Gadis Tiga Karakter

Gadis Tiga Karakter
Season 2 : Rani Ada Dua


"Apa maksudmu..?" tanya Rani yang baru sadar bahwa racun dalam tubuh kelima orang yang berada di atas kompayer itu, sudah menjalar ke tubuh mereka.


"Aku punya penawarnya, tapi aku mau nyawa dan tubuhmu..!" ucap Dio dengan tatapan mesumnya.


"Cih..! kau hanya menipu, aku tak sudi dengan penawaranmu..!!" seru Rani yang kembali bersiap dengan pedang Azuya-nya.


"Jadi kau tega ya kalau kekasihmu mati..!!?" tanya Dio yang membuat Rani sedikit goyah.


"Rani..! jangan kau dengar perkataan dia..! jadikan dia sandera untuk meminta penawar..!" usul Leony dari tubuh Rani.


Namun belum sempat Rani menjadikan Dio sandera, datang para penjaga dan pelayan pria mengepung Rani.


"Kurang Ajaar...! masih banyak juga pengikut mereka...!!" umpat Rani yang harus melawan puluhan orang penjaga dan pelayan pria.


"Bagaimana..? menyerah atau kau bemain-main dengan mereka dulu..! dan kau akan menyadari kalau nyawa kekasihmu sudah tiada..!! ha..ha..!!" kata King Kobra dengan senyum kemenangannya.


"Benar juga , kalau aku menghadapi mereka sendirian tentunya akan memakan waktu lama..!!" kata dalam hati Rani.


"Tenang saja..!!" ucap leony, dan tak berapa lama liontin harpa yang di pakai Rani bercahaya berkilauan dan menjalar ke tubuh Rani.


"Waa...cahaya apa itu...!!" seru King kobra dan lainnya yang menutup matanya dengan telapak tangannya karena silau.


Dan seketika muncul siluet tubuh seorang gadis yang sama persis dengan Rani dan juga sama membawa pedang Azuya juga.


"Rani ada dua...!!" seru Dio dan king kobra bersamaan.


"Kini..bersiaplah kalian ke neraka..!!" seru Leony yang menyerupai Rani.


"Hiaaaat..!!"


"Traaang...!!"


"Traaaang...!!"


"Jlebb...!!"


"Aaaaghhh...!!"


Dan Rani pun tak mau kalah, sebisa mungkin dia harus cepat menumpas mereka, dan mencari penawar racun untuk Inspektur saga dan yang lainnya.


"Hiaaaatt....!!"


"Traaang...!!"


"Traaaang...!!"


"Jlebb...!!"


"Aaaaghhh...!!"


Rani dan Leony melawan mereka habis-habisan dan tanpa ampun.


Karena dia tak mau mengulang dan mengulang lagi.


Di saat semua terfokus pada perkelahian, ada seorang lelaki menyusup mendekati kompayer yang telah berhenti itu.


Lelaki itu tak lain adalah Raditya, dia meminumkan penawar racun pada kelima orang yang ada di atas kompayer.


Setelah itu dia memotong dan melepaskan ikatan yang menjerat kelima orang tersebut.


Namun kurang satu lagi yang akan di selamatkan Raditya, Dio menyadari kalau tawanannya ada yang membebaskan.


Dio berlari menuju ke tuas kompayer, dengan maksud menyalakan kompayer agar kompayernya berjalan kembali.


Dan Dio berhasil menyalakannya, sedangkan Raditya sudah membebaskan empat orang dan mereka sudah turun dari kompayer.


Dan kini hanya tinggal satu orang yang ada di atas kompayer itu, yang tak lain Yuki.


"Ti..tidak..! aku harus selamat Yuki..!" racau Raditya yang mengejar tubuh Yuki, yang sudah mendekati perapian batu bara itu.


"Kak Radit...!!" panggil Yuki dengan sisa tenaganya.


"Yuki..tidak..! kau tidak boleh mati..! Yuki...!!" teriak Raditya yang terengah-engah mengejar Yuki dan...


"Bruukk..!!"


Raditya menarik tubuh Yuki yang masih terikat jatuh dan membiarkan tubuh gadis itu menimpa tubuhnya.


Dengan segera Raditya menggeser tubuh Yuki dan kemudian melepaskan ikatan di tangan yang berada di belakang dan kaki Yuki.


Raditya kemudian memeluk tubuh Yuki yang masih lemas, walaupun sudah di beri penawar racun oleh Raditya.


"Yuki...!!" panggil Raditya saat mendekap tubuh lemas yuki.


Tiba-tiba..


"Ting...Ting...Ting....Ting....!!"


Bunyi jarum beracun yang beradu dengan kompayer.


Rupanya Dio yang menyerang Raditya dengan jarum beracun.


Menyadari akan hal itu, Raditya segera menyembunyikan Yuki di antara tumpukan balok-balok di sekitarnya.


"Hai..! keluar kau..! hadapi aku...!!"seru Dio yang di arahkan pada Raditya.


"Aku di sini Dio..!!" seru Raditya yang berada di belakang Dio.


"Dio berputar mencari sumber suara. Dan kini mereka saling berhadapan.


"Hupp hiaaat...!"


"Baghh...!!"


"Baghh...!!"


"Aaaghh...!!"


Perkelahian tangan kosong pun terjadi.


Awalnya Dio mendominasi, namun Raditya berhasil membalikkan serangaan Dio.


Darah segar di sudut bibir mereka.


"Sialan kau..!!" umpat Dio yang tak mau kalau dia kalah.


Dan dengan satu tendangan yang mengenai kepala Dio.


"Dhugh...!!"


Darah segar keluar dari mulut Dio, dan Dio pun ambruk.


"Brukk...!"


Dio terkapar tak sadarkan diri.


Raditya kemudian menyerang dua orang penjaga yang ada di hadapannya.


Sementara itu Rani dan Leony berhasil mengalahkan para penjaga itu.


Dan kini mereka berhadapan dengan King kobra.


Rani dan Leony menyerang King kobra secara bergantian dan membuat King kobra kewalahan dan kini di tersudut.


Dari belakang King kobra, muncul seorang bocah laki-laki berparas tampan yang berumur sekitar tujuh tahunan.


"Menyerahkan kalian atau aku bunuh anak ini..!!" Seru King kobra pada Rani dan Leony.


"Apa anak itu Januar..?" tanya Rani yang penasaran.


"Iya, dia Januar...! anak dari orang yang terkapar di sana..!!" jawab king kobra sambil menunjuk ke arah di mana Emi dan Jarwo yang terbaring lemas.


"Biar aku yang menyerah..!!" ucap Leony sambil mengedipkan matanya seolah memberi kode.


Dan Rani pun paham akan hal itu.


"Baiklah aku menyerah..! serahkan anak itu..!!" seru Leony yang membuang pedangnya dan berjalan mendekat ke arah King kobra.


"Bagus..!!" ucap King kobra yang kemudian melepas menarik Leony dan dengan cepat pula Leony melepaskan Januar dari tangan King kobra dan mendorong tubuh mungil Januar ke arah Rani.


Dan dengan cepat Rani menangkap bocah laki-laki itu dengan tangan kirinya dan tangan kanannya bersiap melempar pedang Azuya ke arah king kobra.


King kobra yang lengah karena telah mendapatkan buruannya, tak menyadari kalau bahaya mengancamnya..


"Jlebb...!!"


"Aaaghh.!!"


Pedang itu menembus dada king kobra.


"Ka..kalian main cu...curang..!! Aaaarghh...!!" Kata terakhir king kobra sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.


"Pedang Azuya...!!"


Pedang yang menancap di tubuh king kobra itu kemudian keluar dari tubuh king kobra dan dengan sendirinya darah yang menempel di mata pedang itu bersih dengan sendirinya.


Dan pedang itu masuk kedalam tubuh Rani.


Gadis itu kemudian mencari ke beradaan kekasihnya dan juga kakaknya raditya, dengan menggendong Januar.


"Om Jarwo, bi Emi..!!" panggil Rani saat melihat orang tua Januar itu sudah sadar dan berusaha untuk bangkit,


"Januar...!!" panggil Emi, namun Januar yang masih kecil itu bingung.


"Januar, merekalah papa dan mama Januar yang sebenarnya..!!" ucap Rani sambil mengusap rambut Januar dari depan ke belakang dengan lembut.


"Papa...mama..?" panggil Januar yang kemudian turun dari gendongan Rani dan kemudian memeluk Emi dan lanjut memeluk Jarwo,


"Jo...!" panggil Rani saat melihat Jonathan yang sudah bangkit.


Dan Jonathan pun tersenyum.


Rani terkejut saat melihat Inspektur Aaga yang masih terbaring tak berdaya.


"Kak Saga...!!" panggil Rani yang kemudian memeluk Inspektur saga dengan erat.


Air matanya pun berlinang membasahi pipinya yang halus.


Isakan dan racauan terdengar dari mulut Rani,


...~¥~...


...Terima kasih untuk para semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel GADIS TIGA KARAKTER ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...BERSAMBUNG...