Gadis Tiga Karakter

Gadis Tiga Karakter
Menggagalkan Rencana Sania Vl


"Sania apa kabarmu? Kami sekeluarga turut berduka-cita atas meninggalnya Tante Annet " kata Raditya saat berjabat tangan dengan Sania.


"Ya beginilah..!!" jawab Sania.


"Ngomong-ngomong siapa laki-laki yang kamu peluk tadi?" tanya Raditya pura-pura cemburu.


"Ohw dia kenalanku, rencananya aku akan menerimanya jadi kekasih setelah hari ini." kata Sania sambil menghidangkan makanan dan minuman yang di bawa oleh pelayan restoran.


"Maksud kamu, apa kita putus?" tanya Raditya.


"Iya.kita putus..!!" seru Sania sambil tersenyum tipis yang membuatnya kelihatan tambah cantik.


Seandainya Sania tidak berniat balas dendam, Raditya masih ingin melanjutkan hubungannya.


Sementara itu, Kity berlari menuju kearah Rani.


"Nona-nona... ! Kakakmu jangan makan makanan itu..!" seru Kity sambil terengah-engah.


"Tenang Kity, ceritakan secara pelan-pelan.. tarik nafas, lalu keluarkan..!" seru Rani yang ingin Kity lebih tenang agar lebih jelas bicaranya.


"Nona, saya tadi lihat orang berbaju abu-abu itu memberikan sesuatu pada pelayan restoran. Dan pelayan itu menaburkannya pada makanan yang di hidangkan." kata Kity.


"Aaapa...jangan-jangan..!" seru Rani.


Rani pun kemudian menghubungi Raditya.


"Kak Radit.. hallo..!! Makanan dan minuman di depanmu jangan di makan. Kemungkinan ada racunnya...!" seru Rani pada kakaknya.


"Jo...! standby di depan lift. Berjaga bila ada pasukan dari bawah naik ke sini...!!" seru Rani pada Jonathan yang sudah sampai di lantai tiga, setelah ber jalan lewat tangga.


Sementara itu Sania mempersilahkan Raditya dan Nara untuk makan makanan Jepang yang sudah tersedia.


Ketika hendak makan, Raditya mendapat kabar dari Rani.


Raditya pun mengurungkan niatnya untuk makan.


Raditya melihat ke arah Nara, gadis itu kelihatan sangat lapar.


Ketika tangannya hendak mengambil Sushi di hadapannya, Dan kemudian dia membisikan sesuatu pada Nara.


"Jangan di makan, ada racunnya..!!" bisik Raditya pada Nara.


Nara pun mengerti, di urungkan niatnya untuk makan Sushi.


Sania melihat Raditya yang memegang tangan Nara' dan mencium yang sebenarnya membisikkan sesuatu pada gadis kecil itu, mukanya pun memerah dan jari tangannya pun mengepal.


"Kenapa? tidak suka ya?" tanya Sania saat sudah mengendalikan emosinya.


"Oh iya, calon pacarku ini, alergi ikan. Jadi .maaf kami tidak memakannya." jawab Raditya.


"Seandainya bukan adikmu yang membunuh Mama ..?" keluh Sania.


"Seandainya bukan Papa tirimu yang membunuh kedua orang tuaku dan menculik papa Angkatku...? Adikku tak akan membunuh Tante Annet..!!" seru Raditya membela Adiknya.


"Itu papa tiriku bukan mamaku yang melakukannya...!" balas Sania membela mamanya.


"Apa...! kamu bilang...!! mamamu hampir membunuhku dengan jarum beracunnya. Dan kini kamu mau meracuni ku juga..!!" bentak Raditya.


"Meracunimu? Apa maksud mu..??" tanya Sania.


"Kau...!!" seru Sania geram.


"Ayo Nara kita pergi dari sini..!!" seru Raditya yang kemudian menarik tangan Nara untuk melangkah meninggalkan restoran.


Sania yang marah mengeluarkan jarum peninggalan mamanya, di lemparkanya ke arah Nara.


Namun sayang sekali jarum beracun itu tidak bisa menancap ke punggung Nara.


Entah karena Sania yang belum mahir atau karena Nara memakai jaket Jeans yang kainnya tebal, jadi jarum beracun itu tidak bisa menembus Jaket Nara.


"Hah... sialll....!" gerutu Sania.


"Jangan biarkan mereka lolos...! tangkap mereka....!!" seru Sania pada anak buahnya orang-orang yang berkemeja abu-abu itu.


"Bughh....! Agh....! Bughhh...bughh....!"


Raditya dan Nara pun melakukan perlawanan.


Pria-pria berkemeja abu-abu itu berdatangan dari arah tangga dan lift.


Dan di sekitaran lift, Jonathan dengan sigapnya menghajar mereka.


"Bugh...! agh...! Bughh..! Aghh..!!"


Mengetahui perkelahian yang tak berimbang, Rani pun segera memakai topengnya dan ikut menghajar kawanan baju abu-abu.


"Haiths..jiah...!! bughh..! Agh...!! bughh..! bughh..!! aghhh.,! Aghh...!!"


Rani pun menyerang puluhan orang berkemeja abu-abu yang datang dari tangga.


Mungkin karena lapar, Nara lengah. Gadis itu di jadikan Sania dan pengawalnya sebagai tameng menuju lift.


Setelah sampai di dalam lift, Nara di lepaskan oleh Sania.


Namun sebelum di lepaskan, Sania memberikan Nara kenang-kenangan dua buah jarum beracun menancap di leher Nara.


"Naraaa...!!" seru Jonathan yang kemudian mendekati tubuh Nara yang tergeletak lemas di depan pintu lift.


Raditya pun mendekat pada Jonathan dan Nara, guna memberikan perlindungan dari serangan anak buah Sania yang tersisa.


"Nona kejar anak setan Planet itu...!! Kity dari dalam liontin kalung pusaka.


"Astaga...iya..!!" seru Rani yang kemudian dia menuju ke tempat dia mengintai jalannya fashion show tadi.


Rani melihat Sania sudah sampai di lantai dasar Supermarket.


"Bagaimana caraku turun dengan cepat ya..?" tanya Rani dalam hati sambil berpikir.


...~¥~...


"Jadi penasaran bagaimana cara Rani turun dari lantai tiga ke lantai dasar secara cepat ya..??"


Yuk dukung terus Novel GADIS TIGA KARAKTER, dengan memberi like/komen/♥️/⭐/🎁 maupun Vote.


Terima kasih


...Bersambung...