Gadis Tiga Karakter

Gadis Tiga Karakter
Jenderal Forbes


Nah, apakah ia akan bersikap begini kepada penjual manik-manik?" Ellie menyanggah pendapat Komisaris Saga.


"Mungkin saja ia tidak tahu siapa itu. Mungkin pembunuh mengetuk pintu - ia lalu berdiri dan membuka pintu - orang itu lalu memaksa masuk dan membunuhnya." Komisaris Saga menggeleng.


"Justru sebaliknya. Ia berbaring dengan tenangnya ketika ditikam." Nona Henderson menatap Komisaris Saga dalam-dalam. "Bagaimana pendapat Anda?" tanya Ellie tiba-tibl,Komisaris Saga tersenyum.


"Kelihatannya ia mengenal orang yang diperbolehkannya masuk...."


"Maksud Anda?" Nona Henderson memotong. Suaranya kedengaran agak kasar. "Pembunuhnya adalah penumpang kapal ini?" Komisaris Saga mengangguk.


"Kelihatannya begitu." "Dan untaian manik-manik di lantai itu hanya tipuan untuk menyesatkan?"


"Persis."


"Juga yang yang dicuri itu?"


"Tepat." Hening sebentar. Kemudian Nona Henderson berkata lambat-lambat,


"Menurut saya Nyonya Clapperton memang sangat tidak menyenangkan dan saya tidak yakin ada orang di kapal ini yang menyukainya - tapi, tak seorang pun mempunyai alasan untuk itu


"Kecuali suaminya, mungkin," celetuk Komisaris Saga. "Anda tidak sungguh-sungguh berpendapat - "


Ellie tidak menyelesaikan kalimatnya. "Setiap orang di kapal ini berpendapat Kolonel Clapperton tidak bersalah bila 'mengapak perempuan itu'. Saya kira inilah ungkapan yang dipakai." Ellie Henderson memandangnya - menunggu.


Ben"Akan tetapi saya harus mengatakan," Komisaris Saga melanjutkan, "bahwa saya sendiri tidak melihat tanda-tanda kejengkelan dalam diri Kolonel yang baik itu. Lagi pula - ini yang lebih penting - ia mempunyai alibi. Sepanjang hari ia pergi bersama kedua gadis itu dan baru kembali ke kapal pukul 16.00. Pada waktu itu Nyonya Clapperton sudah beberapa jam meninggal." Hening lagi sebentar. Ellie Henderson berkata lembut,


"Tapi, Anda masih berpendapat - salah seorang penumpang?" Komisaris Saga mengiyakan.


Mendadak Ellie tertawa - tawa menantang yang serampangan.


Ma


"Teori Anda mungkin sulit dibuktikan, M. Komisaris Saga. Banyak sekali penumpang di kapal ini." Komisaris Saga mem


"Saya meminjam istilah yang digunakan dalam cerita-cerita detektif Anda, 'Saya punya cara sendiri, Watson.Hari berikutnya, pada waktu makan malam, semua orang di kapal menemukan ketikan selebaranbungkukkan badan kepadanya. di piring masing-masing, yang isinya mengundang mereka untuk hadir di ruang duduk utama pada pukul 20.30. Ketika semua sudah berkumpul, kapten kapal maju ke panggung yang biasanya digunakan untuk pentas kelompok orkestra dan menyambut mereka.


"Tuan-tuan dan Nyonya-nyonya, Anda sekalian mengetahui tragedi yang terjadi kemarin. Saya percaya kalian bersedia bekerja sama untuk menyeret pelaku kejahatan kejam itu ke pengadilan." Ia berhenti dan berdehem. "Di kapal ini kita bersama M. Hercule Komisaris Saga yang mungkin Anda kenal sebagai orang yang berpengalaman luas dalam - eh - perkara-perkara seperti ini. Saya harap Anda mendengarkan dengan cermat apa yang ia katakan." Tepat pada saat itulah Kolonel Clapperton, yang tidak menampakkan diri pada waktu makan malam, muncul dan duduk di sebelah Jenderal Forbes. Ia nampak seperti orang bingung karena sedih - sama sekali tidak kelihatan sebagai laki-laki yang lega karena terbebas dari istrinya. Entah karena ia aktor yang cemerlang atau karena ia benar-benar menyukai istrinya yang tidak menyenangkan itu. "Silakan, M. Hercule Komisaris Saga," kata kapten itu, lalu turun. Komisaris Saga menggantikan tempatnya. Penampilannya yang penuh percaya diri nampak menggelikan ketika ia memandang para pendengarnya.


Hghy "Tuan-tuan dan Nyonya-nyonya," katanya membuka suara. "Anda baik sekali bersedia mendengarkan saya. Yang terhormat Kapten telah mengatakan bahwa saya mempunyai pengalaman dalam perkara-perkara seperti ini. Memang, saya mempunyai sedikit gagasan mengenai bagaimana mengungkap perkara ini." Ia memberi isyarat dan seorang pramugara maju untuk memberikan sebuah benda tak berbentuk yang besar sekali dan terbungkus kain seprai.


"Apa yang akan saya lakukan ini mungkin agak mengejutkan Anda," kata Komisaris Saga memperingatkan


"Anda boleh menganggap saya eksentrik, mungkin tidak waras. Walaupun demikian, saya yakinkan Anda bahwa di balik ketidakwarasan saya ini ada - seperti yang Anda orang-orang Inggris katakan - metode."


"Tuan-tuan dan Nyonya-nyonya, di sini saya mempunyai saksi utama tentang siapa yang membunuh Nyonya Clapperton." Dengan cekatan disingkirkannya kain penutup terakhir sehingga benda yang disembunyikannya itu nampak - boneka kayu mendekati ukuran manusia, mengenakan setelan beludru dan kerah renda.


"Nah, Arthur," ujar Komisaris Saga, suaranya berubah secara tidak kentara - tidak lagi asing - sebaliknya nada suaranya persis orang Inggris yang sedikit beraksen Cockney.


"Dapatkah Anda memberitahu saya - saya ulangi - dapatkah Anda memberitahu saya - apa saja tentang kematian Nyonya Clapperton?" Leher boneka itu bergoyang-goyang sedikit. Rahang bawahnya yang terbuat dari kayu bergerak-gerak dan suara wanita yang tajam lagi tinggi mengatakan


, "Ada apa, John" Pintu terkunci. Aku tidak ingin diganggu pelayan..." Terdengar teriakan - kursi terbalik - seorang laki-laki berdiri terhuyung-huyung, tangannya memegang tenggorokannya - berusaha berbicara - berusaha... Kemudian, mendadak ia jatuh ke lantai. Kepalanya terempas. Laki-laki itu adalah Kolonel Clapperton.


***


Komisaris Saga dan dokter kapal bangkit setelah berjongkok di dekat tubuh tak berdaya itu.


"Sudah tiada. Serangan jantung," kata dokter singkat. Komisaris Saga mengangguk.


"Terkejut karena akalnya terbongkar," tambahnya. Komisaris Saga menoleh kepada Jenderal Forbes


. "Jenderal, Andalah yang memberikan petunjuk berharga dengan menyebut panggung gedung kesenian. Saya bingung berpikir - dan gagasan itu muncul. Andaikan sebelum perang Clapperton adalah seorang ventriloquist... Jika demikian, mungkin sekali tiga orang mendengar Nyonya Clapperton berbicara dari dalam kabinnya pada waktu ia sebenarnya sudah meninggal..." Ellie Henderson berada di sampingnya. Kedua matanya gelap dan penuh kesedihan.


"Tidak tahukah Anda bahwa jantungnya lemah?" tanyanya.


"Saya memang menduga demikian... Nyonya Clapperton bercerita bahwa jantungnya sendiri lemah, tapi dia mengesankan saya sebagai tipe perempuan yang senang dianggap sakit. Kemudian saya memungut sobekan resep yang isinya digitalin dosis tinggi. Digitalin adalah obat jantung, tapi pasti bukan untuk Nyonya Clapperton karena obat ini membuat pupil mata membesar. Gejala ini tidak saya jumpai pada mata Nyonya Clapperton - namun, ketika saya memandang mata Kolonel, saya langsung melihat tanda-tanda itu." Ellie menggumam.


"Jadi Anda sudah mengira - perkara ini akan berakhir - seperti ini?"


"Jalan terbaik. Apakah Anda tidak berpendapat demikian, Mademoiselle?" tanya Komisaris Saga lembut. Dilihatnya air mata mengembang di kedua mata perempuan itu.


"Anda tahu," kata Nona Ellie Henderson


, "Anda tahu sejak semula... bahwa saya menaruh perhatian... Tetapi dia tidak melakukan itu demi saya.... Kedua gadis itulah - yang masih muda membuatnya menyadari perbudakannya. Ia ingin bebas sebelum terlalu terlambat.... Ya, saya percaya itulah persoalannya... Kapan Anda mengira - dialah pembunuhnya?"


"Kontrol dirinya melampaui batas," sahut Komisaris Saga sederhana. "Walaupun sikap istrinya begitu menyakitkan, kelihatannya ia tidak pernah tersinggung. Berarti ia begitu terbiasa dengan perlakuan seperti itu sehingga tidak lagi sakit hati, atau - eh bien - saya percaya ada alasan lain... dan saya benar....


"Lalu, nampaknya ia ngotot untuk memperlihatkan kemampuannya bermain sulap - malam hari sebelum kejahatan itu terjadi ia pura-pura membuka rahasia dirinya. Padahal orang-orang seperti Clapperton tidak pernah membuka rahasia pribadinya. Pasti ada alasan. Selama orang-orang berpikir ia tukang sulap, mereka tidak akan berpikir bahwa sebenarnya ia seorang ventriloquist." "Dan suara yang kita dengar tadi - suara Nyonya Clapperton?"


"Salah seorang pramugari mempunyai suara mirip suara Nyonya Clapperton. Saya membujuknya untuk bersembunyi di belakang panggung dan mengajarkan kata-kata yang harus diucapkannya."


"Itu tipu muslihat - tipuan yang kejam," Ellie berteriak.


"Saya tidak menyetujui pembunuhan," Komisaris Saga menyahut.