
Rani dan Inspektur Saga pun turun ke lantai bawah, namun sebelumnya Inspektur Saga menyerahkan kunci mobil ke Raditya.
Setelah sampai di bawah,Inspektur Saga dan Rani pun meninggalkan Gym dengan mengendarai sepeda motor matic yang baru di beli Inspektur Saga.
Mereka melaju ke arah apartemen Inspektur Saga.
Sesampainya di dalam Apartemen, Inspektur saga segera berkemas dan Rani sedang membersihkan diri. Karena ingin ikut mengantar sampai bandara.
Selesai mandi dan berganti pakaian, Rani dan Inspektur Saga menyempatkan berfoto bersama sebagai kenangan sebelum berpisah.
Setelah itu, mereka segera menuju bandara dengan mengendarai sepeda motor barunya.
Selama dari parkiran sampai ke ruang tunggu, Inspektur Saga tak sedetik pun melepaskan genggaman tangan pada tunangannya
"Rani sayang, jaga dirimu baik-baik ya..! Sekolah yang rajin, jangan sampai tinggal kelas ya..!! Kalau sampai tinggal kelas, nanti nikahnya bisa di undur lagi" kata Inspektur saga sambil mencium kening dan dan punggung tangan tunangannya itu saat duduk di ruang tunggu.
"Kak Saga..Rani akan belajar lebih rain lagi. Yakinlah Rani tidak apa-apa, Rani bisa jaga diri." kata Rani meyakinkan Inspektur Saga.
Terdengar informasi pesawat tujuan kota Sebrang akan segera berangkat.
Mendengar itu, Rani memeluk tunangannya dengan erat. Gadis itu berusaha menahan air matanya.
Inspektur saga kemudian melepas pelukannya dan mencium kening pujaan hatinya sekali lagi.
"Kakak pergi ya, nanti kalau sudah sampai kakak kirim kabar..!!" ucap inspektur saga lalu melangkahkan kakinya meninggalkan Rani sendirian.
"Kak Sagaaaa...!!" panggil Rani.
Inspektur Saga pun berbalik melihat ke arah tunangannya.
Rani pun berlari dan kemudian memeluk Inspektur Saga sekali lagi, seolah tak mau lepas.
Air mata yang semula di tahannya pun jatuh juga membasahi pipinya.
Mengetahui hal itu, Inspektur Saga mengusap air mata Rani dengan kedua ibu jarinya di kedua pipi tunangannya itu.
Inspektur saga pun membalas pelukan Rani, lalu di ciuminya leher dan kedua pipi tunangannya itu.
"Jangan menangis lagi ya...! kak Saga tak bisa mengusap air matamu lagi...!!" ucap Inspektur Saga saat kedua dahi dua sejoli itu beradu tanpa menghiraukan banyak mata memperhatikan mereka.
"Kak Saga sayang Rani" kata Inspektur Saga.
"Rani sayang Kak Saga" balas Rani.
"Kak Saga Cinta Rani" kata Inspektur Saga
"Rani Cinta kak Saga" balas Rani.
Keduanya tak bisa menahan emosi mereka.
Rani pun menyambut dan menikmatinya.
Aksi mereka berhenti, saat terdengar kembali suara informasi tentang keberangkatan pesawat ke kota Sebrang.
"I love you...!!" bisik Inspektur Saga yang kemudian mencium leher tunangannya dan membuat stempel kepemilikan.
Inspektur Saga segera berbalik dan melangkah ke pintu keluar ruang tunggu.
Dia pun melambaikan tangan untuk terakhir kalinya ke arah pujaan hatinya, dan dibalas lambaian tangan juga oleh Rani.
Air mata pun jatuh di pipi mereka masing-masing.
Inspektur Saga pun masuk ke kabin pesawat.
Dan Rani melihat pesawat yang di tumpangi Inspektur Saga dari dinding kaca ruang tunggu bandara.
Rani melambaikan tangan seolah Inspektur Saga melihatnya.
"Kak Saga...! Rani akan selalu merindukanmu...!!" kata lirih Rani di antara Isak tangisnya.
"Nona, Tuan yang tadi suaminya ya? apa kalian baru pertama kali berpisah?" tanya seorang ibu paruh baya yang tiba-tiba menghampiri Rani.
"Kami baru saja tunangan Bu, rencananya sehabis tugas nanti kami akan melangsungkan pernikahan." kata Rani lirih karena masih ada isak tangisnya.
"Kalian harus kuat, ibu dulunya juga seperti kalian saat pertama kali kami berpisah. Menjalani hubungan jarak jauh ini, susah-susah gampang. Tanamkanlah rasa percaya dan menyayangi di hati kalian masing-masing. Jika kalian bisa menahan dan mengatasi segala godaan dan rintangannya, ibu yakin kalau kalian berjodoh untuk kedepannya." nasihat ibu itu.
"Terima kasih Bu, saya akan selalu ingat dan jalankan nasehat dari ibu..!" kata Rani yang mulai tenang.
Ibu itu pun tersenyum dan kemudian menepuk bahu gadis itu.
"Kalau mau menangis, menangislah di tempat sembunyi. Jangan sampai orang tahu. Tetaplah tersenyum dan semangat...!!" nasehat terakhir dari si ibu tadi sebelum meninggalkan Rani.
Rani pun melangkah meninggalkan bandara dengan sepeda motor maticnya yang baru saja di belikan tunangannya.
...~¥~...
"Setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan.
Kalau ada perpisahan, mungkinkah ada pertemuan kembali???"
Yuk dukung novel Gadis Tiga Karakter dengan memberikan like/ komen/♥️/⭐/🎁 maupun Vote.
Terima kasih.
...Bersambung...