
"Semakin banyak orang membaca tentang perkara ini, semakin terselubung misterilah semuanya!" sambung yang berbicara mengenai pokok permasalahan dengan menghalau perasaan yang masih ada rasa jengkel pada istrinya.
Karena penasaran dengan kasus suaminya, Rani membaca berkas-beekas dan sesekali melihat ke laptop suaminya.
.
"Siapa yang membunuh Lord Cronshaw? Apakah kematian Coco Courtenay pada malam yang sama hanya suatu kebetulan?Apakah itu kecelakaan? Atau apakah Coco sengaja menelan kokain melebihi dosis?" rentetan pertanyaan yang dilontarkan oleh Rani, saat selesai membaca berkas dan laptop suaminya.
"Inilah pertanyaan-pertanyaan yang dari kemarin aku tanyakan kepada diriku sendiri. Di luar dugaan, dan ini agak menjengkelkanku, para polisi lainnya nampaknya tetap tidak tertarik akan kasus ini." kata Komisaris Saga yang menatap serius pada istrinya.
Rani melirik ke arah suaminya dan sebelum dia berkata, pintu terbuka dan muncullah perwira Andata yang memberitahukan kedatangan Inspektur Alex yang merupakan kawan lama mereka berdua.
"Ah, sahabatku yang baik," seru komisaris Saga yang menyapanya dengan hangat, kemudian bangkit dari duduknya dan melangkahkan kaki menyambut kedatangan inspektur Alex.
Keduanya saling berpelukan, sementara itu perwira Andata sempat melihat ke arah Rani dengan heran, kemudian dia melangkahkan kaki menghampiri Rani.
"Ma'af, kenapa anda bisa berada disini? Seharusnya kan anda sudah pulang saudari Rani. Bukan kah anda punya kepentingan saat ini?" rentetan pertanyaan yang di lontarkan oleh perwira Andata, yang membuat Rani terkejut.
"Perwira Andata, anda ini polisi tapi seperti wartawan saja! He...he...!" seru Rani yang terkekeh saat bisa menguasai keadaannya.
"Saudara Rani, sebaiknya kita keluar dari ruangan ini!" bisik perwira Andata, dan Rani menganggukkan kepalanya. Karena tak ingin mengganggu acara temu kangen kedua sahabat itu.
Ketika hendak melangkahkan kakinya dan melewati suaminya yang sedang bercakap-cakap dengan Inspektur Alex, tangan sebelah kanan Rani terasa ada yang menariknya.
"Kamu mau kemana?" tanya Komisaris Saga yang menatap Rani dengan tajam.
"A..aku mau keluar sebentar!" jawab Rani yang sedikit takut, tak seperti Rani biasanya yang selalu berani menghadapi apapun.
"Perwira Andata! Perlu kamu ketahui kalau Saudari Rani ini adalah Istriku. Jadi dia tak boleh berjalan bersama laki-laki lain tanpa seijinku!" seru Komisaris Saga, yang tentu saja membuat perwira Andata sangat terkejut.
"A...apa? Ja..jadi saudari Rani ini istri komisaris Saga?" tanya perwira Andata untuk lebih menyakinkan dirinya.
"Iya, Rani ini memang istri komisaris Saga. Kami berteman sejak lama." kata Inspektur Alex yang memperjelas ucapan komisaris Saga.
"Oh, kalau begitu saya minta ma'af dan saya mohon diri. Permisi!" ucap perwira Andata yang kemudian dengan hormat melangkahkan kaki keluar dari ruangan komisaris Saga.
"Inspektur Alex, ada apa gerangan datang kemari?" tanya Rani seraya duduk dan menata ke arah Inspektur Alex. Dia berusaha mengalihkan perhatian suaminya, agar tak berkepanjangan.
"Saya sedang menangani kasus yang menurut saya sangat sesuai untuk Anda. Saya kemari untuk menawarkan apakah Anda berminat ikut menanganinya?" tanya Inspektur Alex yang mengetahui kemampuan komisaris Saga dan Rani, meskipun ia menyesalkan kekurangannya itu dalam hal metode.
"Memangnya apa kasus yang membuat kamu kewalahan itu Inspektur Alex?" tanya Rani yang penasaran, karena jarang sekali kalau seorang Inspektur Alex yang merasa tidak sanggup dalam menghadapi kasus-kasusnya.
"Yang saya maksudkan adalah pesta dansa itu." jawab Inspektur Alex dengan nada merajuk.
"Ayolah, katakan bahwa kalian bersedia menanganinya!" sambung Inspektur Alex yang berseru.
"Bagaimanapun juga tadi sebelum anda kemari saya baru saja membicarakan perkara itu, iya kan, Istriku Rani!" seru Komisaris Saga yang menatap istrinya.
"Benar Inspekur Alex!" seru Rani yang membenarkan ucapan suaminya.
"Langsung ke pokok permasalahannya, ya. Saya kira Anda tahu tentang fakta-fakta utama kasus ini. Ya kan, komisaris Saga?" tanya Inspektur Alex yang penasaran.
"Dari surat kabar saja imajinasi wartawan kadang-kadang menyesatkan. Ceritakanlah seluruh peristiwa itu." kata Rani yang ikut menyimak kasus yang akan mereka selesaikan.
Dengan santai Inspektur Alex menyilangkan kedua kakinya dan mulai bercerita.
"Seperti semua orang tahu, Selasa yang lalu diadakan pesta dansa untuk memperingati suatu kemenangan seorang yang menang dalam pemilihan. Sekarang ini, setiap pesta dansa kecil-kecilan saja dianggap begitu, tetapi yang ini benar-benar pesta dansa yang sesungguhnya." kata Inspektur Alex.
Sebuah pesta dansa yang diiadakan di Colossus Hall dan perhatian seluruh penduduk London, termasuk Lord Cronshaw yang muda beserta kawan-kawannya, tercurah ke pesta itu.
"Dossier-nya?" tanya komisaris Saga yang menyela.
"Maksud saya bioscop-nya - bukan, apa ya namanya biograf?" sambung tanya Komisaris Saga yang serang berpikir.
"Viscount Cronshaw adalah viscount kelima, umurnya dua puluh lima tahun, kaya raya, masih bujangan, dan sangat menyukai dunia teater. Ada desas-desus bahwa ia bertunangan dengan Nona Courtenay dari Teater Albany, yang dikenal kawan-kawannya dengan julukan 'Coco', dan katanya sangat mempesona." jawab Inspektur Alex.
"Bagus. Teruskan!" seru Komisaris Saga.
"Kelompok Cronshaw terdiri atas enam orang: dia sendiri; pamannya, Yang Mulia Beltane; seorang janda cantik berkebangsaan negara A, Nyonya Mallaby; aktor muda Chris Davidson; istri Davidson; dan yang terakhir, tetapi bukan yang paling tidak berarti, Nona Coco Courtenay. Seperti yang Anda tahu, pesta dansa itu adalah pesta dansa dengan pakaian fantasi. Kelompok Cronshaw menampilkan Komedi Kuno, entah seperti apa kelompok komedi itu." jelas inspektur Alex.
"Commedia dell' Arte," gumam komisaris Saga.
"Ya, yang saya tahu Kostum itu ditiru dari seperangkat patung keramik, sebagian dari koleksi Beltane. Lord Cronshaw menjadi Harlequin; Beltane memakai kostum Punchinello; Nyonya Mallaby menjadi pasangannya, yaitu Pulcinella; suami-istri Davidson berperan sebagai Pierrot dan Pierrette; dan Nona Courtenay, tentu saja, menjadi Columbine." jelas Inspektur Alex.
"Nah, rupanya ada yang tidak beres sejak awal petang itu. Lord Cronshaw muram dan sikapnya aneh. Pada waktu kelompok itu berkumpul untuk makan malam di ruangan pribadi kecil yang disewa oleh tuan rumah, setiap orang melihat bahwa Lord Cronshaw dan Nona Courtenay tidak lagi bertegur sapa." lanjut inspektur Alex.
"Jelas terlihat bahwa Nona Courtenay baru saja menangis dan, kelihatannya, hampir histeris. Suasana makan malam itu tidak menyenangkan." gumam Rani.
"Benar, pada waktu mereka meninggalkan ruang makan, Nona Courtenay menghampiri Chris Davidson dan, dengan suara yang cukup keras, meminta sang aktor mengantarnya pulang karena ia 'muak dengan pesta dansa itu." kata Inspektur Alex.
"Davidson ragu-ragu, ia memandang Lord Cronshaw sekilas, dan akhirnya menarik keduanya kembali ke kamar makan." lanjut cerita Inspektur Alex.
...~¥~...
...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Gadis Tiga Karakter ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana Wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin.c gg...
...¹...
...Terima kasih...
...Bersambung...