
"Aku janji mulai saat ini akan menjadi suami yang baik untuk mu Ra, dan juga kelak aku akan menjadi seorang papa yang di banggakan oleh anak kita,"ujar Leo memeluk Ara yang sedang bersedih, setelah kejujuran Leo, Ara menceritakan bagaimana bodohnya ia dulu yang tak bisa menjaga anak dalam kandungan nya membuat Leo yang mengingat kembali cerita Dito yang dimana dalang keguguran Ara yaitu adalah kakeknya.
"Tapi sampai sekarang Ara belum hamil juga kak, dulu kita cuma buatnya sekali tapi beberapa Minggu kemudian Ara langsung hamil, sedangkan sekarang kita sudah melakukan nya berkali-kali masih belum juga hamil padahal usia pernikahan kita sudah 3 Minggu,"lirih Ara dalam dekapan Leo.
"Kata orang tua kalau bibit nya kita buat tanpa adanya ikatan pernikahan pasti cepat jadi karena itu bibit yang tidak baik, begitupun kalau orang yang sudah menikah kenapa mereka sangat susah mempunyai anak, karena itu adalah bibit yang baik, jadi butuh perjuangan serta kesabaran dalam menunggu Ra,"balas Leo seraya melepaskan selang infus yang tertancap di punggung tangannya tanpa sepengetahuan Ara.
"Iya kak, Ara akan bersabar menunggu,"ujar Ara tersenyum manis mendongakkan kepalanya.
"Oh iya Ra aku ada hadiah untuk kamu,"ujar Leo yang baru mengingat tentang hadiah yang ia beli di new Zealand.
"Hadiah apa kak?." Leo langsung bangkit dan berjalan ke arah meja, ia segera membuka laci dan mengambil kotak hitam tersebut.
"Loh, selang infus nya kok di lepas kak,"pekik Ara terkejut.
"Sudah Ra, aku tidak apa apa kok, demamnya juga sudah turun,"balas Leo santai langsung duduk di samping Ara.
"Iya ya, demam kakak langsung turun,"gumam Ara yang memegang dahi Leo.
"Aku akan selalu sakit bila banyak pikiran dan ketakutan Ra."
"Apa kakak demam karena takut Ara akan pergi meninggalkan kakak bila suatu saat nanti Ara tahu kebenaran tentang kakak yang memperkosa Ara, makanya kakak jatuh sakit?,"tanya Ara menyipitkan matanya.
"Iya Ra, aku takut kehilangan kamu,"balas Leo sendu.
Cup.
"Ara tidak akan meninggalkan kakak," ujar Ara mengecup bibir Leo.
"Yasudah tutup mata kamu,"pinta Leo.
"Buat apa kak?.'
"Tutup saja." Ara pun langsung menutup nya, ia merasakan Leo menyibakkan rambutnya ke samping, setelah itu ia merasakan Leo sedang memakaikan sebuah kalung di lehernya.
"Buka mata mu Ra." Ara langsung membuka matanya, ia segera bangkit dari ranjang dan bercermin.
"Ini sangat cantik kak,"pekik Ara senang.
"Tapi kamu lebih cantik daripada liontin ini Ra,"balas Leo memeluk Ara dari belakang.
"Kakak gombal,"ujar Ara merona.
"Aku tidak gombal Ra, tapi itu kenyataan nya." Ara langsung berbalik mencium lembut bibir Leo, membuat Leo memejamkan matanya menikmati permainan bibir mereka, hingga semakin lama ciuman tersebut kian menuntut lebih, Ara langsung mendorong Leo hingga terjatuh ke atas ranjang, hingga terjadilah permainan antara si phoniex dengan sangkar nya.
***
Di sebuah sekolah elit khusus tempat anak anak dari kalangan para sultan di Indonesia, banyak terdengar suara anak anak yang bermain riang di taman sekolah, termasuk dua pasang anak kembar yang duduk berdampingan dengan bekal makanan yang berada di atas paha mereka.
"Apa kalian akan menginap di rumah kami malam besok,"tanya Brayen sambil menaruh udang dalam sendok Aarin.
"Tentu, tami akan meninap di lumah beshal Blayen and Blyan,"jawab Aarin semangat.
"Heum, but nanti talian halush demput tami..pake si heli,"timpal Aaron santai.
"Heli doll doll doll...temali doll doll...,"pekik Aarin bernyanyi membuat mereka bertiga memutar jengah bola mata.
"Mulut mulut Aalin, apa ulushan na Blyan,"ketus Aarin sambil memasukkan nasi ke mulutnya.
"Aarin kalau makan itu jangan banyak banyak gitu, kamu cewek harus bisa anggun sedikit,"kesal Brayen mengelap sisa nasi di sudut bibir Aarin.
"Ya shudah nanti pulang shekolah Aalin bakall suluh Daddy buat ganti nama Aalin jadi anggun, biall Blayen shenang,"balas Aarin menatap tajam ke arah Brayen, seolah olah tatapan Aarin mengatakan.
Berani menjawab ku sunat kau.
"Hehe, nama Aarin juga cantik kok, sama seperti orang nya, ya kan Bry,"ujar Brayen menyenggol lengan Bryan.
"Heum cantik."
"Hey hey lihat ini, ada sepasang anak tanpa mama si sini,"ucap seorang anak laki laki bertubuh gendut di temani oleh teman-temannya.
Wajah Brayen dan Bryan terlihat santai namun berbeda dengan Aaron dan Aarin yang mendengarnya muka mereka langsung memerah menahan amarah.
"Hey boboho napain tamu ejek shahabat na Aalin hah, pelgi Shana talo endak Aalin lempall pake paha ayam nya Aalin,"sentak Aarin memelototi anak laki laki tersebut yang bernama Alex.
"Hey bule jadi jadian, aku tidak berbicara dengan mu jadi kamu tidak usah mencampuri urusan ku dengan anak malang itu,"bentak Alex berdecak pinggang.
"Hey felguson Janan tamu bentak adik ku, talo endak ku tembak pake pistol kelamat ku,"sentak Aaron mengambil pistol mainan nya yang kecil khusus di bawa ke rumah sekolah, agar tidak ketahuan oleh guru.
"Hey Joker jangan macam macam kamu yah, kalau kamu berani tembak, maka kami akan mengadukan mu ke pak kepala sekolah karena sudah membawa pistol mainan ke rumah sekolah,"ujar Alex ketakutan namun masih berlagak songong.
"Aarin, Aaron sudah jangan di perpanjang lagi, kita yang masih waras tak usah berdebat dengan orang gila,"ucap Brayen datar memegang tangan kedua adik kakak itu.
"Heum." Keduanya langsung kembali duduk bersama twins B.
"Kalian aku undang hari Minggu ini untuk datang di hari ulang tahun kami, disana nanti kalian akan melihat siapa mama kami,"ucap Brayen dingin menyodorkan kartu undangan untuk Alex.
"Hahaha kartu undangan nya aja bergambar Thanos, kenapa tidak Doraemon aja sekalian,"ejek Alex.
"Kamu tahu apa kekuatan Thanos?,"tanya Brayen menyeringai.
"Tidak."
"Menghancurkan,"ucap Brayen membuat Alex bingung.
"Aku bisa menyuruh Aarin untuk menghancurkan burung mu, sesuai dengan arti kekuatan Thanos,"bisik Brayen membuat Alex menoleh ke arah Aarin yang menatap nya seolah ingin menelan hidup hidup.
"Pelgi sana, sebelum Aalin shunat,"sentak Aarin membuat Alex menelan ludahnya, karena satu sekolah tahu bagaimana perangai Aarin yang mengerikan pada orang orang yang berani menganggu nya.
"Ayo kita pergi,"ajak Alex pada kawanannya.
**Bersambung.
maaf yah kakak kemarin author tidak up..
doakan saja semoga hari ini author biar bisa up banyak.
jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah.
Yang mau pesan buku nanti author akan memberitahukan kepada kakak semua yah kapan buku di cetak, sekaligus mungkin akan di sambung kisah Brayen dan Aarin juga nanti di buku🤭🥰**