!" seru Yuki sambil mendorong Raditya dan melangkahkan kakinya kembali ke dapur.


"Yakin deh..!! aku akan menikahimu setelah kita selamatkan Rani. Bagaimana..??" bujuk Raditya terus mengekor pada Yuki yang sedang menyiapkan aneka makanan di atas meja makan.


"Eh..baru kali ini aku lihat lamaran di dapur..!!" celetuk Inspektur Alex sambil membantu Lilian menuangkan jus yang di buatnya ke dalam gelas.


Raditya melempar Inspektur Alex dengan kulit buah naga.


"Sialan...!!" umpat Raditya pada Inspektur Alex.


Di balas tertawa oleh Inspektur Alex.


"Wah..wah...wah..enak ya, bilang besok kita nikah..! sedangkan kita..?"ucap Arya pada Nara.


"Sekolah dulu yang bener..!!" seru Inspektur Alex dan Raditya kompak.


Yuki dan Nara pun tersenyum karenanya.


"Hei...Ramai sekali..!! dah belum makanannya..??" tanya Jonathan saat masuk ke dapur.


"Sudah...! ayo semuanya berkumpul..!!" seru Mama Lani yang membawa piring dari dapur.


Tak berapa lama mereka makan siang bersama.Sendau gurau pun sesekali mereka lontarkan.


Selesai makan mereka kembali ke ruang tamu dan para wanita membereskan piring dan gelas yang telah terpakai.


Datang seorang satpam keluarga menghampiri Jonathan.


"Saudara Jo..! ada orang gila, bau lagi..! dia di luar yang mengaku-ngaku kenal Saudara Jo sama Non Nara. Katanya dulu pernah tinggal di sini...! saya usir dia tidak bergeming."Kata satpam itu.


"Apakah mungkin itu Nindy..?" batin Jonathan yang segera menuju ke luar rumah dan menuju pos satpam.


Terlihat di depan pos Satpam seorang gadis dengan pakaian lusuh sedang memeluk lututnya dan pandangannya kosong menerawang entah kemana. Air matanya membasahi pipi bulatnya.


Jonathan menyibakkan rambut gadis itu yang sempat menutupi sebagian wajahnya.


"Ni...Nindy..!!" seru Jonayhan yang tanpa rasa jijik langsung membopong Nindy masuk kedalam rumah.


Semua menutup hidung mereka saat Jonathan membopong Nindy.


Jonathan tak pedulikan hal itu, dia membawa Nindy ke kamar mandi, dengan reflek Jonathan menyiram Nindy seolah ingin melihat Nindy yang seperti dulu.


Nindy yang manis dan ceria.


"Baiklah...!!" balas Jonathan yang kemudian keluar dari kamar mandi.


"Jo..suruh Nara ambilkan baju ganti dan handuk buat gadis ini...!!" pinta Yuki yang kemudian menutup kamar mandi tersebut.


"Iya..!!" jawab Jonathan yang segera memanggil Nara.


"Nara..!!" panggil Jonathan.


"Iya kak..!!" sahut Nara.


"Ambilkan handuk dan pakaian ganti buat Nindy..!!" pinta Jonathan dengan kekhawatirannya.


"Iya kak..!!" Nara segera mengambilkan baju Nindy yang masih di simpan Nara berserta handuknya.


Selesai mandi dan ganti baju, Nindy di dudukan di kursi makan.


Berkali-kali Yuki dan Nara membujuk Nindi untuk makan, namun tak bisa.


Gadis itu menutup rapat mulutnya.


"Nampaknya gadis ini mengalami trauma...! Sebaiknya jangan banyak orang di sini." kata Yuki dan semuanya keluar dari ruang makan dan kembali ke ruang tamu.


"Biar aku coba menyuapinya..!" pinta Jonathan.


Yuki dan Nara pun meninggalkan Jonathan dan Nindy. Mereka tidak pergi begitu saja.


Mereka mengintip dari balik pintu, mengintip apa yang di lakukan Jonathan.


"Nindy, ini kak Jo. Makan ya..? mau kakak suapi..?!" tanya Jonatan lirih sambil mengusap punggung tangan Nindy.


"Kak Jo..!!" Nindy bereaksi, menatap Jonathan dengan sendu.


"Makan ya..!! Nindy manis, buka mulutnya ya..! aaaaa...!" ucap Jonathan yang menyuapi Nindy.


Nindy perlahan membuka mulutnya, dia menerima sesuap nasi dari tangan Jonathan.


Sesuap demi suap nasi telah masuk ke mulut Nindy.


"Nggak nyangka...! benar-benat nggak nyangka..!!" seru Nara sambil menggelengkan kepalanya yang mengintip kakaknya bersama Nindy.


"Apanya yang nggak nyangka?" tanya Yuki bingung.


"Kak Jo itu kan cuek..! cewek yang dia suka itu Rani. Ternyata, dia bisa ke lain hati ya..!!Wah Nindy bakal jadi kakak ipar ku nih..!!" ucap Nara uang terus memandangi kakaknya yang menyuapi sahabatnya.


"Bisa aja kamu..!! tapi ada benarnya juga sih..!!" sahut Yuki yang juga masih memperhatikan Jonathan dan Nindy.


Akhirnya Nindy menyantap habis nasi yang ada di piring itu.


"Apa kamu mau istirahat..? Kakak gendong ke kamar kamu dulu ya..!" kata Jonathan yang kemudian membopong Nindy dan membawanya menuju ke kamar yang dulunya di pakai Rani


Selangkah demi selangkah, Jonathan menaiki tangga dengan perlahan-lahan.


Semua yang memandang sikap Jonathan dengan perasaan masing-masing.


Setelah sampai di kamar, Jonathan segera membaringkan Nindy ke tempat tidur


Jonathan pun menyelimuti Nindy dengan selimut tebal tapi halus itu, lalu Jonathan beranjak pergi.


Namun belum sempat laki-laki itu menjauh, ada yang menarik tangannya.


...~¥~...


Inspektur Saga ;"Thor...! mana kok aku belum tampil..?"


Author ;" Sabar ya inspektur..!! gantian ya.."


Inspektur Saga ; "Oke deh...!!"


...🌷🌷🌷🌷...


...Terima kasih untuk semua yang telah mendukung novel Gadis Tiga Karakter ini....


...Semoga kita semua dalam keadaan sehat selalu dan dalam lindungan-Nya....


...Aamiin ya Robbal alaamiin...


...Terima kasih....


...Bersambung....