Anak Kembar Tuan Muda

Anak Kembar Tuan Muda
Keringanan hukuman


Om Yogi yang melihat perubahan raut wajah Sena pun langsung menerka bahwa sesuatu telah terjadi, ia menghampiri Sena untuk bertanya apa yang terjadi.


"Kamu kenapa Se,"tanya om Yogi lembut.


"Apakah Sena terlalu jahat kak, karena telah membuat seorang anak berpisah dengan orang tua nya,"lirih Sena memeluk erat tubuh om Yogi.


"Apakah kamu menyesal dan ingin mencabut tuntutan mu Se,"tanya om Yogi melonggarkan pelukannya menatap intens wajah sang adik.


"Apa boleh kak,"tanya Sena serius.


"Tidak."tegas om Yogi membuat Sena langsung menunduk.


"Tapi Sena kasian sama dia kak,"gumam Sena pelan.


"Se, kakak tahu kamu baik tapi kakak tidak suka kalau kamu bodoh dengan mencabut tuntutan terhadap Elsa,"tegas om Yogi tak suka dengan sikap Sena, karena bagi om Yogi tidak ada maaf bagi mereka yang berbuat salah.


"Tapi Sena sudah maafin dia kak,"balas Sena mendongak menatap om Yogi.


"Memaafkan bukan berarti membebaskan nya Se, yang namanya kesalahan tetap harus ada hukuman, kamu baik boleh tapi jangan bodoh dengan membiarkan penjahat ulung seperti nya berkeliaran diluar tanpa mempertanggungjawabkan perbuatannya,"tukas om Yogi membuat Sena bungkam.


Hingga tak terasa jam menunjukkan pukul 3 siang yang menandakan bahwa sidang sudah kembali di mulai, mereka semua pun kembali masuk ke aula sidang terkecuali Putri, Lisa dan Alexa karena para baby sudah tidur jadi mereka memilih menunggu di mobil saja.


Aula sidang berubah mencekam dikala hakim masuk, Elsa menggigit kukunya hingga berdarah karena ketakutan dan itu tidak luput dari pandangan om Yogi dan juga Sena.


"Kak,"panggil Sena menggenggam tangan om Yogi lembut.


"Jangan buat kakak kecewa dengan keputusan mu Se,"balas om Yogi datar tanpa menoleh ke arah Sena yang matanya sudah berair.


"Sena hanya tidak ingin dia merasakan seperti yang Sena dulu rasakan kak, sangat sakit bila kita hidup berpisah dengan orang tua kita,"lirih Sena membuat om Yogi langsung memeluk hangat tubuh Sena.


Om Yogi mengambil hp nya di saku mengirimkan pesan untuk seseorang, setelah selesai ia kembali menatap Elsa dengan tatapan yang amat sulit di artikan, kemudian ia menatap ke arah para pengacara nya, on Yogi mengangguk kepalanya pelan.


Ahmad Albar langsung membisikkan sesuatu ke telinga bawahan hakim, hingga beberapa saat hakim tersebut mengangguk kepalanya pelan.


"Dengan ini saya putuskan, terdakwa akan di hukum 5 tahun penjara karena telah melakukan tindak kejahatan yang sangat merugikan korban, di tambah terdakwa di jerat dengan hukum yang berlapis,"tegas hakim penuh wibawa ingin mengetuk palunya tetapi wakil hakim langsung membisikkan sesuatu ke telinga nya hingga membuat hakim tersebut mengangguk kepalanya.


Elsa menangis sesenggukan menutup wajahnya dengan tangan tak sanggup membayangkan bahwa dirinya akan menjadi salah satu narapidana, akibat perbuatannya yang dikira tidak akan berdampak buruk baginya karena ia merasa percaya diri bahwa Sena tak akan berani menggugat nya, namun Elsa lupa bahwa anak kucing yang imut akan berubah berani menjadi harimau besar bila dirinya sudah merasa sangat terancam.


"Dikarenakan oleh pihak korban mengajukan keringanan hukuman untuk terdakwa, maka hakim memutuskan terdakwa akan di hukum 3 bulan penjara, dengan denda sebanyak 750 miliar yang akan di berikan untuk korban,"tegas hakim membuat Elsa mendongak kepalanya menatap ke arah hakim dengan raut wajah yang berbinar, begitu juga dengan orang tua Elsa yang tersenyum ceria, tidak apa apa mereka kehilangan uang sebanyak itu demi sang anak.


Dito dan Arka cs langsung terkejut dengan hukuman yang di terima oleh Elsa, bukankah itu terlalu ringan, sedangkan Sena langsung tersenyum lebar mendengarnya hukuman Elsa yang hanya 3 bulan, setidaknya ia tak terlalu jahat pada Elsa.


"Terimakasih kak,"ujar Sena memeluk erat tubuh om Yogi, karena ia tahu pasti om Yogi dibalik semua itu.


"Hemm,"balas om Yogi datar menatap Elsa penuh arti, entah apa yang dia pikirkan, apa alasan di balik keringanan hukuman Elsa hanyalah yang tahu.


Sidang pun selesai, namun sebelum itu Elsa meminta izin pada polisi untuk memberinya waktu berbicara dengan Sena.


"Maafkan sikap ku yang dulu,"ujar Elsa menatap Sena penuh sesal.


"Se, pergilah dengan mereka keluar dari sini, karena kakak ingin berbicara dengan wanita ular ini,"pinta om Yogi lembut menyuruh Sena pergi bersama Dito dan yang lainnya.


"Baik kak."


Sekarang tinggal Elsa dan om Yogi yang berada di situ karena om Yogi juga menyuruh sipir keluar dari aula tersebut.


"Kau tahu apa kesalahan mu,"tanya om Yogi dingin mencengkeram erat pipi Elsa.


"Maaf,"lirih Elsa ketakutan menatap wajah om Yogi yang terlihat menyeramkan.


"Kau harus ingat bahwa mulai sekarang hidup mu tidak akan pernah tenang lagi, aku akan membuat kau merasakan apa yang adik ku rasakan dulu bahkan lebih,"sarkas om Yogi Menghempaskan pipi Elsa.


"Apa maksud tuan,"tanya Elsa ketakutan ketika melihat seringai kecil di wajah om Yogi


***


"Kita kemana sekarang,"tanya Leo memakan kacang yang yang baru saja di beli nya.


"Bagaimana kalau kita jalan ke pantai, sudah lama kita tidak jalan bersama semenjak kita menikah bukan,"ujar Kemal di angguki oleh yang lainnya.


"Kau benar Mal, kita jalan bersama, dan aku ingin berenang di pantai,"ucap Arka semangat.


"Baiklah aku akan menyuruh bawahan ku untuk membawa kan mini bus untuk kita,"ujar Dimas di angguki oleh yang lainnya.


"Hubbie, nanti kalau kamu berenang di pantai jangan coba coba buka baju karena kalau tidak akan ku congkel mata cewek yang memindai tubuh mu itu,"ancam Bilqis membuat mereka semua tersedak ludah.


"Baik love, apapun akan aku lakukan asal kamu bahagia,"balas Kemal tersenyum lembut mengecup pucuk kepala Bilqis.


Jimmy yang melihatnya pun tersenyum senang, kemudian ia menatap ke arah Lisa yang asik menggendong baby Mauza.


"Sayang, apa boleh nanti aku buka baju waktu berenang,"tanya Jimmy tersenyum manis berharap Lisa akan melarangnya.


"Kamu telanjang pun tidak masalah pa, karena tidak akan ada yang suka sama bule tua buncit seperti mu disana,"balas Lisa acuh membuat mereka semua berusaha menahan tawa.


"Hahahaha, pelut glandpa bulat shepelti tahu,"ejek Aarin memukul kencang perut Jimmy yang sudah buncit membuat Jimmy langsung meringis kesakitan.


"Hahahaha,"tawa Arka cs langsung pecah dikala melihat wajah Jimmy yang merah.


**Bersambung


hihihi


kira kira apa yang di lakukan om yogi yah..


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰**