Anak Kembar Tuan Muda

Anak Kembar Tuan Muda
Kemarahan Leo 2


Leo berlari keluar dari ruangan meeting dengan raut wajah yang marah bercampur khawatir, ia berjanji tidak akan memaafkan siapapun yang menyakiti Ara, bukan karena Leo mencintai Ara namun dirinya sudah berjanji pada Dito bahwa akan melindungi Ara, ia tak ingin sahabatnya itu kecewa padanya karena tidak berhasil menjaga Ara.


Hingga tak lama kemudian ia sampai di depan toilet wanita, samar samar ia mendengar suara twins AB yang berteriak dan juga suara Bilqis yang terlihat marah, ia langsung menendang pintu toilet dengan tenaga penuh melampiaskan kemarahannya, hingga pintu tersebut rusak dan jatuh hampir mengenai Diana, untung dia bisa menghindar.


Brakk


Mata Leo menatap tajam ke arah para wanita yang di duga menjadi tukang bully, matanya menelusuri ke seluruh ruangan, tiba tiba matanya terbelalak melihat istri kecil nya tergeletak mengenaskan di lantai, dengan pakaian yang hampir telanjang dan juga wajah yang memar dan bibir yang pucat.


"Ba--pak Leo,"ujar Diana gemetar ketakutan karena raut wajah Leo yang seperti ingin menelan hidup hidup mereka semua.


"Apa yang kalian lakukan pada istri ku brengsek,"teriak Leo menggelegar.


Deggg


Jantung mereka semua seakan berhenti berdetak, wajah mereka semua langsung berubah menjadi pucat pias, kaki mereka seakan tak bertulang langsung luruh ke lantai.


"Paman, Tante ini semua yang sudah ngebully Tante Ara, terutama nenek lampir yang pakai baju merah itu,"sentak Brayen menunjuk ke arah Sely.


Leo yang berkabut amarah, ia berjalan dengan aura membunuh menatap ke arah Sely, tanpa permisi Leo langsung menjambak rambut Sely dan membenturkan kepala nya ke dinding hingga kepala Sely berdarah.


bugh


bugh


bugh


"Akkkkk sakit sayang,"teriak Sely meringis kesakitan karena cairan merah keluar dari kepala nya.


"Sakit...ini yang di rasakan oleh istri ku SIALAN,"teriak Leo mencekik leher Sely hingga tak bisa bernafas, namun sebuah tangan menarik dirinya membawa jauh dari Sely.


BRUKK


Tubuh Sely langsung luruh ke lantai dengan wajah pucat, karena darah yang sangat banyak keluar dari kepala nya.


"Lepaskan aku Mal...biar aku bunuh perempuan SIALAN itu,"teriak Leo memberontak dari cengkraman Kemal yang baru datang bersama Arka dan yang lainnya.


"Kau urus istri mu dulu bego, setelah itu baru beri hukuman untuk mereka,"bentak Kemal menyadarkan Leo akan keadaan Ara.


Ia langsung beralih dan berjalan mendekati Ara, ia membuka jas nya dan menutupi tubuh lemah Ara.


"Ra... Ara...kamu dengar suara ku,"ujar Leo panik menepuk halus pipi Ara.


"Kakak...hiks hiks,"balas Ara lemah menangis sesenggukan, Leo langsung mendekap tubuh Ara erat, ia mencium pucuk kepala Ara.


"Tenanglah ada aku di sini,"bisiknya di telinga Ara langsung menggendong tubuh lemah Ara.


"Jangan biarkan mereka lolos, kalau sampai itu terjadi aku tidak mau berurusan dengan kalian lagi,"tegas Leo dingin, ia tahu bahwa Kemal pasti akan merasa iba pada Sely the gengs, itulah sebabnya ia mengancam seperti itu, agar Kemal tak berani melakukan suatu hal yang tak di sukai oleh Leo.


"Sayang, rambut mu kenapa?"tanya Arka khawatir, membuat Aarin langsung menangis.


"Huwaaaa Daddy... lambut tantik na Aalin tadi di talik talik Shama Tante badut itu dad hiks hiks, dia talik talik lambut tepang na Aalin shepelti Olang yang bawa motoll dad..hik hik...tepala Aalin shatit dad...padahal kan..lambut na Aalin mommy yang tepang dad...huwaaaa Aalin tatut dad,"tangis Aarin pecah membuat Arka langsung merengkuh tubuh kecil anak gadis nya itu.


Diana yang melihat sikap Aarin yang berubah 180 derajat langsung terkejut, karena tadi nya Aarin bertingkah seperti anak harimau yang di ganggu waktu mainnya, lalu sekarang Aarin berubah menjadi anak kucing yang manja pada majikannya.


Ia menatap ke arah Arka dengan menggeleng kepalanya cepat, ia ingin menjawab bahwa dirinya hanya menarik rambut Aarin tak lebih dari 8 detik karena setelah itu Aarin langsung menggigit tangan nya, namun ia hanya berteriak dalam hati karena lidahnya seakan kelu.


Arka langsung menatap tajam ke arah Diana seolah olah ingin menguliti nya hidup hidup, begitu juga dengan Kemal yang melihat istri mungilnya dalam keadaan yang tak baik, dengan rambut yang acak acakan dan leher yang memerah akibat cakaran.


"Love siapa yang ngelakuin ini pada mu,"tanya Kemal langsung merengkuh tubuh Bilqis.


"Mereka semua hubbie hiks hiks, mereka menyerang Bilqis tanpa ampun, untung Brayen dan Aaron datang bantuin Bilqis, kalau tidak kepala Bilqis akan bocor seperti genteng rusak, karena mereka ingin memukul Bilqis dengan botol pembersih lantai,"adu Bilqis langsung berubah mode manja pada Kemal, membuat suaminya itu langsung menatap tajam ke arah Santika dan Mira.


"Kalian akan mendapatkan hadiah dari kami, kalian tahu kami siapa kan,?"tanya Arka dingin membuat mereka berempat mengangguk lemah kepalanya, siapa yang tidak kenal Arka, Kemal, Dimas dan juga Leo pengusaha muda sukses di Asia, tak lupa juga Dito seorang Dokter muda yang memiliki kegeniusan tingkat ilmuwan di bidang kedokteran.


"Kalian bermain dengan orang yang salah nona,"timpal Kemal dingin.


"Rey...amankan mereka,"titah Kemal pada Rey yang sudah berdiri di samping twins B.


"Baik tuan."


Sedangkan di sisi lain Leo sedang menunggu Ara di depan ruang UGD, ia sangat mengkhawatirkan keadaan Ara, apalagi Ara kembali pingsan dalam pelukannya.


Cklek.


"Bagaimana Dok, keadaan istri saya?"tanya Leo langsung berdiri dengan raut wajah yang khawatir.


"Istri anda mengalami shock berat akibat kekerasan mental dan fisik yang di alaminya tuan, ia mengalami sesak nafas akibat kurang nya udara yang ia hirup, seperti nya ia di siksa dengan cara yang amat parah, di tambah lagi seperti nya istri anda mengalami drop nya mental, yang dimana istri anda bertingkah laku seperti anak yang berusia 15 tahun, meski umurnya sudah menginjak angka 20-an, itu semua di sebabkan oleh rasa trauma berat yang di alaminya saat masa remaja dulu, sehingga trauma tersebut menyebabkan terhentinya perkembangan otak nya, itu hanya diagnosa sementara saya tuan, karena terlihat jelas disaat saya memeriksa istri anda tadi, ia terlihat seperti orang yang sangat ketakutan,"terang dokter tersebut panjang lebar membuat Leo shock, karena dia tidak tahu bahwa segitu parahnya luka fisik dan mental yang Ara dapatkan di masa remaja nya, ia hanya menduga bahwa sikap Ara yang kekanakan namun ternyata dugaan nya benar bahwasanya Ara bertingkah seperti itu akibat kecacatan mental.


"Apa saya bisa menjenguknya dok,"tanya Leo dengan raut wajah datar, namun tersirat jelas kekhawatiran di wajah nya.


"Bisa tuan."


**bersambung..


hai kakak author up lagi nih...


udah 3 bab loh...


masih mau lagi nggak?? vote nya boleh lah, sama hadiah nya buat bonus untuk author 🙈🥰🤣hehe..


jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah..


salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰**