Gadis Tiga Karakter

Gadis Tiga Karakter
Modus


"Oke..! Selesai makan kita jadi membahas rencana membebaskan Komisaris Anggara.!" seru Jonathan yang tiba-tiba mengalihkan pembicaraannya.


"Lantas apa kita akan membicarakannya disini?" tanya Jonathan sambil melihat ke sekelilingnya.


"Kita ke pos polisi tempat biasa aku bersama Inspektur saga sering ketemu di sana...! Rani kamu antar Jonathan dan lainnya, aku dan Dito akan ke kantor polisi sebentar..!" kata Inspektur Alex.


"Ok aku setuju..! kalian setuju tidak?" tanya Rani pada yang lainnya.


"Setuju..!!" sahut Jonathan dan anggota geng Serigala.


"Ka..kantor polisi?" tanya Dito sambil membenarkan kacamatanya.


"Iya..! kamu aku ajak ke kantor polisi untuk memberi laporan tentang perkelahian tadi dan mengambil sesuatu yang sangat kita butuhkan nanti." jelas Inspektur Alex.


"Terus sepedaku bagaimana?" tanya Dito.


"Oiya, sepedaku juga .!" sahut Rani yang ingat dia tadi membawa sepeda motor matic pemberian Inspektur Saga.


"Ah.. aman kok di parkiran sekolah...!" balas Inspektur Alex.


"Kalau begitu, kita berangkat sekarang..!" sahut Jonathan yang kemudian berdiri dari duduknya.


Dan di ikuti yang lainnya.


"Sebentar Inspektur Alex, anda harus membayar semua pesanan kami tadi. Kan anda tadi kalah, he..he..!" kata Rani yang mengingatkan.


"Astaga...! semua? saya kira cuma kamu saja yang aku bayarin..!" gumam Inspektur Alex yang sedikit shock.


"Ini pak uangnya..!apa sudah cukup pak?" tanya Rani membuka dompet dan memberikan uang tiga lembar pada tukang bakso itu.


"Hei..i..itu dompetku..!" seru Inspektur Alex saat melihat Rani membuka dan mengambil uang tiga lembar pada tukang bakso itu.


Yang kemudian hendak mengambil dari Rani, namun Rani mampu menghindarinya.


"Bagaimana kamu bisa mengambilnya dari celanaku...! kau rupanya punya bakat pencopet rupanya...!' seru Inspektur Alex sedikit geram.


"He..he... maaf ya Inspektur,paling cuma tiga lembar, uang andakan lebih dari itu...! 1..2..3..4..5...5......wah masih banyak..! he..he..! ini pak Inspektur, lain kali traktik kami lagi ya..?! Inspektur baik deh..! kalau masalah mencopet, itu memang keahlianku...!he..he..!" seru Rani sambil melemparkan dompet yang di bawanya ke arah empunya.


"Aku tanya..! sejak kapan kamu ambil dompetku....?" tanya Inspektur Alex geram.


"Sejak kapan ya? sejak Inspektur lengahlah..! he...he.,!" canda Rani


"Saga...! gadis pujaanmu .emang bikin orang jantungan.!!" batin Inspektur Alex sambil mengelengkan kepalanya.


"Ayo Inspektur..tunggu apa lagi .!!" seru Rani yang sudah ada di luar warung.


"Iya...!" jawab Inspektur Alex, yang mulai melangkahkan kakinya .keluar dari warung Bakso itu.


Dito di bonceng Inspektur Alex menuju ke kantor polisi, sedangkan Rani membonceng Jonathan.


"Eh tak disangka, ternyata seorang gadis diantara enam belas laki-laki gagah..!hi..hi..!" kata dalam hati Rani yang menertawai dirinya sendiri.


"Rani...! sebetulnya aku suka sama kamu, sayangnya kamu sudah ada yang punya ya...!" ungkapan Jonathan saat mengendarai motornya


"Kita berteman saja ya Jo...! di luar sana banyak yang lebih baik dari aku..!" balas Rani agar Jonathan tak kecewa..


"Terserah kamulah, yang penting aku tak bisa menyayangimu apalagi mencintaimu.Karena sudah aku serahkan pada Kak Saga.," jelas Rani.


"Pegangan...! aku ngebut nih..!" seru Jonathan.


"A..apa..! jangan modus ya, aku tak akan memelukmu..! gerutu Rani.


"Heh..! beapa lama kamu tak akan berpegangan padaku...!' batin Jonatan dengan senyum sinis.


"Sial...! dasar modus...!!" umpat Rani yang tetap bertahan tidak berpegangan pada Jonathan.


Tak berapa lama mereka telah sampai di tempat yang dituju.


"Ternyata kamu memang teguh pada pendirianmu ya...! Betapa bangganya orang yang memilikimu, kamu ternyata orangnya setia ya..! seru Jonathan sambil tersenyum.


"Baru tahu ya...!!" balas Rani dengan senyum sinisnya.


Dan mereka pun melangkah ke teras pos dan saling bercengkrama dengan yang main catur maupun sekedar ngobrol sambil menunggu Inspektur Alex.


Berkali-kali Jonathan berusaha merayu bahkan memegang tangan Rani, namun berkali-kali pula Rani menghindarinya.


Lama kelamaan kesabaran Rani memudar berganti emosi, Rani menarik kerah baju Jonathan dan tangan mengepal di tunjukan pada Jonathan.


"Sekali lagi kamu modus atau cari-cari kesempatan..! pukulanku akan mendarat ke perutmu..!!" ancam Rani.


"Wo..ow,..oke-oke....! beri aku ciuman dulu ya..he..he..!" seloroh Jonatan.


"Plaakk..!!


Satu tamparan melayang ke pipi Jonathan.


"Sudah ku bilang jangan modus...! ngeyel...!" gerutu Rani.


Semua anggota geng Serigala pun tertawa di buatnya.


"Rasain kamu Jo...! Rani di modusi..! malah tamparan yang didapat..! ha..ha..!" seru sebagian dari geng Serigala.


...~¥~...


Yuk dukung novel "Gadis Tiga Karakter", dengan memberi like/ komen/fav/rate 5/gift dan juga Votenya.


Oya, dukung karya Author lainnya ya...


*CINTA UNTUK YULIA


*SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA


*HITAM BUKAN HITAM HIDUPNYA.


Terima kasih.


...Bersambung...