Gadis Tiga Karakter

Gadis Tiga Karakter
Rani Siuman


Tiba-tiba jari tangan Rani bergerak, setelah sebuah cahaya keemasan masuk ke tubuh Rani.


Inspektur saga yang merasakan pergerakan tangan Rani pun langsung bangun dari tidurnya.


"Ra..Rani...! kamu bangun sayang?" ucap Inspektur Saga yang langsung melihat kewajah Rani.


Sedangkan Rani berusaha membuka matanya.


Bayangan yang semula kabur, lama kelamaan menjadi jelas.


"Sa..saya ada dimana..?" tanya Rani lirih yang masih lemah.


"Di Rumah sakit sayang..!" jawab Inspektur Saga yang mengusap poni Rani dan kemudian mencium kening pujaan hatinya itu.


"Minum kak...!!" pinta Rani.


Inspektur Saga pun segera mengambilkan air mineral kemasan gelas yang kemudian di berinya sedotan dan di arahkan ke mulut Rani, namun sebelumnya Inspetur saga memposisikan Rani agar bersandar di bahunya.


"Apa kamu mau tidur lagi?" tanya Inspektur Saga.


"Tidak kak begini saja...!!" kata Rani, gadis itu sedang memikirkan apa yang terjadi.


"Apakah itu mimpi? " kata dalam hati Rani.


Rani memegang lehernya, terdapat dua kalung yang ada di lehernya kini.


"Sejak kapan kalung berliontin Harpa itu ada pada dirimu?" tanya Inspektur Saga pada Rani saat melihat Rani memegang kalung berliontin Harpa itu.


"Dalam mimpiku kak...! aku bertemu gadis cantik, dia majikan Kity. Rani lapar kak..! kepingin bubur..!" pinta Rani.


"Kayak ngidam saja..! padahal kan belum buatnya? he..he..!!" goda Inspektur Saga sambil membenarkan Rani yang duduk bersandar pada ranjang tempat tidur.


"Kakak...! ngomongi apa sih..?" tanya Rani yang nggak paham apa yang di maksud Inspektur Saga.


"Nggak apa-apa kok..!! he..he..! kakak masih kangen..! boleh cium sebentar?" pinta Inspektur Saga sambil tersenyum.


"Boleh, aal di sini..!!" kata Rani Yangng jari telunjuknya menunjuk ke keningnya.


"Disini ya..!!" kata Inspektur Saga yang jari telunjuknya mengarah ke mulutnya.


Rani pun menutup mulutnya, dan menggelengkan kepalanya.


"Apaan sih? kenapa di tutup segala?" gumam inspektur Saga sambil membuka telapak tangan Rani.


"Mmmmm...Rani kan malu kak..!?" seru Rani yang sedikit membuka telapak tangannya.


"Malu kenapa?" tanya Inspektur Saga yang terus menatap kedua netra Rani.


"Rani kan belum gosok gigi...!!" jawab Rani polos.


Inspektur Saga dibuatnya tersenyum geli.


"Kau ini...!!" seru Inspektur Saga sambil menarik hidung.


"Auw sakit kak..!!" seru Rani sambil memegang hidungnya.


"Mana yang sakit?" goda Inspektur Saga sambil tersenyum.


"Sudah tahu masih nanya...!!?" gerutu Rani sedikit memonyongkan mulutnya.


Hal itu membuat Inspektur Saga semakin gemas.


Tiba-tiba....


"Cup...! cuupp..!!"


Dua ciuman mendarat ke kedua pipi Rani.


"Dasar kak Saga Nakal..!!" seru Rani yang kedua pipinya merona bak kepiting rebus.


"Tapi suka kan..?" goda Inspektur Saga.


"Cepat Carikan bubur nya kak..! Rani lapar nih..!" seru Rani yang masih tersipu.


"Oiya..! kakak tinggal ya..!" Pamit Inpektur saga.


"Iya kak..!!"balas Rani hati-hati.


Tak berapa lama, Mama Lani, Tuan Wibowo dan yang lainnya datang.



Inspektur Saga datang dengan membawa bubur pesanan Rani. Lalu Inpektur Saga menyuapi Rani.


"Berhubung bubur ayamnya dah habis, adanya bubur ini saja ya..!!" kata Inspektur saga.


"Iya nggak apa-apa kak...!!" jawab Rani dengan senyum khasnya.


Suap demi Suap Inspektur Saga menyuapi Rani.


***


Kita tinggalkan Sejenak Rani dan Inspektur Saga.



Di dalam hutan belantara, terdapat sebuah perkampungan.


Ternyata itu bukan perkampungan biasa, di situlah terdapat perguruan cikal bakal geng Kobra...Perguruan King Kobra.


"Januar...! dimana kamu?" panggil seorang gadis pada seorang anak laki-laki yang berumur kurang lebih tujuh tahun.


"Aku di sini kak..!! cari ikan..! ikannya bssar-besar..!!" jawab bocah bernama Januar penuh semangaat.


"Sania..!! cepat kamu latih ulang Kanuragan yang aku turunkan padamu. Aku ingin kau kembalikan kejayaan geng kobra seoerti ayah tirimu dan ibumu...!" seru seseorang yang sudah tua ada di samping Sania.


"Baik King.,!" jawab Sania.


Sania adalah anak Annet saudara tiri Dio dan Dito, mantan kekasih Raditya.


Januar adalah anak Emi dan Jarwo, pada saat Jarwo bisa meloloskan diri, Dan saat Emi di tangkap lagi oleh geng kobra, Emi sedang mengandung Januar.


Anton menggunakan Januar sebagai sandera, agar Emi tidak melarikan diri. Karena Anton menyukai Emi.


Namun kini Anton telah tewas saat pertempuran di markas geng kobra kemarin.


"Sanca..! mau kemana kamu?" tanya King pada seorang wanita paruh baya dengan rambut yang sudah memutih itu tak lain istri King.


"Aku mau ke hutan, bahan pengobatan sudah habis semua." kata Sanca sambil menenteng keranjang dari rotan itu di tangan kirinya.


"Sania..! kamu ikut Sanca ke hutan. Aku mau lihat kondisi adik tirimu Dio..!" seru orang yang di panggil King itu.


"Baik king..!" jawab Sania.


"Januar..!! masuk...!!" panggil King pada Januar.


"Baik ayah..!" jawab Januar, yang menganggap King dan Sanca sebagai kedua orang tuanya.


...~¥~...


Hai... Readers yang tetap semangat baca novel GADIS TIGA KARAKTER.


Berhubung Baskoro dan tangan kanannya sudah tewas, cerita Rani dan Inspektur Saga belum usai karena mereka belum menikah.


Akan ada musuh baru untuk mereka..


Oh iya, Julukan Gadis Tiga Karakter nanti bukan untuk Rani lagi, siapakah dia?


Tunggu kelanjutannya ya...🙏😍


GADIS TIGA KARAKTER season 2.


...Yuk dukung novel "Gadis Tiga Karakter", dengan memberi like/ komen/fav/rate 5/gift dan juga Votenya....


...Oya, dukung karya Author lainnya ya......


...*CINTA UNTUK YULIA...


...*SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA...


...*HITAM BUKAN HITAM HIDUPNYA....


...*JADIKAN AKU YANG KEDUA...


...Terima kasih....


...Bersambung...