
"Terima aja Ran, Kapan-kapan buat janjian sama Sersan Saga." saran Raditya.
"Eh, benar juga, biar mengenal lebih dekat siapa itu Sersan Saga yang tampan itu." jawab Rani sambil tersenyum.
"Dasaar kamu ini!" seri Raditya yang menggelengkan kepalanya dan mengulas senyumnya.
"Kak Radit, tarik lagi! Tampaknya dapat ikan lagi tuh!" seru Rani yang kembali melihat kail pancing kakaknya itu sedang ditarik-tarik ikan.
Raditya dengan sigap menariknya dan akhirnya terlihatlah jenis ikannya.
"Kali ini Nila Ran!":seru Raditya yang menarik kailnya dan Ikan Nila itu pun masuk ke dalam ember.
"Sudahan yuk kak, kasihan Mama Papa nungguin kita!" ajak Rani yang sudah bangkit dari duduknya.
"Iya, kakak minta pada pelayan memasaknya dulu." kata Raditya yang juga ikut bangkit dari duduknya.
Kemudian keduanya melangkahkan kaki untuk mengembalikan alat pancing dan menyerahkan ikan pada pelayan untuk dimasak. Kemudian Radit dan Rani segera mencuci tangan mereka, setelah itu mereka menghampiri kedua orang tua angkat mereka yang sedang asyik mengobrol seraya memperhatikan kedua anak angkatnya itu.
Saat Rani dan Raditya menghampiri Papa dan Mama nya, mereka melihat sesosok laki-laki seumuran tuan Wibowo yang berada dihadapan kedua orang tua angkatnya itu.
"Rani, Radit kemari Papa kenalkan pada Om Jordy. Om Jordy ini customer terbaik sekaligus sahabat terbaik Papa dan Almarhum Ayah kamu" jelas tuan Wibowo seraya menatap kedua anak angkatnya dan bergantian melihat pada tuan Jordy.
"Jadi Om Jordy sahabat Ayah juga Pa?" tanya Raditya yang mengulurkan tangannya pada tuan Jordy, keduanya bersalaman..
"Iya, Om Papamu dan Ayahmu adalah sahabat waktu di sekolah. Setelah lulus, berpisah karena mengejar cita-cita masing-masing.
Ayahmu dengan menjadi guru, Papamu ini dengan usaha toko olah raga dan aku sebelum punya usaha pemancingan ini, aku masuk geng Srigala dan sampai sekarang." cerita panjang tuan Jordy.
"Dan Om Jordy sekarang jadi ketua Geng Serigala." tambah tuan Wibowo.
"Jadi Om Jordy ketua geng Srigala?" tanya Rani seraya mengulurkan tangan kanannya untuk bersalaman dengan tuan Jordy.
Gadis itu tak percaya, wajah cantik nya berubah pucat pasi seketika itu juga. Dia ingat kejadian tadi pagi, dimana dia menghajar beberapa orang anggota geng yang dipimpin laki-laki dihadapannya itu dan kemudian dia melepas jabatan tangannya.
"Kenapa kamu Ran? kamu kenal Geng Srigala?" tanya tuan Wibowo yang penasaran melihat perubahan wajah Rani. Gadis itu pada saat ini gemetaran.
"Geng Se...serigala?" tanya Rani yang penasaran.
"Iya, kamu ini kenapa, Ran?" tanya nyonya Lani yang penasaran.
"Lantas ke....napa ta...di pagi menyerang temanku Om?" tanya Rani yang gugup.
"Oh,tadi pagi..." Om Jodry menarik napasnya panjang dan mengeluarkannya pelan-pelan.
"Geng Srigala dan Kobra saling bermusuhan sejak Paman mu Sidiq memberitahu, bahwa yang mengakibatkan Ayah dan Ibumu meninggal karena di tabrak mobil Baskoro. Yang merupakan ketua geng Kobra. Nah sejak saat itu aku dan Pamanmu Sidiq selalu membuat serangan pada anggotanya agar Baskoro terpancing keluar. Nyatanya sama sekali tidak keluar. Malah anak buahnya semakin brutal merusak fasilitas kami. Kami pun berinisiatif menculik salah satu anaknya sebagai umpan. Tapi usaha kami gagal karena Polisi sialan itu!" jelas tuan Jordy dengan geram.
"Ya Tuhan..,..!" batin Rani yang seperti di sambar petir.
"Akulah penyebab gagalnya usaha mereka, apa yang harus aku lakukan untuk menebusnya? Dasar bodoh kamu Ran...bodoh!" gerutu Rani mengutuk dirinya dalam hati.
"Om dan Papa, Mama., Rani mohon ijin sebentar. Rani mau bicara dengan kak Radit sebentar!" seru Rani yang menatap satu persatu ketiga orang yang berusia paruh baya itu.
"Ada apa Ran? serius amat?" tanya Nyonya Lani yang penasaran.
"Sebentar saja kok Ma." pinta Rani yang memberi kode pada kakaknya.
"Iya cepat sana, sebelum hidangan datang. Mama bayangin ikan yang kamu pancing sudah masak dan tercium aromanya. wanginya, bikin perut mama meronta-ronta saja!" seru nyonya Lani sambil tersenyum.
Tak berapa lama pelayan restoran pemancingan itu menghidangkan makanan yang berupa ikan yang dipancing Raditya, dengan ditambah ikan pesanan nyonya Lani.
"Silahkan di nikmati hidangannya, saya permisi dulu, saya mau menemui tamu yang lainnya." pamit tuan Jordy yang bangkit dari duduknya.
"Oh kamu tidak makan bareng sekalian disini?" ajak tuan Wibowo.
"Oh, tidak terima kasih. Banyak tamu di luar sana yang harus saya temui. Selamat menikmati kuliner kami." jawab tuan Jordy dengan mengulas senyumnya.
Setelah itu tuan Jordy melangkahkan kakinya meninggalkan kedua temannya, dan tak berapa lama Rani dan Raditya sudah kembali dan mereka duduk pada posisinya.
"Kalian bicara apa saja? Ayo kalian jelasian sambil makan, nanti keburu dingin kan sayang!" bujuk tuan Wibowo yang penasaran dengan perubahan sikap Rani dan memandang anak-anaknya.
Radit pun memberi kode pada Rani untuk berbicara pada kedua orang tua angkatnya, biar dapat solusi.8
"Iya Ma, Pa."jawab Rani.
Merekapun makan bersama, menyantap ikan yang selain ikan yang ditangkap Raditya tadi, juga menyantap ikan pesanan nyonya Lani tadi.
Makan malam kali ini sungguh nikmat, selain karena hasil tangkapan sendiri juga berkumpulnya keluarga kecil mereka.
Setelah selesai makan, Rani bermaksud mengutarakan apa yang mengganggu pikirannya sedari tadi.
"Papa, mama, setelah Rani mengetahui siapa om Jordy dan maksud dari geng Srigala. Rani merasa bersalah pada mereka." kata Rani dengan tatapan mata sendu dan penyesalannya.
"Memangnya kenapa dengan kamu?Dan apa yang telah kamu lakukan nak?" tanya tuan Wibowo sambil memandang Raditya berharap akan mendapat jawaban dari Raditya, apabila Rani belum sanggup bercerita.
"Tadi pagi saat Rani berangkat sekolah....!"
Pada saat Rani akan menceritakan isi hatinya, tiba-tiba terdengar suara gaduh di luar pemancingan.
"Jordy...keluar kau..!!" teriak seseorang dari luar sana.
"Dasar pengecut! apa yang kau lakukan pada adik kami, kami tidak terima! kalau tidak keluar aku hancurkan tempat kamu ini!" seru yang lainnya.
Semua pengunjung melihat dan mendengar hal itu, berdiri saling berkumpul di pemancingan tapi masih tetap didalam pemancingan.
Rasa penasaran dan ingin tahu apa yang terjadi ada dibenak semua pengunjung, pelayan dan juga keluarga kecil tuan Wibowo.
Sebagian besar pengunjung merekam aksi itu dengan ponsel mereka, dan ada yang lapor polisi secara diam-diam.
"Aku Jordy! Apa yang kalian inginkan, dan apa masalah kalian!" seru tuan Jordy yang maju diantara pengunjung diikuti oleh beberapa pengawalnya.
"Cihh! beraninya sama anak kecil! kau harus tanggung jawab apa yang kalian lakukan pada adik kami!" bentak salah satu dari mereka.
...~¥~...
...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Gadis Tiga Karakter ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana Wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
...Bersambung...