
Tak terasa 13 hari sudah terlewati begitu berat bagi Dimas, ia tak pernah berada jauh dari Alexa, setiap harinya ia selalu mengajak Alexa berbicara namun telinga Alexa seakan tuli karena tak merespon apa yang Dimas katakan padanya, orang tua Dimas maupun Alexa begitupun Arka cs, sudah menyuruh Dimas untuk pulang agar bisa beristirahat sebentar, namun Dimas tetap tak bergeming, yang ada dalam pikirannya sekarang hanyalah Alexa, ia sangat takut bila jauh sedikit saja dari Alexa membuat kejadian di waktu lalu terulang lagi, yang dimana jantung Alexa tiba tiba berhenti membuat semua orang panik, sedangkan untuk putri nya Asha, ia titipkan pada orang tuanya.
Penampilan Dimas benar benar sangat berantakan, rambut yang agak panjang, bulu bulu halus yang timbul di wajahnya, begitu juga pola hitam yang terbentuk di kantung mata nya, sehingga membuat seorang Dimas yang dulunya tampan bak dewa es itu berubah menjadi seorang pria yang terlihat frustasi, ia hanya makan sesuap nasi perhari nya, bila mereka memaksa Dimas untuk makan banyak, membuat Dimas murka ia mengatakan kepada mereka 'bagaimana aku bisa makan enak sedangkan istri ku terbaring lemah di rumah sakit ', mendengar itu membuat mereka semua bungkam dan tak dapat berbicara apa apa lagi.
Sedangkan Dokter Damar dan pihak rumah sakit sudah menekan Dito agar segera jujur pada Dimas karena besok adalah hari terakhir Alexa di pasangkan alat medis, bila sampai besok Alexa tidak sadar maka dengan berat hati peralatan medis itu akan dilepas, meskipun Dimas dan keluarga Lemos berkuasa, yang namanya hukum tidak dapat di elak, pihak Dimas dapat di pidana karena menentang hukum rumah sakit.
Para Twins A dan B pun hari ini meminta ikut untuk menjenguk Alexa untuk pertama kalinya namun Arka tidak mengizinkan nya, tapi...
"Daddy talo Ndak ijinin Tami ke lumah shakit untuk jenguk bunda Alexa maca tiap malam Aalon and Aalin bakall tidull with Daddy,"ancam Aaron membuat Arka mati kutu, ancaman tersebut seolah menjadi momok yang menakutkan bagi diri nya dan si Joni, karena si Joni baru seminggu yang lalu buka puasa, masa harus puasa lagi.
"Oke, tapi kalian tidak boleh loncat loncat dan ribut disana, terutama untuk Aarin tidak boleh mengganggu dokter yang lewat nantinya, apalagi curi gunting dokter lagi, kalau kalian mau mengikuti semua itu, no problem Daddy akan membawa kalian,"tegas Arka membuat mereka semua langsung mengangguk kepalanya cepat, namun berbeda dengan si imut Aarin yang wajah nya di tekuk.
"Aalin Ndak nyuli kok...kemalin kan Aalin cuma pinjam aja Dad...tellus tellus Aalin Juda udah minta Shama doktell tampan na,"sungut Aarin dengan nada imut membuat Arka gemas.
"bagaimana cara minta nya,"tanya Arka berusaha menahan senyumnya, berjongkok mensejajarkan tingginya dengan tubuh kecil Aarin.
"Bedini...doktell tampan... Aalin pinjam dunting na yah..buat motong bulu na si beo di lumah...nanti Aalin bakall balikin ladi kalau Aalin ingat.."ucap Aarin berteriak seperti di rumah sakit dulu saat Putri melahirkan, sedangkan dokter tampan tersebut hanya bisa menggaruk tekuknya, dia ingin memarahi Aarin karena sudah mencuri gunting nya dengan iming-iming kata meminjam, namun tidak berani saat tahu siapa Aarin sebenarnya.
Jimmy yang baru melewati Arka dan twins AB langsung tersentak kaget mendengar penuturan cucu perempuan nya tersebut, ia langsung berbalik dan menatap nanar ke arah Aarin.
"Sayang Aarin, apa benar kalau kamu yang gunting bulu si beo?"tanya Jimmy terkejut.
"Benell glandpa,"jawab Aarin polos dan santai.
"Kenapa kamu gak bilang sama grandpa."
"Glandpa na Ndak nanya."
"Kemarin kamu bilang ingin shunat si beo terus kenapa sekarang malah kamu botakin sayang?"tanya Jimmy geregetan rasanya ia ingin menelan cucu nya itu hidup hidup karena gemas, ia ingin marah namun tidak bisa karena melihat tampang Aarin yang nampak polos dengan tampang tak berdosa nya, bukan hanya Jimmy, Lisa pun jadi korban dari kesadisan Aarin.
flashback
Lisa baru saja membeli ikan koi dengan harga fantastis karena sangat suka dengan warna emas nya itu, ia menaruh akuarium tersebut di atas meja.
Namun siang nya, Aarin yang baru pulang sekolah menatap ikan koi tersebut dengan mata berbinar, ia segera memasukkan tangannya kedalam akuarium kecil tersebut dan langsung saja ia mencekik dua ikan yang tak berdosa tersebut dengan kedua tangan mungilnya itu di depan Lisa.
Lisa yang shock tidak dapat bersuara apapun, lidah nya hanya kelu dengan tubuh yang menegang, ia baru sadar ketika Aarin hilang dari hadapan nya.
"Ikan ku......."teriak Lisa panik, ia segera berlari mengikuti Aarin yang rupanya berada di taman belakang, tepatnya di kandang kucing nya Aarin.
brukk
Kaki Lisa seakan mati rasa ketika melihat ikan nya sedang dimakan oleh kucing nya Aarin yang di adopsi dari jalanan tersebut.
"Glandma napain duduk di tanah,"tanya Aarin polos melengos ke arah Lisa.
"Glandma memang is the best, kalena tahu talo kucing na Aalin lapall, maca nya glandma beliin itan itu kan,"ujar Aarin tersenyum senang, kemudian ia menghampiri 2 kucing nya tersebut yang di beri nama Dini dan Dono, ia mengelus kepala kucing liar tersebut.
"Habisin Itan na yah, Janan ada yang sisa kalena kata mommy, enggak boleh mubadil, telusshh bilang telimakasih Shama glandma kalena udah beli Itan yang enak untuk kalian,"ucap Aarin tersenyum manis, seakan mengerti 2 kucing tersebut langsung bersuara.
"Meaowww"
Ikan koi ku berharga 750 juta di jadikan makanan kucing liar yang di adopsi dari jalanan oleh cucu ku sendiri, azab dari mana ini ya Allah batin Lisa menangis darah.
Lisa masuk kedalam kamar dengan pandangan kosong membuat jimmy khawatir.
"Kenapa ma?"tanya Jimmy khawatir.
"Ikan ku pa(Lisa pun menceritakan semuanya)."
Jimmy tertawa puas mendengar nya, ia segera tersenyum mengejek ke arah Lisa.
"Itu yang kurasakan saat Si Beo di ancam sunat oleh Aarin, sekarang kamu tahu kan bagaimana rasanya,"balas Jimmy senang.
flashback off.
Aarin yang ditanya begitu oleh Jimmy langsung memanyunkan bibirnya.
"Ndak jadi Aalin shunat, kalena si beo na capek Aalin kejall kejall, maca na Aalin mallah telusshh lempall si beo pakek batu, waktu si beo jatuh Aalin langsung potong deh bulu na si beo,"celetuk Aarin menghentakkan kakinya di lantai, karena sangat geram mengingat si beo yang selalu terbang disaat ia datang, jadinya Aarin yang sadis langsung saja mengambil batu dan melempar si beo yang terbang tidak terlalu tinggi dari atas kepalanya, si beo yang pusing hanya bisa diam disaat Aarin memotong bulu nya dengan santai, burung tersebut seakan untuk berkicau saja tak berani di depan Aarin.
Arka tertawa senang saat mendengar penuturan Aarin, ia segera menggendong anak tercinta nya tersebut.
"Bagus sayang, kamu hebat!! untuk kedepannya kamu juga harus bisa lebih sadis kepada orang orang yang membuat mu kesal, buat mereka semua tak berani menyinggung mu, mengerti,"tegas Arka tersenyum senang tanpa sadar meracuni otak anak nya itu, tiba tiba bulu kuduk Arka merinding disaat sebuah suara merdu namun dingin menyapa pendengarannya...
"Ulangi sekali lagi, apa yang kamu perintahkan pada anak kita honey....."sentak Putri tersenyum dingin sambil menggendong baby Maheer.
glekkk
"Sayang...
**bersambung..
hai hai kakak kakak..
kira kira bagaimana Dimas nantinya yah yang tahu keadaan Alexa sebenarnya, dan apakah Dimas akan terhibur nantinya dengan kehadiran twins AB nantinya?? terus ikuti yah kakak...
jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah...biar author semangat up nya🤗🤣🥰🥰🙏
salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰👍**