Gadis Tiga Karakter

Gadis Tiga Karakter
Kasus kotak coklat malam


"Tolong tutup pintu, Rani. Terima kasih. Ya, dan berdirilah dengan punggung bersandar di pintu. Nah, Tuan Halliday, izinkan saya memperkenalkan Anda kepada Gracie Kidd, atau Jane Mason, yang akan segera bergabung dengan kaki tangannya, Red Narky, di bawah pengawalan ketat Inspektur Alex."


***


Komisaris Saga melambaikan tangannya.


"Masalahnya sederhana sekali." Diambilnya lagi sebuah kaviar.


"Penekanan pelayan ini tentang pakaian majikannya itulah yang mula-mula menarik perhatianku. Mengapa ia begitu ingin agar perhatian kita tertuju pada pakaian majikannya" Rani mempertimbangkan bahwa hanya dari pelayan itu kita mendengar cerita tentang laki-laki misterius di kereta di Bristol.


Menurut kesaksian dokter, Nyonya Carrington mungkin sekali sudah dibunuh sebelum kereta masuk Bristol. Kalau begitu, pelayan ini cuma kaki tangan. Dan seandainya dia kaki tangan, dia tidak menginginkan hal ini diketahui dari kesaksiannya saja.


Pakaian yang dikenakan Nyonya Carrington biasanya mencolok. Dan pelayan tentunya tahu apa yang akan dikenakan majikannya. Nah, kalau sesudah Bristol orang melihat seorang wanita memakai mantel dan rok bawah warna biru terang serta topi bulu yang kecil, dia sungguh-sungguh berani bersumpah telah melihat Nyonya Carrington.


"Rani mulai merekonstruksi. Pelayan itu menyediakan pakaian duplikat untuk dirinya. Ia bersama kaki tangannya memberi khloroform kepada Nyonya Carrington dan menikamnya antara London dan Bristol, mungkin dengan memanfaatkan terowongan. Jenazahnya digulingkan ke bawah tempat duduk dan si pelayan menggantikan tempatnya. Di Weston pelayan ini harus berusaha supaya ia dilihat orang. Bagaimana caranya" Dari semua kemungkinan, penjual koranlah yang dipilihnya.


Dengan memberikan uang persen yang besar, pelayan itu memastikan bahwa si penjual koran akan mengingat dirinya. Ia juga menarik perhatian penjual koran dengan ucapannya tentang salah satu majalah.


Setelah meninggalkan Weston, ia membuang pisau ke luar jendela untuk menandai skenario tempat pembunuhan terjadi, lalu mengganti pakaiannya atau mengancingkan mantel kulit tahan hujan di luarnya.


Dia turun di Taunton dan secepat mungkin kembali ke Bristol, tempat kawannya - sebagaimana telah diatur - menaruhkan bagasi di tempat penitipan. Lakilaki itu memberikan tiket, sedangkan ia sendiri kembali ke London.


Si pelayan menunggu di peron, menjalankan perannya, pergi ke hotel untuk bermalam, lalu kembali ke kota keesokan harinya. Tepat seperti yang ia katakan.


"Ketika Alex kembali dari penyelidikannya, ia menguatkan semua kesimpulanku. Alex juga menceritakan bahwa seorang penjahat menyalurkan permata itu. Ranitahu, siapa pun orangnya pasti berlawanan dengan figur laki-laki yang digambarkan Jane Mason. Pada waktu mendengar orang itu Red Narky, yang selalu bekerja sama dengan Gracie Kidd, well, Ranitahu di mana Raniharus menemukan Gracie Kidd ini."


"Bagaimana dengan pangeran itu?"


"Semakin memikirkannya, semakin Rani yakin dia tidak bersangkut-paut dengan perkara ini. Laki-laki itu terlalu berhati-hati dengan nama baiknya untuk mengambil risiko sebagai pembunuh. Ini tidak sesuai dengan karakternya."


"Well, Monsieur Komisaris Saga," kata Halliday,


"saya berhutang budi kepada Anda. Cek yang akan saya tulis sesudah makan siang ini tidak seberapa dibandingkan jasa Anda." Komisaris Saga tersenyum dengan rendah hati, lalu berbisik kepada Rani,


"Alex yang baik, dia pasti akan mendapat pujian resmi. Tapi meskipun ia sudah menangkap Gracie Kidd, kukira - Rani telah membuatnya kesal."


...****...


Komisaris Saga mereguk coklat kental di cangkir keramik merah muda itu sambil menarik napas dengan penuh kepuasan. "Quelle belle vie!" gumamnya. "Ya, dunia yang menyenangkan," Rani mengiyakan.


"Rani mempunyai pekerjaan yang baik! Dan engkau, terkenal - "


"Ah, Rani!" protes Komisaris Saga.


"Engkau memang terkenal. Ini benar! Kalau kurenungkan kembali garis kesuksesanmu yang panjang, Rani betul-betul takjub. Raniyakin engkau tidak mengenal apa artinya kegagalan!"


"Engkau bergurau kalau berkata begitu."


"Tidak, Ranisungguh-sungguh. Pernahkah engkau gagal?"


"Berkali-kali. Sobatku, apa maksudmu" La bonne chance, keberhasilan tidak selalu ada di pihakmu. Rani pernah dipanggil amat terlambat. Sering kali orang lain, yang bekerja dengan tujuan yang sama, datang lebih dulu ke tempat kejadian. Dua kali Ranijatuh sakit persis pada waktu Raniberada di tangga kesuksesan. Orang pasti mengalami baik kegagalan maupun keberhasilan."


"Bukan itu yang sebenarnya kumaksud," Ranimenyanggah.


"Maksudku, pernahkah engkau gagal total dan meninggalkan satu kasus karena kesalahanmu sendiri?"


"Ah, Ranimengerti sekarang! Engkau menanyakan kalau-kalau Ranipernah bertindak begitu tolol sehingga Ranidiolok-olok, begitu" Sekali, Sobat - " Pelahan-lahan senyuman dan tampang merenung menghiasi wajahnya. "Pernah sekali Ranimembuat diriku sendiri menjadi bahan tertawaan." Tiba-tiba ia berdiri tegak. "Lihatlah, Rani, Ranitahu engkau mencatat keberhasilan-keberhasilanku yang tidak seberapa. Catatanmu perlu kautambah dengan satu cerita lagi. Kisah kegagalan!"


Dicondongkannya tubuhnya ke depan, lalu dimasukkannya sebuah balok ke perapian. Setelah menyekakan tangannya pada penghapus debu yang tergantung di pRanidi dekat tungku perapian, ia menyandarkan badannya dan melanjutkan ceritanya.


Kegagalan ini (kata M. Komisaris Saga) terjadi di Belgia beberapa tahun silam. Pada waktu itu terjadi pertentangan sengit antara gereja dan pemerintah di Prancis. M. Paul D?roulard adalah kepala polisi Prancis yang ternama saat itu. Sudah menjadi rahasia umum bahwa jabatan menteri menantinya. Dia termasuk kelompok yang paling ekstrem. Dan tidak diragukan lagi bahwa dalam jalan menuju kekuasaannya nanti, dia akan menghadapi kebencian yang luar biasa.


Dalam banyak hal, ia aneh. Meskipun tidak minum minuman keras atau mengisap obat bius, tapi dalam hal-hal lain ia tidak terlalu baik reputasinya. Engkau tahu, Rani, c'?tait des femmes - toujours des femmes! Soal perempuan! Beberapa tahun sebelumnya ia menikahi seorang perempuan muda asal Brussels yang kaya-raya. Jelas sudah, uang itu berguna dalam kariernya karena keluarganya sendiri tidaklah kaya, biarpun ia berhak memakai gelar M. le Baron kalau ia mau. Pernikahan itu tidak membuahkan anak; dan istrinya meninggal dua tahun kemudian karena jatuh dari loteng.


Di antara kekayaan yang diwariskan almarhumah istrinya terdapat sebuah rumah di Avenue Louise, Brussels. Di rumah itulah ia mati mendadak, bersamaan dengan mundurnya menteri yang jabatannya akan ia duduki.


"Semua surat kabar memuat berita panjang lebar tentang perjalanan kariernya. Kematiannya, yang sangat mendadak setelah makan malam, diberitakan sebagai akibat serangan jantung. Seperti kau tahu, waktu itu Ranitermasuk dalam kesatuan detektif Belgia. Bagiku kematian M. D?roulard tidak terlalu menarik. Seperti kau tahu juga, Rani bon catholique.


Dan kematiannya kelihatannya merupakan keuntungan bagiku. Tiga hari kemudian, ketika Rani baru saja mulai liburanku, seorang perempuan berkerudung tebal, tapi jelas masih sangat muda, mendatangi apartemenku. Raninsegera merasa ia seorang jeune fille tout ? fait comme il faut.


"Anda Monsieur Hercule Komisaris Saga?" tanyanya dalam suara rendah yang terdengar manis. Ranimembungkukkan badan. "Dari dinas detektif?" Lagi-lagi Ranimembungkuk.