Gadis Tiga Karakter

Gadis Tiga Karakter
Kedatangan Elly Dina


Setelah membicarakan masalah ini dengan suaminya, ia berpendapat tidaklah bijaksana meminta bantuan kepolisian untuk kasus yang hanya menyangkut lingkungan rumah tangga.


"Tunggu dulu nyonya Todd!" seru Rani yang tak mau tinggal diam.


"Kasus ini sudah masuk ke kepolisian, dan anda tidak bisa menghentikannya begitu saja!" sambung Rani yang mengrenyitkan kedua alisnya.


"Tapi kalian pasti akan lama mencarinya! Dan itu sampai kapan!" seru nyonya Todd yang sedikit kesal.


"Sebentar usaha telah kita tempuh selain mengabarkan ke setiap kantor kepolisian dia sekitar kota ini. Dan saya juga sudah pasang iklan di surat kabar dan media sosial." jelas Rani.


"Nah dengan begitu, jika Elly Dina menghubungi alamat ini, dia akan mendapat informasi dari surat kabar dan media sosial yang semua itu demi kebaikannya!" jelas Komisaris Saga.


"Baiklah, kalau begitu kita tunggu saja nanti hasilnya. Saya permisi!" seru nyonya Todd yang kemudian melangkahkan kaki meninggalkan ruang kerja komisaris Saga.


Rani dan komisaris Saga saling pandang dengan penuh arti, dan Rani sempat menaikkan bahunya.


Kemudian Rani mohon diri dari hadapan Komisaris Saga. Perempuan itu akan mengadakan penyelidikan kecilnya sendiri. Dia berangkat dan semuanya harus dikerjakan secepat mungkin.


Rani tidak bersama komisaris Saga lagi hingga petang hari, ketika ia berkenan menceritakan apa yang telah dikerjakannya hari itu kepadaku.


"Aku mengadakan penyelidikan di perusahaan Todd. Rabu itu ia masuk kerja dan sikapnya biasa saja sejauh itu tentang dia. Lalu Simpson, pada Kamis ia sakit dan tidak muncul di bank, tapi dia masuk hari Rabu.


Simpson cukup akrab dengan Davis. Tidak ada yang luar biasa. Kelihatannya tidak ada apa pun dari penyelidikan ini.


"Kita harus menaruh harapan pada iklanlan itu muncul sebagaimana mestinya di semua harian utama. Atas perintah komisaris Saga, iklan itu dimuat setiap hari selama seminggu. Hasratnya pada masalah yang tidak menarik tentang juru masak yang hilang ini luar biasa.


Rani baru saja sadar, komisaris Saga menganggap mendapat kehormatan untuk bertekun hingga berhasil. Beberapa kasus yang sangat menarik disodorkan kepadanya pada saat-saat ini, tetapi semua ditolaknya.


Setiap pagi ia bergegas menghampiri surat-suratnya, memeriksa dengan hati-hati, kemudian meletakkan tumpukan surat itu sambil menghela napas.


Akhirnya kesabaran itu membuahkan hasil. Hari Rabu setelah kunjungan Nyonya Todd induk semang memberitahu kalau seorang wanita bernama Elly Dina akan datang.


"Elly Dina ..!" panggil komisaris Saga dan Rani yang bersamaan.


"Suruh dia naik kalau begitu. Langsung saja. Secepatnya!" seru Komisaris Saga pada salah seorang perwira kepolisian.


Mendengar perintah itu, perwira itu bergegas melangkahkan kaki keluar dari ruangan komisaris Saga.


Sebentar kemudian ia kembali mengantarkan Elly Dina untuk masuk. Orang yang mereka cari ini seperti yang digambarkan Nyonya Todd: tinggi, besar, dan jelas-jelas terhormat.


"Saya datang untuk memenuhi panggilan iklan itu," kata perempuan itu yang menjelaskan.


"Saya kira ada kesalahpahaman atau apa, dan mungkin Anda tidak tahu bahwa saya sudah menerima warisan saya." kata perempuan yang bernama Elly Dina itu.


"Persoalan yang sebenarnya begini," kata komisaris Saga yang berusaha untuk menjelaskan.


"Nyonya Todd sangat memperhatikan Anda. Dia khawatir Anda mengalami kecelakaan." kata Komisarisa Saga.


Elly Dina terperanjat dan nampak amat terkejut.


"Kalau begitu, apakah Nyonya tidak menerima surat saya?" tanya Elly Dina yang menatap Komisaris Saga, Rani dan nyonya Todd.


Nyonya Todd menggelengkan kepalanya.


"Nyonya Todd tidak menerima surat apa pun." jawab komisaris Saga yang berhenti sejenak, lalu berkata dengan nada membujuk,


"Maukah kau menceritakan seluruh kisah ini kepada saya?"


Elly Dina tidak perlu lagi didorong-dorong. Dengan segera ia bercerita panjang lebar.


"Rabu malam itu saya pulang dan hampir sampai di rumah ketika seorang laki-laki menghentikan langkah saya. Orangnya tinggi, berjenggot, dan mengenakan topi besar. 'Apakah anda Elly Dina?' tanyanya. 'Benar,' jawab saya. 'Saya baru saja mencari Anda di rumah nomor 88 itu,' katanya lebih lanjut. 'Mereka memberitahu mungkin saya dapat menemukan Anda berjalan di sini. Nona Dunn, saya datang dari Australia khusus untuk menjumpai Anda. Tahukah Anda nama gadis nenek Anda dari pihak ibu?' jelas sekaligus tanya orang itu.' 'Julia Emma' sahut saya. 'Tepat,' kata laki-laki itu. 'Nah, Nona Elly Dina, mungkin Anda tidak pernah mendengar bahwa nenek Anda mempunyai sahabat yang bernama Elisa Lena." cerita Elly Dina, dia menghentikan sebentar ceritanya dan menghela napasnya.


"Sahabat nenek Anda ini pergi ke Australia dan menikah dengan penduduk sana yang kaya-raya. Kedua anaknya meninggal selagi masih bayi dan dia mewarisi semua kekayaan suaminya. Beberapa bulan yang lalu ia meninggal dunia. Dan Anda akan mewarisi sejumlah besar uang dan sebuah rumah di luar kota.' Saya terkejut sekali mendengar kabar itu." lanjut Cerita Elly Dina.


Kemudian dia melanjutkan ceritanya kembali.


"Sejenak saya curiga dan laki-laki itu pasti melihat kecurigaan saya karena ia tersenyum. 'Benar sekali kalau Anda waspada, Nona Dina,' katanya. 'Inilah surat mandat saya.' Diangsurkannya sepucuk surat dari pengacara di Melbourne, Hurst & Crotchet serta sebuah kartu nama. Dia adalah Tuan Crotchet sendiri. 'Ada sedikit syarat,' katanya lagi. 'Klien kami ini agak eksentrik. Anda harus menempati rumah itu (yang terletak di Cumberland) sebelum pukul 12.00 besok. Syarat lainnya tidak penting - hanya saja Anda tidak boleh berprofesi sebagai pembantu rumah tangga.' Wajah saya menjadi muram. 'Tuan. Crotchet,' kata saya, 'saya seorang juru masak. Tidakkah mereka di rumah tadi memberi tahu Anda?' 'Sayang, sayang,' keluhnya. 'Saya tidak memikirkan hal itu. Saya kira Anda dapat menjadi pengasuh atau guru pribadi di sana. Sayang sekali - benar-benar sayang.' Apakah saya akan kehilangan seluruh uang itu"? tanya saya dengan cemas. Dia berpikir sebentar, akhirnya berkata, 'Nona Dina, selalu ada banyak cara dalam berurusan dengan hukum. Kami sebagai pengacara tahu akan hal ini. Dalam persoalan ini, jalan keluarnya adalah Anda harus meninggalkan pekerjaan Anda sore ini.' 'Tetapi, bagaimana dengan gaji saya bulan ini"' tanya saya. 'Nona Dina yang baik,' ujarnya seraya tersenyum. 'Anda dapat berhenti bekerja setiap saat dengan mengorbankan satu bulan gaji. Majikan Anda pasti akan memahami mengingat kondisi-kondisinya." cerita Elly Dina yang menghentikan ceritanya sejenak.


Dan semuanya masih menyimak, cerita sekaligus penjelasan Elly Dina.


"Kesulitannya terletak pada waktu! Ini keharusan. Saya harus naik kereta pukul 23.15 dari King's Cross ke Utara. Dia memberikan lebih dahulu kira-kira sepuluh pound untuk ongkos dan saya dapat menulis surat untuk majikan saya di stasiun. Dan katanya dia sendiri yang akan menyampaikan surat itu kepada nyonya Todd dan menjelaskan semua ini.' Tentu saja saya setuju. Sejam kemudian saya sudah berada di kereta api dengan hati yang amat gundah, sehingga saya tidak tahu apakah semua ini saya lakukan atas kemauan saya sendiri atau karena terpengaruh. Sungguh, setiba di Carlisle, saya cenderung menilai seluruh kejadian ini sebagai salah satu penipuan yang sering saya baca. " cerita Elly Dina yang kembali berhenti sejenak.


"Lantas bagaimana?" tanya Rani yang penasaran.


...~¥~...


...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Gadis Tiga Karakter ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana Wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...Bersambung...