
Setelah acara peresmian Gym Rafitya cabang kota "K" selesai, Raditya hendak balik ke kota "J".
"Padahal aku ingin sekali bertemu denganmu Yuki...! kamu ada di mana..??" kata dalam hati Raditya yang kemudian masuk ke dalam mobil.
Beberapa menit setelah kepergian Raditya, Emi dan Yuki tiba di Gym Raditya. Mereka bersiap-siap untuk jualan Soto di kantin Raditya.
Sementara itu Raditya yang sedang mengemudi, merasa jenuh.
Untuk mengusir kejenuhannya, Raditya memutar lagu di Audio mobilnya.
Dan mengalunlah sebuah lagu yang bertema Cinta, yang mungkin sesuai dengan hatinya saat ini.
...πΆCinta karena Cinta -JudikaπΆ...
...Aku hanyalah manusia biasa...
...Bisa merasakan sakit dan bahagia...
...Ijinkan ku bicara...
...Agar kau juga dapat mengerti...
...Kamulah yang buat hatiku bergetar...
...Rasa yang telah kulupa kurasakan...
...Tanpa tahu mengapa...
...Yang ku tahu inilah cinta...
...Cinta karena cinta...
...Tak perlu kau tanyakan...
...Tanpa alasan cinta...
...Datang dan bertahta...
...Cinta karena cinta...
...Jangan tanyakan mengapa...
...Tak bisa jelaskan...
...Karena hati ini telah bicara...
...Kamu yang buat hatiku bergetar...
...Senyumanmu mengartikan semua...
...Tanpa aku sadari...
...Merasuk di dalam dada...
...Cinta karena cinta...
...Tak perlu kau tanyakan...
...Tanpa alasan cinta...
...Datang dan bertahta...
...Cinta karena cinta...
...Jangan tanyakan mengapa...
...Tak bisa jelaskan...
...Karena hati ini telah bicara...
...Cinta karena cinta...
...Tak perlu kau tanyakan...
...Tanpa alasan cinta...
...Datang dan bertahta...
...Cinta karena cinta...
...Jangan tanyakan mengapa...
...Tak bisa jelaskan...
...Karena hati ini telah bicara...
...πΆπΆπΆ...
Langit yang tadinya mendung kini menjadi hujan. Dan Raditya tetap melajukan mobilnya.
Karena cuaca semakin buruk, Radtya pun menepikan mobilnya di sebuah Cafe.
Dia pun singgah disana dan memesan secangkir kopi Capucino.
Ternyata ada seorang wanita yang memperhatikannya sedari tadi.
"Raditya..! apa kabar..?" sapa wanita itu yang membuat Raditya menghentikan kegiatannya menikmati secangkir kopi.
"Sania..!!"
"Kabarku baik...! malah jauh lebih baik...!" jawab Raditya.
"Sejak kita putus, kamu lebih ganteng...!!";Rayu Sania.
"Ah biasa saja....!!"sahut Raditya.
"Radit, maafkan aku ya..!! bagaimana kita mulai dari awal lagi..! kita balikan..!!" pinta Sania sambil memohon.
"Ba..balikan..??"
"Hmm...! mungkin dengan balikan dengan dia, aku bisa tahu di mana markas geng Kobra yang sekarang..!!" batin Raditya
"Baiklah...! aku terima, asal kamu mau berubah..!!" kata Raditya dengan setengah hati karena dalam hatinya, hanya ada Yuki.
"Benarkah..? makasih sayang..!!" ucap Sania dan kemudian dia memeluk Raditya dari belakang.
"Rani..sebentar lagi, aku bisa menyeretmu ke tempat King..!!" kata dalam hati Sania.
Dan mereka pun saling ngobrol dan tukar nomor ponsel.
"Apa kamu mau datang di acara pernikahan Lilian..?" tanya Raditya yang ingat sebentar lagi Lilian dan Inspektur Alex akan menikah.
"Apa..? Lilian mau menikah..? kita kapan ya..?" goda Sania.
"Hmmm.. kapan ya..? kalau sifat dan sikap kamu berubah lebih baik, mungkin secepatnya..!!" jawab Raditya asal, padahal dalam hati ingin selalu bersama Yuki.
Hujan pun berhenti, dan Raditya pun berencana melanjutkan perjalanannya.
"Aku mau melanjutkan perjalanan ke kota "J" kita pisah di sini saja ya..!!" pamit Raditya seraya berdiri.
"Sudah aku bilang, berubah lah jadi lebih baik. Maka kami akan menerimamu..!!" jawab Raditya yang kemudian membayar minumannya dan minuman Sania .
Dan dia melangkahkan kakinya menuju mobilnya.
Sania menatap kepergian Raditya dengan tatapan sinis.
"Berubah lebih baik menurutku, bukan menurutmu..!! lihat saja balas dendamku. Raniii...! kau harus mati...!!" gerutu Sania.
***
Sementara itu di Gym Raditya cabang kota "K".
Kondisi Gym sedang ramai-ramainya. Jonathan dan Om Jordy sibuk dengan pelanggan baru, sedangkan Emi dan Yuki juga sibuk dengan pelanggan barunya di kantin Gym.
Tiba waktunya tutup dan pulang.
Namun tiba-tiba ada gerombolan laki-laki berslayer menyerang Gym, mereka hendak merampok penghasilan Gym yang sedari buka sampai tutup tak sepi pengunjung itu.
Segera Jonathan dan Om Jordy melawan mereka.
"Bagh....!!"
"Bugh...!!"
"Agrhhh..!!"
Kurang lebih tiga puluh orang berslayer itu yang sedang masuk ke dalam Gym dan mereka berpencar.
Suara gaduh itu terdengar sampai di kantin, dimana Yuki dan Emi sedang berberes-beres hendak pulang.
"Nampaknya kita di serang..!!" kata Emi yang mendengar kegaduhan itu.
"Iya Bi..!! saatnya beraksi..! bibi di sini saja biar aku yang kesana..!!" ucap Yuki yang segera mengambil topengnya dan berlari menuju di lobby Gym.
"Hopp...! Hiaaaat....!"
"Bagh...!!"
"Bugh...!!"
"Brughh...!!"
"Aaaghh...!!"
Yuki melawan mereka dengan pukulan dorongan dan tendangan yang membuat laki-laki berslayer hitam itu roboh.
Memukul dan mendorong itu di lakukan berulang kali, hingga akhirnya mereka kewalahan.
Ternyata laki-laki berslayer hitam itu ada yang menerobos ke kantin.
Di kantin, Emi siap melawan mereka.
"Hiaaaat...!!"
"Bagh..!!"
"Bugh...""
"Aghh...!!"
Emi pun menggunakan pukulan-mengenai pipi dan bagian perut mereka.
Dalam hitungan menit, mereka akhirnya melarikan diri.
Saat melangkah menuju loby, tiba-tiba kaki Emi menginjak sesuatu.
"Apa ini..? buku...?" tanya dalam hati.
"Rupanya ini buku salah satu anggota mereka..!! aku bawa saja, siapa tahu berguna...!!" pikir Emi yang kemudian menuju ke loby.
Sedangkan Yuki menghilang dari pandangan Jonathan dan Om Jordy untuk melepas topengnya.
"Bibi..! bibi tidak apa-apa.??" tanya Jonathan.
"Tidak apa-apa..!! nampaknya gerombolan laki-laki berslayer hitam.telah sampai di sini..!!" jawab Emi.
"Iya, kita harus lebih berhati-hati..!" seru Om Jordy.
"Iya..!" sahut Emi.
"Ayo bi kita pulang..!!" seru Yuki saat menghampiri Emi.
"Kita pamit tuan Jordy dan Jonathan..!!" pamit Emi.
"Aku antar ya..!!" seru Jonathan yang sedikit khawatir akan kedua wanita itu.
"Jangan khawatir..kami bisa jaga diri kok..!!" sahut Yuki yang sudah naik sepeda motornya, sedangkan Emi ada di belakangnya.
"Hati-hati.! kabari kalau sudah sampai rumah ya..!!" seru Jonathan dengan melambaikan tangannya di ikuti oleh Om Jordy dan di balas lambaian tangan juga oleh Emi.
Sepeda motor itu melaju dengan kecepatan sedang ke rumah mereka.
...~Β₯~...
Author : "Alhamdulillah menuju episode 200, saya nggak nyangka akan sebanyak ini.."
Inspektur Saga :" Jaga kesehatan ya Thor...! kapan aku tampil lagi..? aku kan kangen ketemu para Readers , mana ketemu Raninya masih satu setengah tahun lagi..?!"
Author :" Lha alurnya begitu, mau gimana lagi..?
Trus maunya Inspektur Saga gimana..?"
Inspektur Saga :" maunya ada caption diatas episode,. Satu setengah tahun kemudian.. ha..ha..!"
Author : " Dasar bucin, maunya cepat nikah aja..!! Nggak tahu apa nanti Rani ke jebak siasat Sania..!!"
Nindy :" Aduh Inspektur saga..! jangan protes, seharusnya yang protes itu aku..! masak aku di sebut-sebut tapi nggak pernah tampil, sekali tampil peran ku jadi orang gila..!!"
Author ;" Eh..dari mana kamu tahu...?!"
Nindy ;" Aku kan baca pikiran Author, he..he..!!"
Author ;" Ssssstt..!! jangan buka rahasia lagi, biar Readers penasaran..! biar tambah ngasih dukungannya. Okey...!!"
Inspektur Saga dan Nindy :" Okey..!!"
...πππππππ...
...Author mengucapkan terima kasih pada Readers dan semua yang telah mendukung novel "Gadis Tiga Karakter", dengan memberi like/ komen/fav/rate 5/gift dan juga Votenya....
...Tak terasa menuju episode ke 200, suka dan duka Up date novel ini telah author alami....
...Semoga kita senantiasa selalu di beri kesehatan dan dalam lindungan-Nya....
...Aamiin ya Robbal alaamiin....
...Terima kasih....
...Bersambung...