Anak Kembar Tuan Muda

Anak Kembar Tuan Muda
Terkuak 2


Malam semakin larut, bulan sudah tak nampak lagi karena di gantikan oleh awan hitam di temani oleh hujan deras yang mengguyur membasahi kota Jakarta, tak lupa suara petir yang amat besar membuat seorang wanita ketakutan tinggal di rumah yang mewah sendirian, ia menggigit kuku nya sambil memeluk dirinya sendiri di ruang tamu, ia tak bisa tidur karena menunggu suami tercintanya belum menampakkan batang hidungnya.


Hati nya yang rapuh dilanda ketakutan yang amat sangat, ia mengkhawatirkan sang suami nya karena sudah tengah malam belum juga pulang, apa yang terjadi? dimana suaminya sekarang? apakah sesuatu yang buruk telah terjadi? itulah pikir wanita cantik itu.


"Ya Allah, kakak dimana hiks hiks kenapa telponnya tidak di angkat angkat,"gumam wanita itu yang tak lain adalah Ara.


"Kakak tadi bilang akan pulang jam delapan malam, tapi ini sudah hampir jam satu malam kakak tidak pulang pulang,"lanjut nya lagi dengan air mata yang membasahi pipi nya.


Suara mobil menghampiri pendengaran Ara, ia langsung berlari mengintip di balik jendela, bibir nya melengkung ke atas melihat sang pujaan hatinya telah kembali pulang, dengan langkah terburu buru ia langsung membuka pintu rumah ketika melihat Leo sudah ingin membuka pintu.


Cklek.


Hup.


Ara langsung memeluk erat tubuh Leo, ia langsung berubah khawatir disaat merasakan bahwa baju Leo basah, Ara langsung melepaskan pelukannya ia menatap wajah Leo dengan mata yang membulat sekaligus berkaca-kaca, hatinya terasa sakit dikala melihat wajah tampan Leo terluka parah, bibir yang berdarah, pipi yang biru dengan mata yang nampak lebam.


"Wajah kakak kenapa hiks hiks, apakah sakit,"tanya Ara bergetar menahan tangis menyentuh sudut bibir Leo yang berdarah namun Leo langsung menghindar.


"Aku tidak apa apa Ra, kamu kenapa belum tidur,"jawab Leo dengan suara yang amat lembut dan mata yang berkaca-kaca seperti orang yang menahan tangis.


"Apa nya yang tidak apa apa kak, wajah kakak terluka parah seperti ini masih aja tidak apa apa hah, Ara tidak tidur karena khawatir sama kakak,"sentak Ara dengan air mata yang membasahi pipi nya.


"Maafkan aku Ra, aku mohon maafkan aku hiks hiks jangan menangis lagi Ra, aku tidak suka lihat kamu nangis,"lirih Leo langsung mendekap tubuh Ara, ia menangis sesenggukan di bahu Ara membuat Ara yang tadinya menangis langsung berubah menjadi khawatir sekaligus bingung melihat Leo menangis untuk pertama kalinya.


"Kakak kenapa menangis kak, apakah Ara sudah kelewatan karena meninggikan suara tadi saat berbicara,"balas Ara ingin melonggarkan pelukannya namun Leo langsung mengeratkan pelukannya.


"Aku mohon jangan pernah menangis lagi Ra, aku mohon,"ujar leo di sela sela tangisnya.


"Iya kak, Ara gak akan nangis lagi kak,"jawab Ara mengelus punggung Leo yang bergetar.


"Hiks hiks."


"Kita masuk ke kamar dulu yah, biar Ara menggantikan baju dan mengobati luka kakak,"ajak Ara menuntun Leo dengan lembut masuk kedalam kamar mereka.


Ara dengan lembut membuka pakaian Leo, ia menutup mulutnya tak percaya melihat badan Leo juga ikutan lebam, ia ingin menangis namun ditahannya agar Leo tak kembali menangis seperti tadi, ia mengajak Leo berendam dengan air hangat, ia memijat punggung Leo dengan lembut, tak ada percakapan di antara keduanya karena sedari tadi Ara serius membersihkan tubuh Leo, sedangkan si pemilik tubuh sibuk memandangi wajah Ara yang nampak sesekali mengerutkan dahinya, Leo menghapus setiap air mata yang luruh tanpa izin, ia tak ingin membuat Ara khawatir.


Jikalau boleh jujur Leo saat ini sangat ingin memeluk Ara dan menumpahkan segala keresahan nya, namun apa boleh buat ia hanya bisa bungkam dan memilih pura pura baik saja, setelah selesai memandikan Leo, Ara langsung memakaikan baju sweater pada Leo agar tubuh suaminya itu tidak kedinginan.


Ara mengambil kotak obat, ia mengobati sudut bibir Leo yang terluka, ia merasa ngilu melihat luka di wajah Leo namun Ara bingung karena Leo sedari tadi cuma diam dan memandangi nya dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Apakah tidak sakit kak,"tanya Ara lembut penuh perhatian.


"Tidak Ra,"jawab Leo pelan nyaris tak bersuara, setelah mengobati luka Leo, Ara langsung duduk samping Leo.


"Kenapa bisa begini kak, siapa yang melakukan ini pada kakak?,"tanya Ara lembut mengelus pipi Leo.


"Baiklah kalau kakak tidak berniat bercerita sekarang, tapi Ara harap nanti di lain waktu kakak mau bercerita, sekarang kita tidur yah, sudah malah,"tutur Ara tersenyum lembut membaringkan tubuh Leo, ia pun ikut tidur di sebelah Leo.


"Apa boleh aku memeluk mu Ra." Pertanyaan Leo sontak membuat Ara terkejut, ia merasa Leo sangat aneh, karena biasanya Leo akan memeluk Ara tanpa harus bertanya.


"Tubuh Ara milik kakak, jadi jangan pernah bertanya seperti itu, karena pertanyaan yang kakak lontarkan itu membuat Ara seolah olah seperti orang asing,"balas Ara membuat Leo langsung menunduk.


"Maaf,"lirih Leo pelan, ia tak berani memeluk Ara hingga memilih tidur memunggungi Ara.


"Apa kakak tidak mengucapkan selamat tidur dan juga tidak memberikan ciuman di kening Ara,"tanya Ara seraya menindih tubuh Leo.


"Apa boleh?,"tanya Leo lagi membuat Ara memanyunkan bibirnya.


"Tentu saja boleh karena Ara adalah istri kakak, lagian kenapa sih malam ini kakak bersikap seperti orang asing aja,"kesal Ara pura pura merajuk berharap Leo tersenyum seperti biasanya, namun usaha Ara tak membuahkan hasil, Leo hanya memeluk erat tubu Ara.


"Jangan tinggalkan aku Ra, aku mohon maafkan aku,"ujar Leo membuat Ara tersenyum manis.


"Ara tidak akan meninggalkan kakak, karena Ara sangat mencintai kakak,"balas Ara mengelus kepala Leo yang berada di dada nya.


Andai kamu tahu siapa aku sebenarnya Ra, apakah kamu masih mau hidup bersama ku batin Leo menjerit.


Ia kembali mengingat kejadian 5 tahun lalu di Bali tepatnya di malam valentine, perusahaan Leo melakukan kerja sama dengan perusahaan ternama di Bali, Leo tersenyum puas karena harapan nya terwujud yaitu memiliki saham di perusahaan tersebut.


flashback.


"Bersulang,"ujar seorang wanita cantik yang tak lain adalah CEO perusahaan tersebut.


"Bersulang,"balas Leo tersenyum manis, ia langsung meneguk minuman tersebut hingga tandas membuat seringai licik terbit di wajah wanita cantik itu.


Leo merasakan tubuh nya memanas dan kepalanya pusing, ia segera bangkit ingin pulang namun...


**Bersambung.


hihihi hai kakak..


author balik lagi nih...


doakan author supaya bisa kembali triple up seperti biasa nya yah, karena akhir-akhir ini tubuh author terkadang tidak enak..


jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah..biar author semakin semangat..


salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰🥰**