Anak Kembar Tuan Muda

Anak Kembar Tuan Muda
memberi makan si phoniex


"Ara akan tetap mencintai kakak, tidak peduli seburuk apapun kakak, karena Ara bahagia sama kakak,"jawab Ara polos membuat hati Leo merasa bersalah, ia tersenyum lembut mengelus pipi Ara.


"Bagaimana bila aku menyakiti mu suatu saat nanti?"tanya Leo serius pada Ara, namun Ara menatap Leo dengan raut wajah yang tak bisa di baca, hingga beberapa saat Ara masih diam membuat Leo tersenyum getir.


"Mari tidur,"ajak Leo membuat Ara yang tadinya diam langsung tersenyum manis, Leo langsung tidur memeluk Ara, tak lupa dirinya menepuk bokong Ara, seperti nya menepuk bokong Ara sudah menjadi kewajiban untuk Leo, sesekali tangannya nakal ******* bokong Ara, membuat si empunya membuka mata lebar.


"Kakak...Ara mau tidur,"rengek Ara namun Leo tak memperdulikan itu, ia asik ******* mainannya itu.


"Kalau kamu mau tidur, tidur aja Ra karena aku sedang sibuk menciptakan karya seni untuk masa depan ku,"ujar Leo santai.


"Apanya yang karya seni, kakak asik ******* bokong Ara,"kesal Ara.


"Itulah yang ku maksud karya seni Ra, aku sedang berusaha memperindah lampu sen mu agar semakin besar dan enak di pegang,"balas Leo membuat Ara kesal, ia pun memilih memejamkan matanya kembali, agak susah bagi Ara terlelap karena tangan Leo bermain di titik kelemahan nya, namun karena efek obat yang diminum nya pun membuat Ara akhirnya terlelap.


Aku sudah bekerja ekstra untuk membuat mereka yang menyakiti mu terluka dan menangisi penyesalan mereka, sampai sampai aku melewatkan meeting yang bernilai miliaran dolar, jadi saat nya aku mengambil hadiah ku Ra batin Leo menyeringai ia langsung membuka lebar kaki Ara, tak lupa ia membuka penutup segitiga bermuda itu, hingga nampak lah hutan rimba yang tertata rapi, ia pun langsung saja membawa si Phoenix terbang mengarungi indahnya sangkar barunya itu, sesekali terdengar e*angan dari bibir mungil Ara, membuat Leo tersenyum senang karena walaupun Ara tertidur ia bisa menikmati permainan si phoniex.


"Kau lihat phoniex, gara gara kau bangun aku harus memperkosa istri ku sendiri, agar kau bisa makan enak,"ketus Leo sesudah memberi makan si phoniex, ia pun kembali memakaikan penutup segitiga bermuda Ara, agar di saat Ara bangun besok pagi ia tidak panik melihat tubuh bawahnya yang polos.


Cup.


"Mimpi indah,"bisik Leo kemudian ikut tidur memeluk Ara, menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Ara, ia mencium harum tubuh Ara yang sangat menenangkan bagian, hingga tak lama dirinya juga sampai ke alam mimpi.


Sedangkan di sisi lain, seorang pria berjalan santai menuju ruangan Ara, perlahan namun pasti ia membuka kenop pintu dan masuk, pria tersebut langsung berdecak ketika melihat Leo tidur bertelanjang dada sedangkan Ara masih berpakaian lengkap.


"Dasar cassanova cap bandot, adik ku lagi sakit bisa bisanya dia meminta jatah,"ketus pria tersebut yang tak lain adalah Dito, tadi ya setelah drama di keluarga Sanjaya ia langsung keluar mengikuti Leo menuju rumah sakit, karena dirinya juga merasa khawatir, ia takut bila Ara mengamuk dan memanggilnya seperti dulu.


Namun ia senang karena seperti nya Ara sudah mendapatkan pawang yang lainnya yaitu Leo, dirinya salut terhadap Leo yang dalam 2 hari sudah bisa menaklukkan hati Ara.


Inilah sebabnya aku berani mengambil resiko menyuruh mu menikahi Ara, karena aku tahu dibalik sosok cassanova mu terselip sifat penyayang yang amat dalam, apalagi setelah kau tahu bagaimana kehidupan Ara, aku yakin kamu tidak berani menyakiti nya Le, karena kamu bukan tipikal orang yang menambah garam di atas luka, aku hanya bisa berharap kau bisa menerima Ara sepenuh hati bukan karena terpaksa akan tuntutan kami, batin Dito berharap penuh pada Leo.


Kemudian ia pun langsung keluar dari ruangan tersebut karena tak ingin mengganggu kedua insan manis tersebut.


Malam berganti pagi bulan sudah berganti matahari, sinar terang sang Surya membuat seorang pria merasa terusik dari tidurnya, perlahan ia membuka bola matanya, ia menelisik seluruh ruangan yang ternyata ia baru sadar bahwa dirinya tertidur di rumah sakit, kemudian ia menatap wanita yang tidur di atas lengannya.


Kenapa kamu sangat cantik saat terlelap begini batin Leo tersenyum senang.


Ia membelai lembut pipi Ara membuat si empunya terjaga, Ara menggeliat pelan berusaha meregangkan otot-otot nya karena dirinya tidur di atas brangkar yang sempit berduaan dengan Leo.


"Selamat pagi,"sapa Leo dengan suara serak khas orang bangun tidur.


"Pagi,"balas Ara tersenyum manis.


"Kak...Ara ingin pulang apa boleh?"tanya Ara manja berharap Leo menuruti permintaan nya.


"Tapi kan Ara sudah sembuh kak,"rengek Ara membuat Leo menghela nafas berat.


"Baiklah Ra, aku akan bertanya pada dokter dulu apa kamu bisa pulang sekarang atau tidak,"ujar Leo yang akhirnya memilih mengalah karena tak tega melihat bola mata Ara yang berkaca-kaca seperti gelas yang hampir retak.


"Terimakasih kak."Ara memeluk tubuh Leo erat, namun ia mengerutkan dahinya dikala merasakan sesuatu yang lengket di area sangkarnya.


"Kamu kenapa Ra,"tanya Leo bingung melihat Ara yang terlihat tidak nyaman.


"Kak...apa Ara pipis tadi malam,"tanya Ara menunduk malu sedangkan Leo masih tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Ara.


"Maksudnya apa Ra?"


"Itu nya Ara basah dan lengket, apa semalam Ara pipis di kasur,"lirih nya pelan dengan suara yang hampir tidak terdengar.


Leo yang mendengarnya pun langsung terbelalak, ia merutuki kebodohannya karena tidak mengelap lahar si phoniex semalam sehingga membuat sangkar Ara basah dan lengket.


"Yasudah ayo aku bantu bersihkan sekalian kita mandi bersama,"ujar Leo berusaha berakting seolah tak tahu apa apa, Ara pun mengangguk kepalanya kecil, ia hanya bisa diam saat Leo menggendong tubuh nya kedalam kamar mandi, kemudian Leo memandikan Ara dengan telaten, tanpa berniat ingin berbuat lebih.


"Pegang yang benar selang infus nya biar tidak kena air,"titah Leo pada Ara.


Setelah selesai Ara pun di baringkan atas brangkar kembali.


"Kamu mau makan apa Ra?"tanya Leo pada Ara yang sibuk memeluk boneka Teddy bear.


"Sup ayam kak."


"Ba...


"Assalamualaikum Tante tantikk,"teriak suara imut tiba tiba langsung nyelonong masuk, mata Leo terkejut melihat para sahabatnya datang membawa istri dan anak anak mereka, terlihat Dimas yang menggendong baby Asha, sedangkan Bilqis menggendong baby Maira, begitu juga Arka yang menggendong baby Maheer dan Putri menggendong baby Mauza.


"Wa'alaikumussalam sayang,"pekik Ara senang melihat 4 bocah kembar tersebut.


**Bersambung..


hihihi author up lagi nih...


jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah.


salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰❤️**