Gadis Tiga Karakter

Gadis Tiga Karakter
Mencari bukti-bukti


"Tidak diragukan lagi," jawab Rani penuh rasa penasaran.


Kemudian komisaris saga melanjutkan pertanyaannya,


"Apakah Anda tinggal sekamar dengannya?"


"Tidak, Sir. Kamar kami terpisah." jawab Annie.


"Pernahkah Elly Dina menyatakan rasa tidak puas dengan posisinya yang sekarang, dan apakah kalian bahagia di sini?" tanya Rani.


"Dia tidak pernah menyebut-nyebut akan pergi. Tempat ini baik...!" jawab gadis itu yang kelihatan ragu-ragu.


"Berbicaralah dengan bebas," ujar komisaris Saga dengan ramah.


"Kami tidak akan memberi tahu majikan Anda." bujuk Rani.


"Tentu saja, tuan dan nyonya. Nyonya seorang yang harus diperhatikan. Tetapi makanan di sini baik. Banyak dan tidak dibatasi. Hidangan yang panas untuk makan malam, tersedia lemak goreng sebanyak yang kami mau, dan ada kebebasan liburan. Seandainya Elly memang ingin pindah, saya yakin ia tidak akan pergi dengan cara seperti ini. Ia akan menunggu sampai akhir bulan. Nyonya akan memotong gajinya satu bulan kalau ia bersikap begini!" jelas Annie.


"Lalu mengenai pekerjaan dia, apakah tidak terlalu berat?" tanya komisaris Saga yang mengernyitkan kedua alisnya.


"Yah, Nyonya orang yang teliti. Beliau selalu membongkar sudut-sudut dan mencari-cari debu. Ada juga penginap atau penyewa, tetapi mereka hanya mendapat sarapan dan makan malam, sama seperti Tuan. Mereka ke kota sepanjang hari." jawab Annie


"Apakah kamu menyukai majikan kamu?" tanya Rani.


"Tuan baik, beliau sangat pendiam dan sedikit kikir." jawab Annie.


"Apakah kamu tidak dapat mengingat lagi kata-kata terakhir Elly Dina sebelum dia pergi?" tanya komisaris Saga.


"Saya masih ingat kalau ada sisa setup persik dari ruang makan, bisa untuk makan malam kita, ditambah sedikit ham asap dan kentang goreng.' Elly Dina sangat menyukai setup persik. Saya tidak heran kalau dia berhasil dibujuk dengan iming-iming setup persik." jawab Annie.


"Apakah Rabu itu hari liburnya?" tanya Rani.


"Benar, hari bebasnya Rabu dan saya Kamis." jawab Annie yang apa adanya.


Kemudian Komisaris Saga menanyakan beberapa pertanyaan lagi dan menyatakan rasa puasnya.


"Bagus, terima kasi Annie atas kerja samanya.


Annie meninggalkan ruangan dan Nyonya Todd bergegas masuk. Wajahnya berseri-seri penuh rasa ingin tahu.


Dengan hati-hati dan bijaksana Komisaris Saga menenangkan perasaan Nyonya Todd.


"Tidaklah mudah bagi wanita yang sangat cerdas seperti Anda, Madame, untuk dengan sabar mengikuti cara-cara ini. Bersabar terhadap orang-orang bodoh tidaklah mudah bagi orang-orang cerdas." ucap Komisaris Saga.


Setelah mengusir penyesalan Nyonya Todd, komisaris Saga mengarahkan percakapan ke seputar Nyonya Todd.


Telah di dapat keterangan bahwa suaminya bekerja pada sebuah perusahaan di kota dan baru berada di rumah setelah pukul 18.00.


"Pasti suami Anda sangat terganggu dan cemas akan perkara yang tidak dapat dijelaskan ini. Tidakkah demikian?" tanya Komisaris Saga.


"Dia tidak pernah merasa cemas," jawab Nyonya Todd.


"Bagaimana dengan penghuni lain di rumah ini, Madame?" tanya Rani yang penasaran.


"Maksud Anda Simpson, tamu penyewa kami. Sejauh tidak ada masalah dengan sarapan dan makan malamnya, dia tidak merasa cemas." jawab Nyonya Todd.


"Apa profesinya, Madame?" tanya komisaris Saga yang penasaran.


"Dia bekerja di bank." jawab Nyonya Todd yang menyebut nama bank tempat tamu penyewanya bekerja dan Rani agak terkejut, teringat apa yang Rani baca di media sosial.


"Masih muda?" tanya Rani.


"Dua puluh delapan tahun, saya kira. Pemuda yang baik dan tidak banyak cakap." jawab nyonya Todd.


"Saya ingin berbicara sedikit dengannya, juga dengan suami Anda kalau boleh. Petang ini saya akan kembali untuk itu. Sebaiknya anda beristirahat sebentar, Madame. Anda kelihatan lelah." kata Rani.


."Ada suatu kebetulan yang menggugah rasa ingin tahu," celetuk Rani.


"Karyawan bank yang menghilang itu, Davis, bekerja di bank yang sama dengan Simpson. Mungkinkah ada hubungan antara keduanya, menurut pendapatmu?" tanya petugas yang merangkap tersenyum.


"Di satu pihak karyawan bank yang menghilang, di lain pihak juru masak yang lenyap. Sulit melihat hubungan antara keduanya, kecuali mungkin Davis mengunjungi Simpson, jatuh cinta kepada juru masak itu dan membujuknya untuk terbang bersamanya!" seru Komisaris Saga yang nampak muram.


"Ha....ha...ha...!, kalau kau akan diasingkan, juru masak yang baik mungkin lebih menyenangkan daripada wajah yang cantik!" seru Rani yang berhenti sejenak, lalu melanjutkan.


"Kasus ini menggugah rasa ingin tahuku. Penuh hal-hal yang bertentangan. Aku tertarik. Benar-benar tertarik."


"Baiklah, kami undur diri! Kalau ada informasi penting lainnya, hubungi kami, nyonya Todd!" seru Komisaris Saga.


"Iya, pasti dan terima kasih Komisaris!" balas nyonya Todd dan Rani berserta juga komisaris Saga melangkahkan kaki meninggalkan rumah nyonya Todd.


...****...


Setelah beberapa hari, mereka kembali ke Prince Albert Road no. 88 dan mewawancarai Todd dan Simpson. Yang pertama adalah laki-laki melankolis berahang panjang dan kurus, sehingga wajahnya kelihatan cekung, dan berumur 40 tahun.


"Oh! Ya, ya," katanya tidak jelas.


"Elly Dina, itu saya mengira dia adalah Juru masak yang baik, dan ekonomis. Saya tekankan, ekonomis." jawab laki-laki itu.


"Dapatkah Anda menduga alasannya meninggalkan Anda dengan begitu mendadak?" tanya komisaris Saga yang penasaran.


"Oh," sahut Todd tidak jelas.


"Pelayan-pelayan, Anda tahu. Istri saya terlalu khawatir. Letih karena selalu khawatir. Keseluruhan masalah ini sebenarnya sangat sederhana, berkaca mata, pendiam, dan tidak menarik perhatian. Sudah pasti Ira sudah pernah melihatnya,"


ujar Rani yang penuh penasaran.


"Wanita itu agak tua, kan! Tentu saja yang satunyalah yang selalu saya lihat, Annie. Gadis yang menyenangkan dan banyak membantu." gumam Simson.


"Apakah keduanya berhubungan baik?" tanya komisaris Saga.


Simpson mengatakan bahwa ia tidak tahu pasti, namun ia mengira begitu.


"Tidak ada yang menarik, Sobat," kata komisaris Saga yang pada waktu kami meninggalkan rumah itu.


Kepulangan mereka tertunda oleh ledakan kata-kata Nyonya Todd yang berisik, yang mengulang semua yang telah diceritakannya dengan panjang lebar.


"Apakah kau kecewa?" tanya Rani.


"Apa kita berharap mendengar sesuatu?" sambung tanya Rani dan komisaris Saga menggelengkan kepalanya.


"Ada kemungkinan, tentu saja. Tetapi kukira tidak demikian." balas komisaris Saga.


Perkembangan berikutnya adalah surat yang diterima komisaris Saga pada keesokan paginya. Ia membaca surat itu dan wajahnya berubah menjadi merah padam karena marah.


Diulurkannya surat itu kepada Rani. Nyonya Todd meminta maaf karena, ia tidak akan menggunakan jasa kepolisian lebih lanjut.


Setelah membicarakan masalah ini dengan suaminya, ia berpendapat tidaklah bijaksana meminta bantuan kepolisian untuk kasus yang hanya menyangkut lingkungan rumah tangga.


...~¥~...


...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Gadis Tiga Karakter ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana Wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...Bersambung...