Gadis Tiga Karakter

Gadis Tiga Karakter
Season 2 : Kegalauan Leony Pertemuan dan Kabar Buruk


Malam sudah semakin larut, bintang-bintang pun bertaburan di langit yang menandakan hari cerah.


Di sebuah kamar kecil yang terletak di samping sebuah kantin Gym Raditya di kota "K".


Tiga perempuan beda usia tidur di sebuah ruangan kecil.


Mereka adalah Yuki, Inah dan Rani.


Yuki yang lebih dulu tidur, berada di ranjang. Inah tidur di Sofa sedangkan Rani tidur di lantai beralaskan tikar.


Rani merasa gelisah, seperti merasakan gerah yang membuatnya tidak bisa memejamkan matanya.


Dia kemudian keluar kamar, hendak mencari udara segar yang berharap bisa menghilangkan kegerahannya.


Saat di luar kantin, Rani mendengar suara Isak tangis.


"Hiks....hiks....hiks....hiks..!!"


"Suara siapa itu..?"


"Apakah ada hantu...?"


"Seperti suara perempuan?"


"Kami kan sudah komplit bertiga, sedangkan bi Emi bersama om Jarwo. Inikan malam pertama mereka setelah lama berpisah..??"


"Lantas siapa suara tangis perempuan itu..??"


Pertanyaan demi pertanyaan muncul dari dalam hati Rani.


Dia pun mencari sumber suara.


Rani melihat sebuah sinar putih yang membentuk lubang, mengambang yang mirip sebuah pintu dimensi seperti yang di buat oleh cincin pusaka langit yang dulu di pakai Baskoro.


"Sinar apa itu..?"


"Suara tangisan itu seperti ada di dalam sinar itu..!'


"Coba aku dekati, siapa tahu ada petunjuk..!"


Batin Rani yang penasaran.


Gadis itu pun masuk ke lubang putih itu.


Ternyata lubang itu menembus sebuah hutan lebat. Yang walaupun malam hari, tetap ada cahaya yang masuk di dalamnya.


Rani berjalan dengan melihat kesekekilingnya, dia mendekati suara isak tangis yang secara tak langsung menuntunnya itu.


Dia melihat seorang gadis bercahaya dan bersayap, diantara pepohonan.



"Leony...kau kah itu..?" tanya Rani yang membuat gadis bersayap itu menghentikan tangisnya dan mencari sumber suara yang mengarah padanya.


"Ra..Rani...ka..kau belum tidur..!?" gadis bersayap itu yang ganti bertanya pada Rani.


"Belum...! kan aku ada di sini sekarang..!"jawab Rani.


"He..he.. iya, apa tangisanku mengganggumu..?" tanya Leony yang merasa tidak enak hati.


"Jujur saja ...iya. Sangat mengganggu ku..! he..he..!" jawab Rani dengan nada dan wajah polosnya.


"Memangnya kamu kenapa sih..!?" lanjut tanya Rani yang penasaran apa yang membuat Leony menangis.


"Sebetulnya hal ini aku pendam, tapi kenapa begitu menyayat hati..!" kata Leony dengan wajah sendunya.


"Ceritakanlah, mungkin aku bisa membantumu Leony...!" balas Rani sambil memegang tangan Leony.


📆Flashback On :


Kisah saat Kity si kucing langit mengembalikan pusaka-pusaka langit kembali ke langit bersama Leony.


Saat itu Leony sangat berharap sekali bisa memeluk kedua orang tuanya dan juga saudara-saudaranya, serta rasa rindunya pada pujaan hatinya Aaron si dewa perang yang juga panglima langit.


Tapi semuanya sirna mana kala dia dan Kity kembali ke kerajaan langit.


Kity kembali ke raganya yang berada di dalam kamar Leony yang di jaga para dayang istana secara bergantian.


Sedangkan Rani berada di dekat Kity, namun seketika itu juga Kity tak bisa melihatnya dan juga para dayangnya.



"Meoooong...!!"


"Nona...dimanakah kamu..?" tanya Kity.


"Apa yang sebenarnya terjadi..? Kini aku tak bisa terlihat..? aku semakin lemah..! Rupanya aku tak bisa jauh-jauh dari Rani..!" gumam Leony dalam hati.


"Ayahanda, Ibunda, kak Leon...Aku rindu kalian semuanya...!" kata Leony yang bergegas menuju ruang utama istana langit.


Dan dia mendapati semua keluarganya sedang berkumpul.


"Kematian Leony membuat dampak yang besar pada kerajaaan Langit." kata Raja Arthur, ayahanda Leony.


"Benar, istana serasa sepi..!!" kata Ratu Flower, Ibunda Leony.


"Ayahanda,Ibunda dan semuanya... ini Leony, Leony ada di sini..!!" seru Leony, namun semuanya tak ada yang menggubrisnya karena mereka memang tak melihat Leony.


"Iya, hal ini juga berdampak pada keluarga Raymond dan juga Ekin..!" kata selir Selena.


"Apa...apa yang terjadi pada mereka..? Keluarga Raymond..? apa telah terjadi sesuatu pada Aaron...? Ekin..kenapa dengan Ekin..?"


Pertanyaan demi pertanyaan muncul dalam diri Leony.


Tiba-tiba, ada seorang pemuda dengan seragam panglima kerajaan, menghadap Raja Arthur.


"Hamba Simon menghadap paduka yang mulia..!" kata Simon saat menghadap Raja Arthur.


"Simon menjadi panglima? Di mana Aaron..? Aaron, aku rindu padamu..!!" gumam Leony dalam hati.


"Simon, bertugas lah dengan baik. Kau menggantikan Aaron yang di kutuk Archie menjadi kucing, untuk sementara waktu.Setelah kutukan Aaron selesai, kau harus kembali ke tempatmu." kata Raja Arthur mengingatkan.


"Apa...! Aaron dikutuk Archie..! dasar kucing nakal..!!" kata Leony yang hanya mampu dia dengar sendiri.


"Baik paduka, hamba mengerti..!" kata Simon yang kemudian menunduk dan mundur, lalu menuju ke kursi tempat biasa dia duduk.


"Aku sangat merindukan Aaron..! gara-gara kamu Archie..! kenapa ngGasih kutukan pada Aaron..!" kata Leon kakak Leony pada kucing kesayangannya yang berwarna hitam yang punya kemampuan mengutuk. Yang saat ini berada di pangkuan Leon.


"Aku juga merindukan Rosa, tak ada temanku yang akan bantu aku menabur benih bunga ke bumi." kata Ratu Flower.


"Dan juga Ekin, sekarang dia ada di mana..?" Isak tangis selir Selena.


"Sedangkan aku sangat membutuhkan Raymond saat-sat seperti ini, kerajaan butuh sesosok Raymond yang mengatasi semua masalah di Kerajaan...!" kata Raja Arthur yang tak mau kalah.


Tak berapa lama seekor kucing putih menghadap, yang tak lain si Kity.


"Yang mulia, hamba menghadap..!" kata Kity seraya menundukkan kepalanya.


"Kity...!!" seru seekor kucing hitam menghampiri Kity,seolah tak percaya.



Archie memeluk erat pujaan hatinya itu.


"Aduh Kity, kamu bisa bertemu kucing yang menyayangimu. Sedangkan aku..?" kata Leony yang kini meneteskan airmatanya.


"Sudah Archie, ada yang harus saya sampaikan pada Yang mulia..!!" kata Kity saat melepaskan pelukan Archie.


"Kity, apa kau sudah melakukan tugas kamu..?" tanya Raja Arthur yang kembali bersemangat saat Kity kembali ke Istana


"Sudah yang mulia, beruntungnya saya bertemu seorang gadis yang mau membantu hamba mengumpulkan pusaka-pusaka langit." jelas Kity sambil menyerahkan pusaka-pusaka langit yang dibawanya dari bumi


"Seorang gadis..? benarkah..?" tanya Ratu Flower yang penasaran.


"Iya yang mulia, dia mirip sekali dengan nona Leony, dan Roh nona ada padanya." kata Kity seraya menatap orang-orang ayan ada dihadapannya.


"Roh Nona Leony..?" tanya Archie yang merasakan sesuatu.


"Iya.. aku merasakan Leony ada di sini..!!" ucap ratu Flower yang juga merasakan sesuatu yang tadi belum dia anggap serius.


"Aku juga merasakan kembaranku Bunda..!":kata Leon yang kemudian melihat ke sekilingnya.


"Semuanya... aku di sini di depan kalian...!!" seru Leony yang tak dapat di dengar oleh semua yang ada dalam istana saat ini.


"Lihat aku...! aku ada di tengah-tengah kalian..!!" Isak tangis Leony.


...~Â¥~...


Author mengingatkan kembali bahwa Novel Gadis Tiga Karakter ini punya benang merah dengan Novel Si Oyen Pacarku bukan Manusia.


...Terima kasih untuk para semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel GADIS TIGA KARAKTER ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...BERSAMBUNG...