
Jimmy, Lisa dan twins A berjalan masuk kedalam rumah sakit dengan langkah terburu buru, mereka segera menuju ke ruangan persalinan khusus keluarga Lemos tanpa bertanya lagi, karena dalam pikiran mereka yaitu bagaimana keadaan menantu kesayangan mereka.
hingga mereka tiba dan duduk di depan ruangan tersebut dengan dada yang berdetak kencang, tak dapat di pungkiri kekhawatiran melanda mereka, bagaimana ini bisa terjadi, bukankah Arka mengatakan bulan July putri lahiran lalu sekarang mengapa putri melahirkan di bulan Juni.
"hiks hiks, glandma aalin tatut, aalin mahu lihat mommy"ucap Aarin menangis sesenggukan dalam pelukan Lisa, sedangkan Aaron ia hanya memeluk jimmy sedari tadi, ia menyembunyikan wajahnya di dada bidang jimmy.
"jagoan grandpa menangis??"tanya jimmy lembut melonggarkan pelukannya menatap wajah Aaron yang sudah banjir air mata.
"aalon shayang mommy, aalon Ndak mahu mommy satit"ucap bocah laki laki itu yang benar benar menyayangi mommy nya dengan cinta yang amat besar, bahkan ia tak tega melihat wajah sang mommy yang pucat.
"hey dengarkan grandpa, mommy pasti akan baik baik saja, karena mommy Aaron adalah wanita yang sangat hebat, sekarang mommy sedang berjuang demi membawa dedek bayi nya untuk melihat dunia ini"ucap Jimmy berusaha memberikan pengertian.
sedangkan di sisi lain kemal, twins b, Rosa dan Bilqis masuk terburu-buru, tadinya mereka sedang dinner namun setelah mendapatkan panggilan dari Jimmy mereka langsung kesini, begitu juga Dimas, Dito, Leo dan Alexa yang juga ikutan berjalan menuju keberadaan Jimmy dan Lisa.
"pa, bagaimana keadaan putri dan bayinya"tanya kemal yang baru datang dengan nafas memburu, bersama yang lainnya.
"mereka...
belum sempat jimmy menjawab, suara bayi terdengar samar samar di telinga mereka, membuat mereka semua tersenyum senang, bahkan Dimas langsung memeluk Alexa dan mengusap perut buncitnya.
"oek oek oek"suara bayi menangis terdengar samar di telinga mereka, sontak saja Aarin yang tadinya menangis langsung diam.
"dedek na dah lahill glandma, dedek na lahill"pekik Aarin girang.
"betul glandpa, dedek na dah lahill"timpal Aaron dengan nada yang berubah ceria, hingga suara bayi menangis terdengar lagi dan lagi, menandakan ketiga bayi itu telah lahir.
"pa, ma kami juga ingin punya adik seperti mereka"rengek Bryan pada kemal dan Bilqis membuat Rosa seperti kebakaran jenggot, sedangkan Bilqis langsung tersenyum senang mendengar nya.
"tenang sayang, nanti pasti mama berikan kok"balas Bilqis tersenyum genit mengedipkan matanya ke arah kemal, membuat ia menelan ludahnya, karena tingkah Bilqis yang nampak agresif.
"glandma, dedek na ada tiga glandma"teriak Aarin lagi turun dari pangkuan Lisa dan melompat lompat girang, bersama Aaron..
"yeye aalin dah jadi kakak, yeye aalin sheneng aalin sheneng"teriak Aarin girang.
cklek
keluar dokter Maya dengan wajah memerah, bukan karena marah namun mencoba menhan tawa sedari tadi, karena melihat Arka langsung luruh ke lantai tepat saat putri pingsan, dan sekarang ia ingin memanggil Jimmy atas perintah Arka.
"tuan besar, anda di panggil oleh tuan muda Arka untuk masuk kedalam"ucap dokter Maya sopan.
"apakah semuanya baik baik saja"tanya Lisa yang khawatir.
belum dokter Maya selesai berbicara, Jimmy dan para sahabat Arka langsung menerobos masuk ke dalam ruangan tersebut, karena mereka sangat khawatir dengan keadaan Arka.
mereka masuk dengan wajah yang khawatir namun berubah menjadi merah karena menahan tawanya dikala melihat Arka, yang duduk lunglai di lantai dengan keadaan yang sangat berantakan, rambut acak acakan leher berdarah akibat bekas gigitan putri, sedangkan tangannya ikut lecet karena cakaran.
"hahahah, kau kenapa seperti anak SMA yang habis tauran aja"ledek Jimmy tersenyum mengejek membuat Arka kesal.
**** kenapa aku punya papa yang aneh begitu, melihat anaknya yang menyedihkan bukannya di tolongin malah di ledekin batin Arka kesal.
"pa tolong bantu Arka berdiri, karena kaki Arka masih gemetar"ucap Arka lemah membuat Jimmy terkekeh geli, sedangkan sahabat arka hanya menggeleng kepalanya.
kemudian mereka semua menatap putri yang terlelap tenang di brangkar di temani selang infus yang menancap di punggung tangannya, mata Jimmy berkaca-kaca melihatnya, ia mengingat kembali dimasa Lisa melahirkan Arka dulu, bayangan wajah Lisa yang pucat pasi menangis menahan sakit, terbayang jelas begitu saja di kepalanya.
"kalian lihat sendiri kan bagaimana sakit dan lelahnya seorang ibu melahirkan anak anak nya, sedangkan kita para pria hanya bisa membuat anak saja tanpa merasakan sakit nya seorang wanita dikala kesuciannya kita ambil, lelahnya perempuan dikala mengandung anak kita, harus mual setiap pagi, makanan terasa hambar di lidah, selera makan kurang namun mereka juga harus memaksa menelan makanan nya dengan susah payah demi anak kita sehat dalam kandungan nya, dan di saat perut mereka membesar, membuat mereka susah bergerak, jangankan bergerak untuk tidur saja mereka tidak nyaman, ingin bangun tidur harus ada pegangan, bahkan disaat mereka sholat pun mereka tidak bisa melakukan ruku' dan sujud dengan sempurna karena perut mereka terhimpit nantinya,
dan sekarang kamu Arka menyaksikan sendiri bagaimana perjuangan istri mu hidup dan mati demi melahirkan anak anak mu, mereka hanya bisa menangis guna untuk mengungkapkan rasa sakit yang mereka rasakan, bahkan setelah tahu bagaimana rasanya sakit melahirkan, istri mu tidak pernah menolak akan keinginan mu untuk punya anak lagi dari rahimnya, ingatlah kalian semua, bahwa ini nasihat untuk kalian dan juga papa sebagai laki laki, jangan pernah sakiti hati wanita yang kelak menjadi istri kalian, bahkan tidak hanya istri tapi wanita lainnya, mereka adalah makhluk lemah yang melindungi kita, setiap wanita adalah tulang rusuk pria, dan tugas tulang rusuk adalah melindungi jantung, bukan kita yang melindungi mereka, tetapi mereka lah yang melindungi kita, dan itu adalah fakta yang terlupakan.
percayalah setiap kesuksesan seorang suami ada peran istri di belakangnya, jangan pernah menyakiti hati mereka apalagi membuat mereka menangis, karna satu butir air mata mereka jatuh dapat memberikan musibah yang besar akan hidup kita laki laki,
dan untuk kamu Leo, papa ingin kamu berubah menjadi laki laki yang baik, laki laki yang menghormati wanita bukan laki laki yang merusak wanita, sudah cukup kau bermain dengan mereka, waktunya kamu berubah menjadi pribadi yang baik, papa tahu kamu punya niat untuk berubah cuma kamu takut dan malu untuk mengakui pada dirimu sendiri, karena kamu merasa sudah sangat kotor,
percayalah, setiap manusia berhak berubah menjadi lebih baik, tidak peduli seberapa banyak dosa yang dia kerjakan"jelas Jimmy panjang lebar dengan air mata yang mengalir deras di pipi nya.
mereka semua menangis dalam diam, yang terdengar hanyalah suara isak tangis saja, bahkan Leo ia ikut menangis mendengar ucapan Jimmy, ia tak menyangka bahwa perempuan selemah itu, ia menyesal karena pernah salah menilai wanita yang baginya hanyalah pemuas ***** saja.
sedangkan Arka ia menangis sampai sesegukan.
"hiks hiks Arka akan pending aja pasukan bola nya hiks hiks, Arka gak tega lihat putri kesakitan seperti tadi pa"tangis Arka pecah bangun dan memeluk Jimmy dengan erat.
**bersambung.
hai kakak author balik lagi nih...
dan yang ingin tahu tentang dinner nya kemal dan Bilqis, di chapter selanjutnya akan author flashback yah..🥰
jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah..bantu author buat dapat rangking karya baru dan juga untuk memenangkan ajang anak genius.
salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰**