
Raditya menggeser lemari itu dan nampak sebuah pintu lift.
"Mama dan Lilian..! ayo kemari..!" panggil Raditya.
Dan mereka pun mendekat dan tepat di depan pintu lift itu.
Setelah menekan tombol sandi, lift itu pun terbuka.
Mereka pun menuju ke ruang bawah tanah, di ruangan itu terdapat dua tempat tidur, dapur dan kamar mandi.
Raditya juga memberitahu Mama Lani dan Lilian kalau ada sebuah pintu untuk keluar yang di gerakan dengan sebuah tuas yang berbentuk obor.
Pintu itu akan menuju ke pinggir danau yang ada di belakang Gym Raditya.
"Mama sudah mengerti Nak..! kamu hati-hati di atas sana ya..!" pesan Mama Lani.
"Iya Ma..!" jawab Raditya.
"Radit, tolong bilang ke Inspektur Alex, kalau aku tidak apa-apa. Supaya dia jangan mengkhawatirkan aku." pesan Lilian.
"Iya nanti akan saya sampaikan. Saya akan ke atas ya..!" kata Raditya.
"Hati-hati Radit..!" seru Mama Lani.
"Iya Ma..!" balas Raditya.
Dan Radit pun kembali ke atas, mempersiapkan kemungkinan yang akan terjadi bila memang Geng Kobra akan menyerang Gym miliknya ini.
...***...
Mobil pick up yang membawa Rani dan yang lainnya telah sampai di markas geng Kobra.
Setelah turun dari mobil itu, mereka pun berjalan menuju ke pintu gerbang geng Kobra.
Sebelum mereka masuk, mereka di tahan oleh anggota geng Kobra yang berjaga di kedua sisi gerbang tersebut.
Jonathan dan Inspektur Alex berada di depan, sedangkan Rani dan Dito berada di tengah-tengah mereka.
"Tunggu... apa sandi kita..!!" seru salah satu penjaga itu.
"Bisa kita menguasai Dunia" jawab Jonathan lantang.
Kedua penjaga itupun membukakan pintu gerbangnya.
Setelah mereka masuk, mereka di tahan Roy yang sibuk mengelap keringatnya. Yang sepertinya habis latihan.
"Tunggu..! kalian dari misi apa..?" tanya Roy yang masih sibuk mengelap keringatnya.
"Kami dari misi di sekolah..!" kata Inspektur Alex tegas.
Roy mengamati satu persatu dari mereka.
Beruntungnya tadi Dito memakai kumis palsu, jadi Roy tak mengenalnya.
"Masuk ketempat masing-masing..!" seru Roy.
Dan mereka pun berpencar.
Rani, Dito,Inspektur Alex dan Jonathan menyusuri lorong yang menuju ketempat tahanan.
"Sedang apa kalian di sini?" seru orang itu yang tak Anton tangan kanan Baskoro.
Anton nampak baru keluar dari sebuah ruangan tahanan.
"Kami sedang ber patroli kakak besar..!" jawab Jonathan yang sebelumnya sudah di beri tahu Dito mengenai panggilan untuk tangan kanan Baskoro.
"Jangan sampai ada penyusup..!" seru Anton yang tidak curiga. Dia pun segera meninggalkan mereka dan menuju ke ruang utama.
"Hati-hati ada Cctv...!" bisik Dito
"Sial... aku lupa nggak bawa kerikil di saat penting begini..!" gumam dalam hati Rani.
"Dito..! di sini ada kerikil?" bisik Rani pada Dito.
Lelaki itu berpikir, " Di sini tidak ada kerikil, tapi kelereng ada..!" jawab Dito mengingat kembali.
"Kelereng? nggak apa-apa. Dimana..!?" tanya Rani sumringah.
"Ada di ruang tahanan bawah tanah..!" jawab Dito.
"Ok, Inspektur Alex dan Jonathan jaga di sini, aku dan dito ke ruang tahanan bawah." seru Rani yang membagi tugas.
"Iya, selama ada Cctv, Kita tidak bisa bebas bergerak..!" bisik Inspektur Alex yang telah mengetahui banyak Cctv yang terpasang.
Dito mengajak Rani menuruni sebuah tangga dari batu. Lumayan dalam mereka menuruninya.
"Semoga saja masih ada kelerengnya..!" bisik Dito.
Rani hanya mengangguk tak bersuara karena di bawah ada empat anggota geng Kobra yang berjaga.
"Hai siapa kalian..!" seru salah seorang dari mereka.
"Kami akan menggantikan kalian berjaga di sini." seru Dito.
"Aapa kau bilang..! menggantikani kami?" kata Salah serang dari mereka.
Sedetik kemudian mereka bersiaga untuk menyerang.
"Penyusup...!!" kata mereka bersamaan.
"Nampaknya mereka mengetahui siapa kita..!" bisik Rani pada Dito.
"Iya...!" balas Dito.
"Happ..!!"
Rani melompat mendekat dengan ke empat orang itu.
Keempat orang itu pun mengelilingi Rani.
Rani pun pasang kuda-kuda bersiap jika mereka menyerang.
Dan benar, mereka menyerang Rani bergantian.
"Hiaaaat...!!!"
"Bughhh....!!!"
"Bughh....!!"
"Ahh...!!
Satu orang dari mereka tersudut.
"Aku tidak membuang waktu untuk mereka, lebih baik aku habisi untuk mempercepat misiku...!!" kata dalam hati Rani.
Rani yang ingin segera menyelesaikan perkelahian itu pun memegang liontin kalung pusaka.
"Pedang..,!!"
Dan liontin itu menjadi sebuah pedang yang mengkilap dan tajam.
"Apa kau pendekar bertopeng itu..?" tanya salah satu dari mereka yang mulai bergidik
"Ooh.. rupanya kalian sudah tahu...! jadi tak perlu aku repot-repot memperkenalkan diri...!" seru Rani lantang.
Ketiga geng kobra itu mengeluarkan parang dan bersiap melawan Rani.
"Hiaaaat...!!
"Treenngg....!!"
"Teng...!"
Teengg...!!"
'Wah..malah kelamaan..! Baiklah jurus Tarian Dewi Cinta...!!' seru dalam hati Rani.
Dan sedetik kemudian gadis itu mengeluarkan jurus yang lebih banyak menggunakan kekuatan kaki itu.
...~¥~...
Yuk dukung novel "Gadis Tiga Karakter", dengan memberi like/ komen/fav/rate 5/gift dan juga Votenya.
Oya, dukung karya Author lainnya ya...
*CINTA UNTUK YULIA
*SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA
*HITAM BUKAN HITAM HIDUPNYA.
Terima kasih.
...Bersambung...