Gadis Tiga Karakter

Gadis Tiga Karakter
Season 2 ; Dua Gadis bertopeng


Tak berapa lama kedua gadis itu sampai di Gym Raditya.


Mereka berdua di kejutkan oleh para mantan anggota geng Serigala dan karyawan gym Raditya yang berjaga di Gym yang mengalami luka-luka parah.


"Apa yang terjadi..?" tanya Rani pada salah satu anggota geng serigala.


"Ka..kami di serang oleh pasukan berslayer hitam. yang di pimpin seorang laki-laki berslayer merah." kata salah satu anggota geng serigala dengan sedikit mengerang kesakitan.


"Sekarang kalian cepat ke rumah kediaman Tuan Wibowo, meraka juga pasti kesana, keadaan di sini biar kami tangani " kata salah satu karyawan Gym Raditya yang hanya luka ringan.


"Nampaknya kita harus tangani kasus ini dan harus cepat sampai ke kediaman papa Wibowo" kata Rani.


"Iya..! tapi kita harus ganti baju dulu. Kurang nyaman bila bertarung dengan baju pesta begini." kata Yuki.


Setelah itu mereka segera berganti baju, kali ini dengan pakaian dinas mereka, ups... tentunya pakai topeng dan pakaian yang mudah untuk bergerak.



...(visual Rani)...


Yuki dan Rani selesai berganti pakaian, mereka keluar dari Gym Raditya.


Mereka mengendarai sepeda motor milik Inspektur saga dengan kecepatan sedang menuju ke kediaman tuan wibowo.


Beberapa menit kemudian mereka telah sampai di depan kediaman tuan Wibowo.


"Siapa mereka....! mengapa mereka menyerang keluarga ku, apa mereka ada kaitannya dengan geng Kobra...?!" seru Rani yang memakai topeng emas sedangkan Yuki memakai topeng hitam.


"Sebaiknya kita cari tahu di dalam saja..!!" kata Yuki yang bergegas turun dan berlari masuk ke dalam rumah itu.


Rani pun mau tak mau ikut berlari masuk ke dalam rumah papanya.


"Haaaai....! sedang apa kalian disini..!!" seru Rani dengan posisi siaga demikian dengan Yuki.


"Siapa kalian..? jangan ikut campur dengan urusan kami..!!" kata salah satu anggota laki-laki berslayer hitam itu.


"Ohw rupanya dua gadis bertopeng sedang menghadiri pestaku..!!" seru seorang laki-laki berslayer merah, yang nampaknya orang penting diantara mereka.


"Nah itu...! sudah tahu. Jadi tak perlu kami menjelaskan secara rinci..!!" sahut Yuki dengan lantang.


Puluhan orang laki-laki berslayer hitam itu mengepung Yuki dan Rani yang kini mereka di halaman samping


Mereka saling punggung dengan tangan posisi pasang kuda-kuda.


Orang berslayer hitam itu bejumlah kurang lebih lima puluh orang dan mereka raya-rata bersenjata ruyung dan belati.


"Hei itu mereka..!! seraaaaang...!!" seru salah satu dari mereka.


Pertempuran pun tak terelakan.


"Pedang Azula...!!"


Rani mengeluarkan pedang Azula nya dari dalam tubuhnya.


Sedangkan Yuki mengeluarkan kipas dari dan kembali dalam posisi bersiaga.


"Ciaaaat...!!"


" Trang..!!


"Trang..!!"


Suara senjata yang beradu. tak ada suara lainnya selain teriakan mereka.


"Hiaaat...!!"


"Trang...!!"


"Trang...!!"


"Street...!"


"Argh..!"


"itulah ciri khas mereka ..! Apa belum paham juga kamu ya..!!" kata Yuki yang masih menyerang mereka.


"He..he..! dari dulu mereka juga gitu..!!" celoteh Rani.


Kemudian Rani menggunakan jurus Tarian Dewi cinta dan menggabungkannya dengan jurus pedangnya, melawan lawannya.


"Hopp hiaaaat..!"


"Trang..!"


"Trang...!"


"jlebb..!!"


"Aghh.....!!"


Sudah lebih dari setengah jumlah lawan mereka yang terkapar.


Kini tinggal Dua puluh orang dan satu orang yang berslayer merah yang harus di selesaikan Rani dan Yuki.


"Hop **hiaaaat**...!!"


"Trang...!!'"


Trang..!"


"Trang...!"


"jlebb..!!"


"Aghh.....!!"


Sepuluh orang kembali terkapar di pedang Azuya.


Hiaaat...!!"


"Trang...!!"


"Trang...!!"


"Street...!"


"Argh..!"


Dan kembali Yuki tak mau kalah,dia melumpuhkan sisanya.


Kini hanya tinggal laki-laki berslayer merah di hadapan mereka.


"Siapa dia...!!" seru Rani dalam hatinya.


...~¥~...


*Maaf karena beberapa hari sinyal error', Author tergera-gesa Up dan banyak typo.


...Terima kasih untuk semua yang telah mendukung novel Gadis Tiga Karakter ini....


...Semoga kita semua dalam keadaan sehat selalu dan dalam lindungan-Nya....


...Aamiin ya Robbal alaamiin...


...Terima kasih....


...Bersambung....