Anak Kembar Tuan Muda

Anak Kembar Tuan Muda
kesialan Arka ( Dimas dan Arka)


mereka berempat melengos ke belakang untuk melihat siapa yang datang dan mereka langsung membelalakkan matanya melihat nenek nenek gaul yang memakai baju kaos dan celana pendek di ikuti oleh beberapa bodyguard di belakang nya.mereka semua tahu siapa nenek tersebut yang tak lain adalah nenek nya Dimas yang biasa mereka sebut nenek Galim yaitu gaul dan alim karena umur nya yang menginjak 94 tahun ia menjadi pikun dan mempunyai kepribadian ganda terkadang ia Sholeha berpakaian tertutup dan berbicara lemah lembut dan terkadang gaul dan berbicara layaknya anak muda.


dan gawat nya sekarang kepribadian gaul nya muncul maka akan di pastikan sesuatu yang buruk akan terjadi.


"oh my God"ucap mereka serempak



ilustrasi


"nenek"gumam mereka


"dasar kau cucu tengikk beraninya kau buat mantu ku Alexa masuk ke rumah sakit hah plak plak tidak cukup kau buat di menderita dulu hah..plak plak..dasar lelaki buaya buntung yang tidak tahu di untung"teriak nenek Galim memukul Dimas dengan tinju pamungkas nya.


"huwaa nenek, Dimas gak salah nek,hiks hiks jangan pukul lagi Dimas,"tangis Dimas kian kencang dikala mendapat kan pukulan maut dari nenek nya


Arka,Dito dan kemal langsung memisahkan kedua manusia yang berbeda usia tersebut.


"nek, nenek harus sabar jangan emosi nanti bisa bisa malaikat maut mampir kesini lagi mau jenguk nenek"ucap Arka mengelus pundak nenek Galim.


"kau bilang apa tadi hah, kau berdoa agar nenek cepat masuk kubur"tanya nenek Galim marah menatap tajam ke arah Arka


glekk


Arka menelan ludah nya ketika mendapat kan tatapan maut dari nenek Galim ia langsung menutup kepala si Joni karena ia tahu apa yang akan terjadi sebentar lagi.


"ti..dak nek"jawab arka gugup memundurkan langkah nya


tuk


tuk


"wadaw nek berhenti...akkk tangan ku,,aakkk si Joni ku nekk"teriak Arka meringis sakit ketika tangannya yang menutup kepala si Joni di tendang oleh nenek Galim.


"Mal bantuin aku mal jangan ketawa aja kau"teriak Arka kepada kemal dan Dito yang sedari tadi menahan tawa melihat mereka.


"sabar sabar ini ujian Ar"ucap kemal tersenyum mengejek tak ingin membantu.


sial kalau tahu begini gak bakal aku mau ke rumah sakit lebih baik di rumah saja bareng si jinni batin Arka mengumpat kesal


cklek


"nenek"panggil Alexa yang membuka pintu ruang inap nya membuat aksi memukul tersebut berhenti.


"sweeti"panggil Dimas cepat ingin memeluk Alexa


"stop dim, step back aku tidak suka bau badan mu sebaik nya kau pulang mandi dan ganti parfum mu pakai parfum yang berbau melon kalau tidak jangan dekat dekat dengan ku"tegas Alexa membuat Dimas langsung memundurkan langkah nya ia menatap Alexa dengan mata berkaca kaca sedangkan tangannya di sembunyikan di belakang tubuhnya begitu juga dengan kepalanya di miringkan persis seperti seorang anak kecil yang menatap sedih kepada ibunya karena tak di beli mainan.


"sudah pulang sana kau cucu tengikk, patuhi apa perintah mantu ku kalau tidak,, siap siap kau ku kirim ke hutan Amazon"sentak nenek Galim merangkul tubuh Alexa.


"nek sungai Amazon bukan hutan Amazon"ralat Dito


"apa urusan mu mulut mulut ku kenapa kau yang sewot"ketus nya membuat Dito mendengus kesal.


"hai kesayangan nenek kamu tidak apa apa hemm, kenapa kamu bangun kan kamu lagi sakit"ucap nenek Galim lembut membelai Durai coklat Alexa


"Alexa tadi dengar ada yang ribut ribut nek makanya lexa keluar"ucap nya lembut


"kalian dengar ini semua ulah kalian karena ribut ribut membuat cucu ku tidak bisa istirahat, pergi sana kalian pulang ke sarang masing masing mengganggu aja"kesal nenek Galim membuat Dimas ingin mendekati Alexa


"hey mau apa kau cucu tengikk"tanya nenek Galim yang melihat Dimas mendekati mereka


"mau kembali ke sarang"jawab Dimas polos menunjuk Alexa membuat Arka, Dito dan kemal hampir tersedak ludah mendengar nya.


"tidak boleh, sarang mu tutup untuk sementara"ucap nenek Galim dan langsung menutup pintu


brakk


"aaaa hiks hiks Arka tolongin aku Ar"ucap Dimas menangis menghentakkan kaki nya di lantai.


"aku juga mau cari daun muda dulu oke"ucap kemal ikut pergi karena ia tahu musibah apa yang akan terjadi bila ia masih di sana


shitt kenapa aku bisa punya sahabat seperti mereka semua, tidak ada yang jelas satu pun batin Arka mengumpat


"Arka"sentak Dimas kesal menggoyangkan lengannya.


"iya iya dim, sekarang ayo aku bawa kamu pulang dulu setelah itu kamu mandi dan pakai parfum yang bau nya melon supaya sarang mu mau buka kembali"ucap arka langsung menyeret Dimas namun ia merasa sangat risih dikala Dimas memeluk pinggang nya dan mencium ketek nya


"apa yang kau lakukan dim"tanya Arka menahan malu karena sepanjang jalan orang orang berbisik-bisik melihat mereka.


"ketek mu wangi Ar aku suka, nyaman rasa nya"jawab Dimas polos mengeratkan pelukannya membuat arka langsung mendorong kasar tubuh Dimas hingga terjatuh ke tanah.


"huwaa kau mendorong ku Ar, hiks kau tidak menyayangi ku lagi, setelah apa yang kita lewati 12 tahun bersama sama, inikah balasan mu"ucap Dimas menangis menutup wajahnya membuat orang orang menatap jijik ke arah Arka.


"hehe jangan salah paham kami cuma sahabat oke"ucap Arka cengengesan mengusap tekuknya yang tak gatal kepada orang-orang yang melihat mereka.


"cih dasar pisang bengkok"ucap wanita A


"sayang tampan tampan suka nya sama batangan"ucap wanita C


"mempermalukan kaum laki laki saja"ucap seorang anak kecil yang berusia 10 tahun membuat Arka memelototi nya.


"Arka, ayo pulang aku mau mandi biar bisa bawa si Jeki ke sarang nya"rengek Dimas memeluk lengan Arka


"iya iya"jawab Arka mengalah langsung membawa Dimas ke mobilnya.


***


"Ar tolong sisir kan rambut ku"ucap Dimas manja pada arka yang bermain hp di sofa.


"kau punya tangan dim jadi lakukan sendiri"ucap arka tanpa menoleh


"Ar, tapi akunya mau sama kamu"rengek Dimas dengan mata berkaca-kaca.


oh ya Allah seharusnya aku bawa Aarin kemari biar si Jeki di potong dan diganti bentuk nya oleh Aarin batin arka menggerutu


"iya iya sini aku sisir"


"Ar nanti kalau Alexa tidak mau tidur sama aku, kita tidur bareng yah sama kemal dan Dito juga"pinta Dimas penuh harap menatap arka yang sedang menyisir rambutnya.


"tidak mau, dan tidak bisa karena tiap malam si Joni harus masuk sarang nya kalau tidak dia bakal mengamuk dan memberontak keluar dari tubuh ku bisa gawat itu"ucap Arka tak rela bila ia harus berpisah dengan si jinni.


"kau tega sama ku Ar,,padahal dari dulu aku yang selalu bersamamu susah senang kita lewati bersama, bahkan dulu saat kamu tidak sengaja mencolek lampu sen nya guru BP aku yang membela mu, agar kamu tidak di hukum oleh kepala sekolah yang suami nya, dan juga dulu ak..


"stopp,, oke oke kita bakal tidur bersama tapi cuma semalam"tegas Arka yang tak sanggup lagi mendengar kan Dimas merengek.


"horeeee


cup..


"terimakasih Arka ku"ucap Dimas mengecup pipi Arka


"huek huek...kau menjijikkan dim"


**bersambung


hayoo bagaimana


pembalasan author buat Dimas


yang membuat Arka juga kena getahnya


jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah supaya author semangat update nya


bantu author buat dapat rangking karya baru yah


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰❤️**