
Inspektur Saga mengejar Baskoro dan Edo sampai ke bibir pantai,
Di lihatnya ada cahaya merah dan hitam membentuk lingkaran didepan bibir pantai lalu menghilang.
"Ah sial...! betul kan dia menghilang..!" ucap Inspektur Saga kecewa.
Kemudian dia kembali ke halaman Villa, berjalan diantara anggota geng kobra yang tergeletak antara sudah menjadi mayat maupun pingsan.
Inspektur Saga mencari keberadaan tubuh Jarot dan Edward yang nota bene tangan kanan Baskoro yang kesekian.
"Itu dia..!" seru Inspektur Saga yang kemudian memeriksa denyut nadi Jarot dan Edward.
"Sudah tewas, ..!! Ahh., kalung itu..!!". seru Inspsektur Saga yang kemudian memeriksa tubuh Jarot.
"Ketemu...!!" seru Inspektur Inspektur Saga saat mengambil sesuatu dari dalam saku celana Jarot.
Sesuatu itu terbungkus dengan kain hitam. Saat Inspektu Saga membukanya, seberkas sinar hitam terpancar dari mustika hitam dari liontin kalung pusaka itu,
"Sebaiknya aku simpan kalung ini dalam cincin penangkal yang ada padaku. Bahaya kalau sampai jatuh ke tangan orang jahat '" gumam Inspektur Saga yang kemudian mengusap cincin penangkal itu dan keluar seberkas cahaya biru.
Dalam sekejap, bungkusan kain berwarna hitam itu lenyap begitu saja masuk ke dalam cincin penangkal itu.
Inspektur Saga kemudian menelpon Komisaris, untuk membawa pasukannya guna mengevakuasi pulau yang di jadikan markas oleh Baskoro ini.
Sementara itu Yuki yang luka terkena tembakan di lengannya sedang di obati oleh Inah.
Sedangkan Emi, memeriksa dan memisahkan anggota geng kobra yang tewas dan luka-luka.
"Bi Emi...! apakah anggota geng Kobra semua sudah ada di sini?" tanya Inspektur saga saat memperhatikan tumpukan mayat dan yang masih hidup.
"Setelah saya hitung, masih kurang empat orang..!" jawab Emi yang kemudian menghitung ulang jumlah mayat dan anggota geng yang masih hidup.
"Kalau kurang empat, berarti yang aku bius tadi ada empat orang saat di gudang beras..!" kata Inspektur Saga yang mengingat kejadian di gudang tadi.
"Ok..! akan aku bereskan mereka sebelum mereka sadar..!" seru Emi yang kemudian setengah berlari menuju gudang beras.
Inspektur Saga kemudian menghampiri Yuki yang tidak sadarkan diri saat diobati Inah.
"Bagaimana keadaan Yuki bi?" tanya Inspektur Saga yang di baringkan di balai-balai bambu yang ada di bawah pohon mangga depan Villa.
Dengan jubahnya di gunakan untuk menutupi tubuhnya.
"Non Yuki tidak sadarkan diri, maaf tadi saya mengoperasi kecil untuk pengambilan peluru yang ada di lengan dia. Sebentar lagi juga sadar..!" kata Inah sambil memasang perban di luka Yuki.
Inspektur Saga menyibak rambut Yuki, tiba-tiba dia melihat bayangan Rani tunangannya di wajah Yuki.
"Rani...!" dengan spontan Inspektur Saga memanggil tunangannya itu walaupun lirih, namun masih bisa di dengar oleh Inah.
"Inspektur kangen Non Rani ya..!" tanya bi Inah yang sudah selesai memasang perban.
"Iya bi, sudah beberapa hari tak ada kabar dari dia..!" kata yang kemudian duduk di samping Yuki.
Tak berapa lama Yuki membuka matanya.
"Rani... bagaimana keadaanmu?" tanya Inspektur Saga pada Yuki yang baru sadar.
"Yuki.. Inspektur..!" Inah membenarkan panggilan inspektur Saga.
"Rani Inspektur..!" jawab Inah sambil tersenyum.
"Astaga...! gara-gara mikirin Rani, jadi salah sebut..!" kata Inspektur Saga sambil mengusap wajahnya.
"Aku dimana? aku kena apa?" tanya Yuki yang baru sadar.
"Masih di pulau, kamu tak sadarkan diri karena "kena tembak." kata Inspektur Saga.
Yuki kemudian berusaha untuk membuat dirinya dalam posisi duduk.
"Bi bisa minta minum..?" tanya Yuki pada Inah.
"Iya.." jawab bi Inah yang kemudian mengambil air minum untuk Yuki.
Tiba-tiba satu helikopter , satu buah kapal Ferri dan beberapa Speedboot yang berisikan anggota kepolisian datang.
Helikopter pun turun pada landasan di halaman villa yang masih cukup luas.
Terlihat komisaris turun dari helikopter.
Inspektur Saga pun bangkit dari duduknya dengan tangan di angkat di kepala dengan posisi hormat pada komisaris yang menghampirinya.
"Lapor komisaris, Anggota geng kobra yang tewas dan masih hidup sudah di pisahkan.Dan masih ada lagi empat orang di gudang..!" laporan Inspektur Saga dengan lantang.
"Bagus..! bagaimana dengan pemimpinnya?" tanya Komisaris.
"Baskoro dan satu tangan kanannya berhasil kabur, tapi dua tangan kanannya telah tewas." jawab Inspektur Saga.
Emi datang dari dalam Villa menghampiri Inspektur Saga dan Komisaris.
"Inspektur dan komisaris..! ikut saya sebentar...!!" kata Emi yang akan menunjukkan sesuatu.
"Saya ikut bi..!" seru Yuki yang sudah merasa lebih baik keadaannya.
"Ayo, bi Inah juga ikut sekalian..!" seru Emi yang kemudian masuk ke dalam villa dan menuju ke sebuah ruangan.
...~¥~...
Yuk dukung Novel GADIS TIGA KARAKTER, dengan memberi like/komen/♥️/⭐5/🎁 maupun Vote-nya ya..
Dukung pula novel Saya lainnya ;
*CINTA UNTUK YULIA
*SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA
(Novel ini masih ada benang merah dengan novel GADIS TIGA KARAKTER)
*HITAM BUKAN HITAM HIDUPNYA.
Terima kasih.
...Bersambung...