Gadis Tiga Karakter

Gadis Tiga Karakter
Misi Di Kota Sebrang


Kita tinggalkan kisah Rani sejenak ya...


Setelah mendapatkan rumah tinggal buat tiga orang gadis yaitu Yuki, Linda dan Nilam, Inspekturs Saga dan mereka mengadakan rapat kecil bersama Inspektur Hari.


"Aku penasaran dengan cerita kalian tentang villa di pulau yang berada di tengah laut." kata Inspektur saga sambil minum teh manis yang ada dihadapannya..


"Iya kata kalian disana buat menyekap para tahanan dan membuat tahanan itu lupa ingatan..!" kata Inspektur Hari.


"Kita harus hentikan mereka, agar tidak ada lagi korban yang tidak bersalah jadi sasaran mereka...! ucap Yuki.


"Benar, tapi bagaimana? orang-orang yang di buat hilang ingatan, terlanjur di kirim ke kota-kota. Dan angka kriminal semakin membludak..!" kata Inspektur Hari.


"Harus ada yang menghentikan kegiatan mereka di pulau itu dan ada yang menangkap orang-orang yang sudah di kirim ke kota-kota." kata Linda.


"Mereka yang berbuat kriminal itu, karena mereka di buat hilang ingatan oleh orang jahat itu..!" kata Nilam yang juga ikut Nimbrung.


"Kita harus rampas kalung berliontin jam itu..! lalu kita hancurkan mustika ya...! agar tak memakan korban lagi..!" seru Inspektur Saga.


"Kita bagi dua saja..! satu kelompok menangkap orang-orang yang di buat hilang ingatannya itu dan satu kelompok lagi merampas kalung itu..!" usul Yuki.


"Ok..! Yuki dan aku akan ke pulau itu dan Inspektur Hari bersama Linda dan Nilam menangkap orang-orang yang telah hilang ingatan itu. Tahan mereka di ruangan khusus.


Mereka akan sadar bila kalung itu telah hancur..!" seru Inspektur Saga.


"Setuju..! kapan kita lakukan misi ini..!" seru Inspektur Hari.


"Semakin cepat semakin baik..!!" seru Inspektur Saga.


"Ok..! Aku dan Linda akan berpatroli tanpa seragam. Agar lebih mudah mengawasi mereka..!" kata Inspektur Hari.


"Ingat, kita jangan menyerang apa lagi sampai melukai anggota baru mereka yang hilang ingatan. Karena sesungguhnya mereka orang baik yang dibuat jahat oleh mereka..!" kata Inspektur Saga.


"Cara membedakannya bagaimana?" tanya Inspektur Hari memperhatikan rekan-rekannya bergantian.


"Serang mereka yang memakai jaket bergambar ular kobra, mereka anggota lama geng kobra..! itu yang saya lihat kemarin di villa..!" ujar Yuki.


"Aku bagaimana kak?" tanya Nilam tiba-tiba.


"Kamu di sini sekalian kamu latih lagi jurus-jurus kamu. Nanti kalau kami membutuhkan bantuan, kami akan menghubungimu..!" kata Linda sambil memeluk adiknya.


"Iya, karena misi ini berbahaya...!" kata Inspektur Hari saat menatap Nilam.


"Kita pisah mulai dari sekarang..!" Seru Inspektur Saga.


Dan mereka pun terpisah jadi dua, Inspektur Hari dan Linda menuju ke sepeda motor Inspektur Hari.


Sedangkan Inspektut Saga dan Yuki menuju ke sepeda motor Inspektur Saga.


"Yuki sebelum berangkat, bawa peralatan atau senjata yang kita butuhkan di sana nanti." kata Inspektur Saga saat memakai helm.


"Jadi, kita kemana dulu?" tanya Yuki yang juga memakai helmnya.


Sesampainya di kantor polisi, Mereka pun segera masuk ke kantor.


"Inspektur saga..! bawa siapa itu?" tanya rekan kerja Inspektur saga yang sedang piket.


"Ah..Saudara. Komisaris ada?" tanya Inspektur Saga pada rekannya.


"Ada di ruangannya..!" jawab rekannya itu uang kemudian kembali sibuk dengan pekerjaannya


Inspektur saga dan Yuki menuju ruangan komisaris.


"Selamat pagi komisaris..-.!" salam inspektur saga dengan lantang.


"Oh Inspektur Saga...! ada apa?" tanya Komisaris itu yang merasa heran, kenapa tiba-tiba Inspektur Saga datang padahal bukan piketnya dan dengan seorang gadis pula.


"Maksud kedatangan saya, kami meminta ijin mau menyelidiki kasus yang baru-baru ini terjadi. Dan meminta ijin membawa beberapa peralatan dan senjata yang di butuhkan nanti di sana." kata Inspektur saga.


"Ok tapi kalian harus tetap hati-hati. Hubungi kalau betul-betul terdesak..! seru komisaris itu dengan lantang.


"Baik komisaris..!" seru Inspektur Saga dan kemudian berjalan menuju tempat kerjanya di ikuti Yuki.


Setelah membuka pintu, Inspektur Saga menuju lemari penyimpanan ya namun sebelumnya di ambilnya dua tas pinggang nya.


Inspektur saga mulai mengisi tas pinggang tersebut dengan peralatan yang di butuhkan.


"Apa yang kamu masukkan.itu? tanya Yuki penasaran.


"Selain obat luar, juga obat lain yang kita butuhkan. Dan botol ini isinya obat bius, kamu tahukan cara kerjanya...!" seru Isnpektur saga yang kemudian menutup kedua tas tersebut dan menyerahkan satu tas kepada Yuki.


"Oiya..! ini penting buat kita..!" kata Inspektur Saga setelah menaruh empat benda di mejanya.


...~¥~...


"Tegang nih..!"


Maaf Up nya telat lagi. Rani ada tugas di dunia nyata...🙏🤭


Yuk dukung Novel GADIS TIGA KARAKTER, dengan memberi like/komen/♥️/⭐5/🎁 maupun Vote-nya ya...


Jangan lupa ramaikan Novel Author


*CINTA UNTUK YULIA


*SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA


*HITAM BUKAN HITAM HIDUPNYA


Terima kasih.


...Bersambung...