Gadis Tiga Karakter

Gadis Tiga Karakter
Mengerjakan Tugas Dari Bu Guru Mariana


"Disini Sersan." kata Rani yang saat ini berdiri di samping pintu kelas.


"Biarkan aku yang mengetuk pintu." kata Sersan Saga yang langsung mengetuk pintu ruang kelas Rani.


"Tokk...tokk...Tokk...!"


Tak berapa lama, ada seorang guru wanita setengah baya melihat ke arah pintu dan mendekatinya.


"Selamat pagi Bu." ucap salam Sersan Saga dengan ramah.


"Selamat pagi juga, ma'af ada apa ya? Apa ada yang bisa saya bantu?" jawab sekaligus tanya Ibu guru setengah baya yang tak lain wali kelas Rani, Ibu guru Mariana.


Kemudian Sersan Saga menjelaskan semua kejadian tadi pagi pada Guru wali kelas Rani itu, tentang keterlambatan Rani yang karena memberitahukan kejadian pengeroyokan pada Dio.


Guru Wali kelas Rani itu pun mengerti dan menyilahkan Rani masuk ke kelas.


Ketika Rani hendak melangkah masuk ke kelas, tiba-tiba Sersan Saga menghentikan langkah Rani.


"Sebentar, ini kartu nama saya. Hubungi saya jika sudah pulang sekolah. Saya akan menjemputmu" kata Sersan Saga seraya menyerahkan kartu namanya pada Rani.


"I..iya Sersan. Terima kasih." balas Rani seraya menatap polisi itu.


"Hm, berarti aku punya dua kartu nama" batin Rani, gadis itu pun segera melangkahkan kakinya masuk ke dalam kelas.


Sersan Saga melihat dari pintu dan sementara Bu guru Mariana kembali ke depan kelas.


"Rani! lekas duduk dikursimu, dan kerjakan tugas yang ada di papan tulis segera waktumu tidak banyak!" perintah Ibu wali kelas Rani itu.


"Iya Bu" balas Rani yang melangkahkan kakinya untuk menuju ke bangkunya.


"Hu....! dasar culun, kalau terlambat itu seharusnya di luar sana! bersihkan toilet!" celetuk beberapa siswa yang ada diantara mereka melempari Rani dengan kertas yang diremas jadi bentuk bola kecil.


Rani tak menggubrisnya, dia tetap melangkahkan kaki sampai ke bangkunya, dimana Dito sudah berada di bangkunya.


"Diam semuanya!" teriak ibu guru Mariana yang mengetahui murid-muridnya diluar kendali.Dan berhasil, semuanya kemudian diam dan kembali mengerjakan tugasnya.


"Untung aja kamu masuk sekolah, aku kira kamu kencan sama Dio! Awas ya kalo aku tahu kamu menggoda Dio! Tak ada ampun buat kamu!" ancam seorang gadis pada Rani yang tak lain adalah Bella., yang saat ini sedang menghalangi langkah Rani.


Rani tak menggubris, dia tetap melangkahkan kakinya. Tahu lawannya cuek, Bella menarik tas Rani dan mengakibatkan Rani hilang keseimbangannya dan jatuh ke belakang.


"Brukk...!"


Tahu ada kegaduhan di kelasnya, Ibu guru Mariana yang sebelumnya sedang sibuk mengoreksi tugas ruma murid-muridnya, terkejut dengan suara gaduh itu.


"Apa yang kau lakukan Bella? apa tugasmu sudah selesai?" tanya bi guru Mariana dengan suara keras


"Be...belum selesai Bu!" jawab Bella yang gugup.


"Lekas kerjakan! Atau aku beri hukuman kamu untuk berdiri di depan dengan mengangkat satu kaki mu!" seru ibu guru Mariana yang menatap Bella dengan tajam.


"I..iya Bu!' ucap Bella yang kembali ke bangkunya seraya menundukkan kepalanya.


"Dan buat yang lainnya,istirahat nanti tidak boleh istirahat sebelum kalian bersihkan ruangan kelas ini, kalian harus tanggung jawab! karena telah membuat kotor ruang kelas ini. Apa kalian mengerti?" perintah ibu guru yang menatap para siswanya satu persatu.


"Mengerti Bu...!" jawab murid lainnya secara kompak.


"Rani, ibu beri tambahan waktu mengerjakan soal- sampai teman-teman kamu selesai bersih-bersih. Cepet selesaikan tugasmu..!" kata ibu guru Mariana.


"I..iya Bu" jawab Rani dan segera mengambil beberapa buku dalam tasnya dan siap mengerjakan tugasnya.


Dito ingin menyapa Rani, tapi tahu waktu Rani tidak banyak dalam menyelesaikan tugasnya, maka diurungkan lah niatnya itu.


Di luar kelas, rupanya ada sesosok laki-laki yang memperhatikan kejadian dikelas sedari tadi. Laki-laki itu melihatnya dari luar jendela kelas Rani.


Dia adalah Sersan Saga, yang belum beranjak pergi, karena memperhatikan situasi dalam kelas


"Jadi benar kata gadis itu, Dia korban bully teman-temannya." batin Sersan Saga yang merasa kasihan pada Rani, beberapa menit kemudian Sersan Saga bergegas meninggalkan sekolah Rani untuk kembali pada tugas-tugasnya.


Dengan tambahan waktu yang diberikan oleh Ibu Guru Mariana, akhirnya Rani bisa menyelesaikan tugasnya dan ruangan kelas sudah dalam keadaan bersih kembali. Sementara itu Bella sudah bebas dari hukumannya.


"Boleh! Tapi kita cari makanan yang tidak antri banyak, soalnya waktu istirahat kita sudah kepotong." jawab sekaligus usul Rani.


"Iya, benar juga." kata Dito dan mereka bangkit dari duduk mereka, lalu melangkahkan kaki menuju ke kantin sekolah.


Sampai di kantin sekolah, benar saja antrian siswa yang kelaparan dilapak-lapak kantin sangatlah berjubel. Dito dan Rani memutuskan hanya membeli Roti dan beberapa makanan ringan serta dua botol air mineral.


Kemudian mereka melangkahkan kaki menuju kursi yang terdapat di taman sekolah. Dito mengutarakan rasa penasarannya.


"Tumben kamu telat? ada apa memangnya?" tanya Dito.


"Ooh! tadi pagi waktu berangkat sekolah, aku melihat Dio dipukuli orang. Lantas aku panggil polisi dan aku diantar sampai ke sekolah" jawab Rani mencoba polos.


"Tapi kamu tidak apa-apa kan?" tanya Dito khawatir


"Ya, tidak apa apa-apalah, nyatanya Rani bisa bersama kamu disini! He.... he.... he...!" jawab Rani sambil mengulas senyumnya.


Mereka berbincang-bincang sambil memakan makanan mereka.


"Dio, bagaimana kabarnya?" tanya Dito yang tiba-tiba.


"Hm...! Tadi sih dibawa ambulan gitu! Mungkin di rumah sakit terdekat." jawab Rani mengira-ira.


"Oh, parah tidak ya?" tanya Dito yang penasaran


"Kelihatannya sih parah, soalnya tadi Dio sempat pingsan." jawab Rani.


"Pingsan?" tanya Dito yang terkejut.


Rani menganggukkan kepala dan masih terus mengunyah makanannya.


Dito menghela napasnya dan dengan pelan-pelan dia memakan roti yang ada ditangannya. Keduanya kemudian berbincang-bincang dengan tema hal yang ringan sampai makanan dan minuman yang mereka bawa habis semuanya.


"Teeet.....teeeet... teeeeettt .....!"


Bel masuk sekolah pun berbunyi, mereka segera bangkit dan berjalan menuju ruang kelas mereka sambil membuang sampah mereka tadi ke tempat sampah yang di sediakan sekolah di tiap depan ruang kelas megggreka.


Setelah semua masuk ke kelas, pelajaran segera dimulai seperti biasanya. Dua mata pelajaran telah dilalui, akhirnya bel pulang sekolah pun berbunyi.


"Teeet....teeet....!"


Para murid itu pada sibuk memasukkan buku, dan alat tulis mereka. Sementara itu


Rani mengeluarkan ponselnya dan menelpon seseorang, memberitahu bahwa jam sekolah sudah selesai.


"Siapa yang kamu telfon?" tanya Dito yang penasaran.


"Polisi yang tadi mengantarku" jawab Rani sambil tersenyum.


"Oh! kita tunggu di luar sekolah yuk!" ajak Dito.


Rani menganggukkan kepalanya dan tersenyum, lalu mereka pun berjalan kaki dengan Dito yang menuntun sepeda kayuhnya.


Beberapa menit kemudian, mereka sampai di luar gerbang pintu pagar sekolah mereka.


...~¥~...


...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Gadis Tiga Karakter ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana Wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...Bersambung...