
Melihat hal itu, Kity keluar dari liontin kalung pusaka.
Kucing itu mengendus gelas air putih itu, setelah lelaki itu menuang bungkusan itu.
"Racun...! dia mau membunuh Komisaris..!!" seru Kity yang kemudian dia menggulingkan gelas itu dan airnya pun tumpah.
"Apa itu...!!" seru Lelaki yang mengaku bernama Anggara itu menoleh ke arah meja.
"Maaf ada kucing tadi, biar saya ganti sebentar. Anda silahkan duduk di ruang tamu ya..!" kata Rani yang kemudian mengambil gelas yang tadi di gulingkan si Kity.
"Cepat sedikit ya..!" seru lelaki itu.
"I..iya pa..eh.. kak..!" balas Rani, dan di sambut senyum sinis dari lelaki itu.
Rani pun segera mengambil gelas itu dan kemudian ke dapur mengganti air minum yang baru dan juga membawa alat pel untuk mengepel air yang tumpah itu.
Setelah selesai, Rani segera mencuci tangannya dan kembali menemui Lelaki itu.
"Sebetulnya nggak usah kamu repot-repot menggantinya, aku bisa suruh pembantuku merawat papa kamu." kata laki-laki itu.
"Ini kewajiban saya sebagai putrinya." balas Rani sambil tersenyum.
"Nona,. tadi saya lihat dia seperti mengetik sesuatu di ponselnya. Saya merasakan ada sesuatu yang buruk akan terjadi di sini..!" kata Kity serius.
"Gawat...! aku harus bagaimana ini?" pikir Rani dalam hati.
Rani pun mengambil ponselnya, dia segera menyalakan ponselnya.
"Lilian, kamu mau hubungi siapa?" tanya lelaki itu penuh curiga.
"Oh, tadi aku lupa mau ketemuan sama cuatomer baju. jadi ini aku mau bilang di undur besok saja. Nggak apa-apa kan?" tanya Rani.
"Oh, ok nggak apa-apa.. Tapi cepat sedikit ya..!" seru Lelaki itu yang sudah tidak sabar.
"Iya kak..!" balas Rani.
"Idih..! belum apa-apa sudah mengatur seenak jidatnya..!" batin Rani yang kemudian dia mengirim chat pada Inspektur Alex.
📩📩📩📩📩
Rani :"Inspektur Alex, bisa tidak kamu memanggil polisi untuk menjaga komisaris selama kita dinner, tadi dia menuang sesuatu di gelas komisaris. Tapi sudah aku buang ya tadi."
Inspektur Alex :" Ok..!"
📩📩📩📩📩
"ih..! ni polisi pelit ngetik kata kayaknya? dari kemarin cuma dua huruf..!" gumam dalam hati Rani, yang kemudian menutup telfonnya.
"Kalau sudah..! ayo berangkat..!" seru Lelaki itu seraya berdiri dari tempat duduknya dan menggandeng Rani yang masih sibuk memasukkan ponselnya dalam tasnya.
"Kalau saja ada kak Saga di sini, bisa perang dunia ketiga nih..!" batin Rani, yang langkahnya seperti di seret karena terpaksa.
"Kenapa hanya di tutup? kalau ada maling bagaimana?" tanya Lelaki itu curiga.
" Nanti ada teman papa dari kepolisian datang menjenguk Papa...! jadi tidak saya kunci." kata Rani yang sedikit bohong.
Tanpa ba-be-bi-bo, Laki-laki itu menggandeng Rani dengan paksa.
"Sebentar kak..! kaki ku lecet..!" Rani mengaduh memegang tumitnya.
"Jangan banyak alasan...!!" teriak lelaki itu.
"Gila..! ngajak dinner nggak ada romantis-romantisnya. Dasar tua bangka..! kalau tak ingat misi ku, aku sumpal mulutmu dengan sepatuku..!!" gerutu Rani dalam hati.
Setelah supir pribadi Lelaki itu membukakan pintu mobil yang di kendarainya, Rani pun bergegas duduk di kursi belakang dan di ikuti Lelaki itu.
Mobil mewah yang berwarna hitam itu kemudian melaju meninggalkan rumah Lilian.
Sementara itu Inspektur Alex dan Lilian keluar dari persembunyiannya, dan mereka bergegas keluar rumah.
Selang beberapa detik, dua orang polisi yang di hubungi Inspektur Alex untuk menjaga komisaris datang.
"Tolong kalian jaga rumah dan komisaris. Aku ada tugas peyelidikan kasus. Hubungi saya kalau ada apa-apa." kata Inspektur Alex lantang.
"Baik Inspektur..!" jawab kedua polisi itu serempak.
Inspektur Alex dan Lilian pun berjalan menuju ke mobilnya.
Posisi Inspektur Alex mengemudi dan Lilian ada di sampingnya.
"Aku sebenarnya tak tega meninggalkan Papa sendirian." kata Lilian yang memulai pembicaraan.
"Aku pun demikian setelah Rani memberitahu kalau Komisaris baru itu menuangkan sesuatu di minuman Papamu." kata Inspektur Alex uang terus mengemudi.
"Apa...! betul kata Rani. Ada yang tak beres dengan komisaris baru itu...!" seru Lilian.
"Ngomong-ngomong, lilian sudah ada yang memiliki belum?" tanya Inspektur Alex dengan hati-hati sambil memandang Lilian, dan Lilian pun dengan sengaja juga memandang Inspektur Alex.
"Ngomong apa sih? yang memiliki aku tentu saja ada Inspektur..!" jawab Lilian sambil tersenyum.
"Yah gagal deh...!" gumam Inspektur Alex kecewa
...~¥~...
Apa yang akan Rani lakukan saat dinner ya???
Yuk dukung terus Novel GADIS TIGA KARAKTER, dengan memberi like/komen/♥️/⭐5/🎁 maupun Vote-nya ya...
Terima kasih.
...Bersambung...