Gadis Tiga Karakter

Gadis Tiga Karakter
Persiapan menuju ke Pulau


Inspektur Saga menaruh empat benda di atas meja kerjanya.


Empat benfa itu terdiri dari dua buah belati dan dua buah pistol beserta holdster, itu pun dibagi dua.


Inspektur Saga mengambil belati dan pistol itu dan memakainya di kedua pahanya.



Demikian juga dengan Yuki, yang saat itu memakai celana jeans pendek, berkaos shirt warna hitam dengan memakai jubah sampai lutut dengan rambut di ikat denga sepatu kets warna putih.


Saat memakai holdster tersebut, Yuki menaikan kakinya di kursi dengan menyibak jubahnya.


Paha Yuki yang putih mulus itu pun terlihat, dan menggoda bagi yang melihatnya.


"Glekkk..!'


Inspektur Saga yang tak sengaja melihatnya pun menelan salivanya.


"Astaga Yuki..!!" batin Inspektur Saga yang tak karuan.


"Saga..!" panggil Yuki saat melihat Inspektur Saga melihatnya tak berkedip


Dan hal itu membangunkan lamunan Inspektur Saga.


"Oh iya, apa kamu bisa memakai holdster itu?" tanya Inspektur Saga yang menutupi kecanggungannya.


"Bisa nih buktinya..!" jawab Yuki sambil memperlihatkan paha sebelah kanan pistol dan sebelah kiri belati.


"Apa nggak ada celana lainnya? paha kamu nggak sakit nanti..?" tanya Inspektur saga.


"Celanaku tinggal ini, yang lain belum kering..!" jawab Yuki sambil berbisik.


"Hadeuh...! nanti kalau aku khilaf gimana?" gumam lirih Inspektur Saga yang masih bisa di dengar Yuki.


"Ya..kita nikah..! he..he..!" balas Yuki sambil tertawa kecil.


"Dasar...! ingat tuh Radit...!!' seru Inspektur Saga.


"Kamu tu ya yang harus ingat Rani..! he..he..!" balas Yuki yang terus tertawa.


"Ah..! Sudah..! ayo berangkat..!" seru Inspektur Saga yang kemudian berjalan menuju pintu keluar ruangan dan di ikuti Yuki yang kedua senjatanya sudah tertutup jubahnya.


Semua rekan polisi Inspektur Saga pun melihat mereka berdua bak sepasang pendekar dalam film action.


Dan keduanya pun keluar dari kantor polisi dan menuju tempat parkir sepeda motor.


Dengan naik sepeda motor mereka berboncengan, dan menuju ke pantai tempat dimana Yuki terdampar kemarin.


"Kita ke pulau itu pakai apa?" tanya Yuki yang masih berada di atas motor Inspektur Saga itu melihat ke sekelilingnya.


"Itu...! kita naik itu saja..!" jawab Inspektur Saga yang menunjuk ke arah persewaan Speedboot yang tak jauh dari tempat mereka berhenti.


"Maaf saya mau menyewa satu buah Speedboot. Siapa pemilik persewaan ini ya?" tanya Inspektur Saga sambil melihat-lihat Speedboot yang berjajar.


"Saya pemilik persewaan ini. Bisa minta kartu identitas dan setengah uang sewanya?" tanya pemilik persewaan Speedboot


"Saya tidak pakai kartu identitas, tapi sepeda motor saya sebagai jaminannya dan ini ada beberapa lembar uang untuk setengah uang sewanya." kata inspektur Saga sambil menyerahkan kunci sepeda motor dan setengah uang sewanya.


"Ok deal..! ini kuncinya..!" kata si pemilik persewaan Speedboot.


Inspektur Saga dan Yuki pun naik dan mulai mengendarainya menjauh dari bibir pantai.



Mereka terus berkeliling mencari pulau yang jadi tujuan mereka.


Lima buah pulau telah mereka datangi, namun kesemuanya bukan uang mereka cari.


Hingga akhirnya tiba di sebuah pulau yang bagi Yuki tak asing lagi.



"Itu pulaunya...!" seru Yuki sambil menunjuk ke pulau yang terdapat sebuah Villa yang luas.


"Ok..! kita menepi dan menyembunyikan Speedboot ya..


"Kita menepi disana...!' seru Yuki sambil menunjukkan lokasi dimana kemarin dia keluar dari pulau itu dengan memakai rakit bersama Linda dan Nilam.


Setelah menepikan Speedbootnya, Inspektur Saga dan Yuki turun dan melangkah menuju ke jalan rahasia dimana ketiga gadis itu keluar dari villa.


Mereka melewati lorong-lorong gua buatan manusia, hingga menemukan sebuah pintu kecil di ujung goa buatan manusia itu.


...~¥~...


Sampai di sini dulu ya..


Yuk dukung Novel GADIS TIGA KARAKTER, dengan memberi like/komen/,♥️/⭐5/🎁 maupun Vote-nya ya...


Jangan lupa ramaikan Novel Author yang lainnya..


*CINTA UNTUK YULIA


*SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA


*HITAM BUKAN HITAM HIDUPNYA


Terima kasih.


...Bersambung...