
"Lantas bagaimana?" tanya Rani yang penasaran.
"Saya pergi juga ke alamat yang ia berikan yaitu ke tempat para pengacara. Dan benar, sebuah rumah mungil dan tunjangan sebesar tiga ratus pound setahun.
Sedikit sekali yang diketahui para pengacara ini. Mereka baru saja menerima surat dari seorang laki-laki di London, yang meminta agar mereka menyerahkan rumah itu serta uang seratus lima puluh pound untuk enam bulan pertama kepada saya." cerita Elly Dina.
"Bagaimana dengan barang-barang kamu yang masih tertinggal di rumah mantan majikan kamu? Dan bagaimanakah reaksi nyonya Todd pada kamu?" tanya Rani yang penasaran.
"Tuan Crotchet mengirimkan barang-barang saya, namun tidak ada sepucuk surat pun dari Nyonya Todd. Saya kira Nyonya marah dan iri dengan sedikit keberuntungan saya. Nyonya juga menahan kopor saya dan mengirim pakaian-pakaian saya dalam kertas paket. Meskipun begitu, seandainya Nyonya tidak pernah menerima surat saya, tentu saja Nyonya berpendapat saya agak keterlaluan." jawab Elly Dina, Rani dan komisaris Saga mendengarkan kisah panjang itu dengan penuh perhatian.
Kemudian mereka saling pandang dan menganggukkan kepala, seakan-akan mereka benar-benar puas.
"Terima kasih, Nona Elly Dina. Seperti yang Anda katakan, ada sedikit ketidakberesan. Biarkan kami yang akan mengambil alih kesulitan Anda." kata Komisaris Saga yang kemudian diangsurkannya sebuah amplop.
"Apakah anda akan segera kembali ke Cumberland?" tanya Rani pada Elly Dina.
"Iya, mohon ma'af saya permisi!" ucap pamit Elly Dina seraya menyalami Ranibdan komisaris Saga secara bergantian.
Setelah kepergian Elly Dina, Komisaris Saga dan Rani meninggalkan ruangan. Mereka hendak makan siang bersama.
"Kak Saga! tidak ada kata kalah untuk kasus ini!" seru Rani.
"Kau benar istriku, aku akan menghubungi Inspektur Alex!" seru Komisaris Saga yang mengotak-atik ponselnya seraya melangkahkan kaki menuju ke tempat parkir sepeda motor mereka.
"Kak Saga, akan pergi ke mana kita?" tanya Rani yang penasaran.
"Pertama-tama kita akan makan siang terlebih dahulu, setelah itu pergi ke alamat Prince Albert Road nomor 88, Clapham." jawab komisaris Saga.
"Jadi, kita akan ke sana?" tanya Rani yang mengernyitkan kedua alisnya seraya menatap suaminya dengan rasa penasaran.
"Ya, memang benar. Meskipun, terus terang, aku khawatir kita sudah terlambat. Buronan kita mungkin sudah terbang, sayang." balas Komisaris Saga seraya memberikan helm pada Rani dan Rani menerimanya.
"Lantas siapa yang kita buru?" tanya Ranibuang penasaran.
"Simpson yang tidak menarik perhatian itu." jawab Komisaris Saga seraya mengulas senyumnya.
"Apa...!" seru Rani yang sangat terkejut.
"Hei, sayangku! Jangan kau bahwa semua ini belum jelas bagimu!" bisik komisaris Saga yang mulai menyalakan sepeda motornya.
"Juru masak itu disingkirkan, aku menyadari hal itu." kata Rani sedikit jengkel.
"Tetapi kenapa Simpson ingin menyingkirkannya dari sana? Apakah juru masak itu mengetahui sesuatu tentang dirinya?" lanjut tanya Rani yang penasaran.
"Saya rasa sedikit pun dia tidak tahu." jawab Komisaris Saga.
"Lantas bagaimana?" tanya Rani seraya mengrenyitkan kedua alisnya.
"Simpson menginginkan sesuatu milik juru masak itu." kata Komisaris Saga.
"Apakah Uang? Warisan orang Australia itu?" tanya Rani yang mencoba menebak.
"Bukan sayang! sesuatu yang sangat berbeda!" jawab komisaris Saga yang berhenti sejenak.
Rani menoleh ke arah suaminya, rupanya pernyataan komisaris Saga itu kedengaran begitu fantastis sehingga Rani menduga kalau suaminya itu, tengah menggodanya.
Tetapi wajah komisaris Saga benar-benar muram dan serius.
"Tentunya dia dapat membeli koper kalau memerlukan," kata Rani seraya berpikir.
"Dia tidak menginginkan koper baru, sayangku. Yang diinginkannya adalah koper yang mempunyai asal-usul yang baik. Koper orang yang jelas-jelas terhormat." jelas Komisaris Saga.
"Tunggu, kak Saga!" seru Rani yang menatap suaminya dengan tajam.
"Benar-benar keterlaluan. Kak Saga kau mempermainkan aku!" seru Rani yang sedikit geram.
Komisaris Saga membalas dengan memandang Rani secara tajam.
"Sayang kau tidak memiliki pemikiran dan imajinasi Simpson. Ketahuilah, Rabu petang Simpson membujuk juru masak itu untuk pergi. Kartu nama dan kertas bercetak mudah didapat. Dia bersedia membayar seratus lima puluh pound berikut biaya sewa rumah satu tahun untuk memastikan keberhasilan rencananya. Elly Dina tidak mengenalinya dengan jenggot, topi, dan aksen yang sedikit berwarna kolonial benar-benar mengecoh Elly Dina. Itulah akhir hari Rabu, kecuali kenyataan sepele bahwa Simpson telah mengambil surat-surat berharga senilai lima puluh ribu pound." jelas Komisaris Saga, tapi Rani masih ragu.
"Simpson? bukankah pelakunya Davis?" tanya Rani.
"Kalau saja kau biarkan aku melanjutkan bicaraku, Ran! Simpson tahu bahwa pencurian itu akan diketahui Kamis siangnya. Hari itu ia absen, tetapi ia berbohong dengan mengatakan bahwa ia menunggu Davis ketika dia keluar untuk makan siang. Mungkin Simpson mengaku mencuri dan berjanji akan mengembalikan surat-surat berharga itu kepada Davis - bagaimanapun juga, Simpson berhasil mengajak Davis pergi bersamanya ke Clapham. Hari itu hari bebas pelayan wanita dan Nyonya Todd berada di tempat penjualan. Jadi, tidak seorang pun berada di rumah. Pada waktu pencurian diketahui dan Davis menghilang, orang tahunya Davislah sang pencuri! Simpson benar-benar aman dan dapat bekerja kembali keesokan harinya sebagai karyawan yang jujur, seperti dugaan orang-orang." jelas Komisaris Saga.
"Dan Davis?" tanya Rani. Komisaris Saga membuat gerak ekspresif dan menggeleng pelan-pelan.
"Kedengarannya terlalu mengerikan untuk dipercaya. Meskipun begitu penjelasan lain mana yang mungkin. Satu-satunya kesulitan bagi pembunuh adalah membuang jenazah. Dan Simpson telah merencanakan hal ini lama sebelumnya." jelas Komisaris Saga.
Rani langsung terpaku pada kenyataan walaupun Elly Dina jelas-jelas bermaksud kembali malam ketika ia keluar itu dan dia ingat ucapannya akan setup persik, kopernya sudah dipak ketika diambil.
Simpson-lah yang mengirim surat ke Carter Paterson untuk singgah hari Jumat dan Simpson jugalah yang mengepak koper itu Kamis siangnya. Kecurigaan apa yang mungkin timbul dari seorang pelayan wanita meninggalkan rumah dan mengutus seseorang untuk mengambil kopernya.
Koper itu sudah diberi label dan dialamatkan atas namanya, mungkin ke stasiun kereta api yang sudah dicapai di London. Sabtu siang Simpson, dalam penyamarannya sebagai orang Australia, mengklaim koper itu, menempelkan label baru, dan mengalamatkan serta mengirimkannya kembali ke tempat lain, lagi-lagi dengan catatan 'harap dibiarkan sampai diambil'.
Sewaktu pihak yang berwajib curiga dan cukup beralasan untuk membuka koper itu, tidak ada keterangan apa pun yang menghubungkannya dengan Prince Albert Road nomor 88.
"Ah! kita sudah sampai!" seru Komisaris Saga pada saat menghentikan laju sepeda motornya dan keduanya turun dari sepeda motor tersebut.
Kemudian komisaris Saga bertanya pada Satpam penjaga di depan rumah nyonya Todd, dan mendapati informasi kalau Simpson tidak ada di rumah besar itu sejak dua hari yang lalu.
Tebakan Komisaris Saga memang benar. Simpson telah meninggalkan rumah itu dua hari yang lalu. Akan tetapi, dia tidak luput dari konsekuensi perbuatan kriminalnya.
...~...
...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Gadis Tiga Karakter ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana Wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
...Bersambung...