Gadis Tiga Karakter

Gadis Tiga Karakter
Rahasia Walikota


"Belum tahu, tiba-tiba tidak terdengar suara mama." jawab Rani dengan wajah sendu.


"Coba kamu hubungi kembali mereka sekali lagi!" bujuk Sersan Saga.


Di saat Sersan Saga dan Rani sibuk perihal ponsel, Walikota dan Lilian yang semula diam karena memperhatikan Sersan Saga dan Rana, memberanikan diri untuk memotong pembicaraan mereka berdua.


"Sersan Saga! aku mau minta maaf sama kalian berdua." kata Walikota yang memandang Sersan Saga dan Rana secara bergantian.


Sersan Saga dan Rani, mereka berdua kemudian saling pandang.


"Perihal apa Walikota?" tanya Sersan Saga yang.


"Yang terjadi hari ini. Hari ini adalah ulang tahun terburuk buat Lilian." kata Walikota.


"Kami turut prihatin Walikota, semoga Nona Lilian baik-baik saja" Kata Sersan Saga.


"Sebetulnya acara tunangan tadi bukan tujuanku. Itu karena rencana Sania dan Dio." kata Walikota.


"Aku hanya ingin membantu Sahabatku, menjauhkan kamu dari keluarga keluarga Wibowo." kata Lilian


"Aku tak mengerti, kenapa aku harus menjauhi keluarga Wibowo?" tanya Sersan Saga yang kemudian memegang tangan Rani yang sedang menghubungi mamanya.


"Kata Sania, kedua adik tirinya sedang bersaing untuk mendapatkan Rani teman sekolah mereka." lanjut Lilian.


"Hah...!" Rani dan Sersan Saga besamaan, karena kaget


"Sania sekarang diposisi bersalah, karena sekarang Dia tahu kalau kekasih Sersan Saga itu bukan Rani tapi adik kekasihnya." kata Lilian.


"Trus kenapa kamu mau ditunangkan denganku?" tanya Sersan Saga.


"Itu karena, Roy mencintai aku. Dia mengancam mau menculik aku, karena itulah papa khawatir. Papa ingin Sersan Saga yang menjaga aku dari ancaman Roy!" jawab Lilian


"Trus kenapa kamu tadi menjatuhkan gelas, saat tahu aku kekasih Sersan Saga?" tanya Rani penuh selidik.


"Oh, i..itu karena tadi. Maafkan boleh kah kami bicara berdua, sesama wanita?" pinta Lilian agar Sersan Saga dan Walikota menjauh.


"Okey..!" jawab Sersan Sagasambil menatap Rani,dan Rani menganggukkan kepalanya.


Kemudian Sersan Saga bersama Walikota meninggalkan mereka berdua.


"Rana! Aku mengagumi Sersan Saga sejak Sersan Saga sering ke rumah, untuk mendapat tugas dari Papa." kata Lilian sambil memegang tangan Rani.


"Tampaknya Sersan Saga sangat mencintai kamu, aku akan berusaha melupakan Sersan Saga. Aku tidak akan mengganggu kalian lagi, berbahagialah." kata Lilian sambil memeluk Rani, dan tak sadar Lilian meneteskan air matanya.


Karena merasa terkejut serta terharu, Rani mengusap pundak Lilian "Bisakah kita bersahabat?" kata Rani.


"Kamu mau bersahabat denganku? padahal aku baru saja menyakiti hatimu?" tanya Lilian tak percaya dan melapaskan pelukannya.


"Yang lalu biarlah berlalu, semoga kelak kamu mendapat jodoh lebih baik dari Kak Saga." kata Rani yang mengulas senyumnya sambil mengusap air mata Lilian.


Walaupun dalam hati Rani masih sedikit ada rasa cemburu, tapi Rani berusaha menyembunyikannya.


Rani pun tersenyum dan kemudian menggandeng Lilian menghampiri Sersan Saga dan Walikota.


"Apakah semua sudah selesai? aku antar kamu pulang?" tanya Sersan Saga saat Lilian dan Rani mendekat dan dilihatnya wajah Rani yang sudah nampak kelelahan.


"Sebentar kak Saga, ada yang mengganjal di benakku." jawab Rani yang kemudian menatap pada Walikota.


"Walikota, kenapa anda tadi bilang rencana C? Dan menjebak gadis bertopeng. Sepertinya anda kerjasama dengan geng Kobra?" tanya Rani yang menyelidik.


"Itu karena Roy janji tidak akan menggangu Lilian jika mau menukar dengan gadis bertopeng. Mohon maaf kan perkataan ku tadi tentang sampah. Aku hanya mau memancing emosi kalian. Agar gadis bertopeng keluar." kata Walikota dengan rasa menyesal.


"Jadi seperti itu, kenapa anda tidak bicarakan dengan saya sebelumnya. Agar kami tidak salah paham?" tanya Sersan Saga yang menatap Walikota dengan tajam.


"Maaf karena ancaman Roy juga mendadak. Jadi aku tak ada waktu berpikir tentang hal lainnya." jelas Walikota


"Oh, jadi begitu?" gumam Sersan Saga.


"Kak Saga! Kita pulang yuk..!" pinta Rani yang nampak menahan lelah.


"Baiklah, pakai motor atau...?" Sersan Saga belum sempat selesai bicara, Rani sudah menyela.


"Kami permisi undur diri Walikota, Nona Lilian. Selamat malam." pamit Sersan Saga setelah mengambil kunci mobil dari tangan Rani.


"Selamat malam! mimpi indah ya Rana!" sahut Lilian yang melambaikan tangannya.


"Ya, kamu juga Lilian! Daaa semuanya...!" pamit Rani yang juga melambaikan tangannya.


Kemudian dua sejoli itupun melangkah menuju ke tempat dimana mobil Raditya terparkir.


Setelah menemukan mobil yang dicari, mereka bergegas masuk, menyalakan menyalakan mobil dan sersan Saga dengan segera melajukan mobil menyusuri jalan raya yang menuju ke kediaman tuan Wibowo.


"Apa yang dikatakan Lilian tadi?" tanya Sersan Saga dengan tatapannya tetap ke depan, dengan rasa ingin tahu.


"Rahasia sesama gadis! He...he...he......!" jawab Rani sambil tersenyum. Sersan Saga pun ikut tersenyum.


"Huahaheeeem....!"


Rani menguap dan wajahnya mengarah ke jendela sambil menutup mulutnya.


"Ngantuk ya? tidur saja du....!!" belum selesai Sersan Saga bicara, Gadis itu sudah terlelap dalam tidurnya. Sersan Saga pun kembali tersenyum.


"Sehebat-hebatnya kamu, kamu memang masih bocah! Aku akan menunggumu sampai lulus sekolah." kata Sersan Saga dalam hati dengan sesekali melihat ke arah Rani.


"Drttt....drrtt.....!"


Terdengar suara getar ponsel Rani.


Sersan Saga melihat Rani tidak bangun, segera dia menepikan mobilnya.


Setelah berhenti, Sersan Saga berniat mengambil ponsel dalam tas Rani. Tak sengaja muka Sersan Saga dan Rani berdekatan.


Kembali jantung Sersan itu berdebar, sedikit timbul keinginan untuk mencium bibir mungil gadis yang di cintainya itu.


Tinggal jarak tiga senti lagi, bibir Sersan itu menyentuh bibir Rani. Tiba-tiba ponsel Rani berbunyi kembali.


"Drttt... Drrtt....!"


Sedikit kecewa, tapi Sersan Saga mengingat niatnya semula. Dan diambilnya ponsel dari dalam tas Rani.


Sersan Saga kemudian membuka layan ponsel yang ada ditangannya itu.


"Dasar ceroboh, ponsel tidak dikunci. Kalau ada rahasia didalam ponsel, bisa terbongkar nih! He...he...he...!' gumam dalam hati Sersan Saga sambil terkekeh.


"Hm..banyak sekali panggilan tak terjawabnya! Bibi pembantu dirumah, Nyonya Lani dan terakhir Tuan Wibowo!" kata dalam hati Sersan Saga yang penasaran.


Kemudian Sersan Saga mencoba memanggil balik Tuan Wibowo.


"Hallo Tuan... ini Saga...iya Tuan Raditya sekarang ada di rumah sakit, di temani Sania...


Rani bersama saya Tuan, kami mau menuju rumah....apaa?...baik, saya akan segera pulang ke rumah sekarang juga! Terima kasih...selamat malam!" kata Sersan Saga yang terdengar pada saat menelpon Tuan Wibowo.


Setelah mematikan ponsel dan menaruhnya ketempat semula, Sersan Saga bergegas menyalakan mobil dan segera melaju ke arah kediaman Tuan Wibowo.


Setelah sampai di kediaman Wibowo, Sersan Saga segera keluar dari mobil tanpa membangunkan Rani. Tiba-tiba bibi pembantu Tuan Wibowo menghampirinya.


"Tuan! ada lima orang masuk secara paksa. Satu orang mengaku teman Non Rani. Mereka mengobrak-abrik kamar pembantu." kata Si bibi.


...~¥~...


...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Gadis Tiga Karakter ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana Wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...Bersambung...