
Tak terasa hari sudah malam, membuat suasana kediaman Lemos semakin sunyi karena para penghuni nya sudah beranjak masuk kedalam kamar nya masing masing, seharian penuh mereka semua melakukan aktivitas yang membuat mereka tertawa lepas tanpa adanya beban yang melanda pikiran mereka, karena mereka semua merasakan kebahagiaan yang amat luar biasa berada bersama orang orang yang mereka cintai, dari sang pujaan hati dan para sahabat yang mereka sayangi.
"Hubbie."
"Hubbie!!,"Bilqis memanggil Kemal namun tak ada sahutan, ia mendengar suara gemericik air di dalam kamar mandi membuat sebuah senyuman terukir di wajahnya, ia segera menanggalkan pakaiannya dan masuk kedalam kamar mandi dalam keadaan polos, ia melihat Kemal sedang mandi di bawa guyuran air shower membuat ketampanan Kemal semakin bertambah, apalagi melihat rambut nya yang di sisir oleh kemal ke belakang menggunakan jari nya.
Kau benar benar tampan dan menggoda hubbie, Bilqis harus ekstra hati-hati dan selalu mengikuti mu kemanapun kau pergi, karena kalau tidak bisa bisa para wanita di luar sana menaruh jampi jampi terhadap mu karena pesona yang kamu miliki membuat mereka semua tak tahan batin Bilqis menerawang jauh ke masa depan.
Ia berjalan pelan dan memeluk Kemal dari belakang membuat Kemal tersentak kaget, ia ingin berbalik namun Bilqis mentahannya.
"Biarkan seperti ini, sebentar saja,"lirih Bilqis pelan membuat Kemal mengurung keinginannya untuk berbalik, namun tubuhnya mulai merasakan sensasi panas karena tangan Bilqis yang tak bisa dikondisikan lagi membuat Kemal menggigit bibirnya agar tak bersuara, namun apa boleh buat karena suara indah itu keluar dari mulut nya seketika akibat tangan nakal sang istri nya yang bermain di area si Rambo.
"Ahh"
"Hubbie suka hemm,"tanya Bilqis dengan nada menggoda seraya tangan kiri nya berada di dada kemal, sedangkan tangan kanannya berada di tombol bulat si Rambo.
"Love ssstt stop it, kalau tidak aku tidak bisa menahan diriku lagi."
"Kalau begitu jangan di tahan bie."
Kemal yang mendengar nya pun langsung berbalik dan mencium rakus bibir mungil Bilqis, membuat si empunya mengalungkan tangannya di leher Kemal, mereka berciuman di bawah guyuran shower membuat suasana terasa lebih romantis, tangan Kemal sudah menjalar kemana-mana membuat Bilqis mengeluarkan suara indah nya membuat si Rambo tak sabar untuk masuk kedalam goa si nyai.
"hubbie,"rengek Bilqis tak tahan membuat Kemal langsung menggendong tubuh mungil sang istri, ia segera merebahkan tubuh Bilqis di atas kasur.
"Apa masih perih dan sakit bila si Rambo masuk lagi,"tanya Kemal menatap dalam mata sang istri kecilnya itu, ia tak ingin egois dengan memuaskan hasratnya saja tanpa memikirkan tubuh istri nya ini, mungkin bila suami lain akan memaksa dengan cara menggoda, namun tidak dengan Kemal ia benar benar mementingkan bagaimana perasaan istrinya.
Memang betul kewajiban seorang istri adalah melayani suaminya dengan baik, dan akan berdosa bila menolak keinginan suami, namun bagi Kemal lebih berdosa lagi bagi seorang suami yang hanya memikirkan hasrat dirinya sendiri tanpa memikirkan perasaan sang istri yang terkadang kesakitan atau kelelahan akibat di gempur oleh suaminya.
Kemal sangat tahu bagaimana lelahnya menjadi seorang istri apalagi istri yang sudah menjadi ibu, yang kerjanya mengurusi anak dan rumah, bahkan tak jarang istri dijadikan tulang punggung keluarga oleh para suami yang tak bertanggung jawab diluar sana, seorang perempuan yang sudah menikah di tuntut untuk bisa mengayomi dua peran yaitu peran istri dan ibu, siang harinya mereka menjaga anak anaknya dan malam harinya mereka melayani suami mereka sampai sang suami puas dan terlelap, sungguh melelahkan bukan itulah pikir Kemal.
Bilqis tersenyum lembut sambil membelai rahang tegas milik Kemal, inilah yang ia sukai dari suaminya ini, sosok suami yang pengertian dan tak egois.
"Lakukanlah Hubbie, karena si nyai sudah tidak sabar menunggu si Rambo,"ucap nya dengan nada menggoda membuat Kemal tersenyum senang, ia mencium kening Bilqis dengan lembut, kemudian ia mencium mata, hidung, pipi dan bibir Bilqis.
Perlahan namun pasti mereka melakukan ritual yang menghangatkan itu dengan lembut hingga di akhir permainan menjadi lebih kasar dan cepat membuat mereka berdua terasa terbang mengarungi indahnya cakrawala.
"Hubbie."
"Iya love."
"Ritme nya di cepatin lagi sssttt."
"Baik love,"ucap Kemal memompa dengan ritme cepat sesuai permintaan sang istri nya hingga membuat tubuh mereka bergetar hebat di akhiri dengan suara lenguhan panjang keduanya.
"Hubbie ahhhh."
Kemal langsung ambruk di samping tubuh Bilqis dengan nafas tersengal-sengal, ia memeluk Bilqis dengan erat, ia memegang rambut Bilqis yang masih basah karena air shower di dalam kamar mandi, ia langsung menggendong tubuh polos Bilqis menuju kamar mandi membuat Bilqis bingung namun tak lama ia tersenyum karena Kemal mengajaknya mandi besar agar tidak ribet lagi saat sholat subuh nantinya.
"Kita mandi besar dulu ya love, agar kita tidak perlu ribet lagi di saat subuh nanti dan tubuh kita lebih segar nantinya di saat tidur,"titah Kemal lembut memberikan pengertian kepada Bilqis.
"Iya hubbie."
Setelah mandi besar, kemal memakaikan baju Bilqis, ia tak memakaikan bra maupun underwear membuat Bilqis bingung.
"Hubbie kok pakaian dalam nya tidak di pakaikan."
"Itu tidak baik untuk kesehatan kamu love, biarkan peredaran darah di tubuh mu berjalan lancar setiap malamnya agar membuat tubuh mu lebih fresh di pagi harinya, dan menurut para dokter memakai pakaian dalam di saat tidur membuat para wanita rentan mengalami kanker, makanya aku tidak memakaikan mu pakaian dalam, dan aku mau untuk kedepannya kamu jangan memakai nya lagi oke," terang Kemal panjang lebar membuat Bilqis mengerti dan mengangguk kepalanya cepat. Tak lupa juga Kemal mengeringkan rambut Bilqis dengan lembut agar Bilqis tidak terkena flu, sungguh perlakuan Kemal membuat hati Bilqis semakin berbunga bunga dan semakin takut bila suatu hari nanti ada orang ketiga dalam hubungan mereka.
Bilqis tidak akan membiarkan siapapun merusak hubungan kita, karena Bilqis tidak akan tinggal diam bila itu terjadi batin Bilqis menyeringai.
***
Arka naik ke atas ranjang dan memeluk hangat tubuh Putri, ia menghirup aroma tubuh Putri membuat gairahnya naik, ia menatap Putri dengan wajah memerah menahan hasrat kemudian ia mencium rakus bibir Putri hingga ciuman tersebut semakin panas.
"Sayang apa sudah 40 hari?,"tanya Arka menatap sayu ke arah Putri.
**bersambung.
hai hai hai
author up lagi nih,,
hayo mana hadiah nya..
yang mau cerita Leo bersabar dulu yah, karena cerita Kemal belum selesai 🥰🙏
bantu author buat dapat rangking terpopuler dan juga menang di ajang ank genius dengan cara.
like.
coment
vote
hadiah+rate 5
salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰👍**