
"Honeymoon?"tanya Leo bingung.
"Iya, honeymoon ke new Zealand,"ujar Arka, Kemal dan Dimas serempak.
"Benarkah, kenapa aku tidak tahu,"tanya Leo karena mom Nana tidak memberitahukan apapun kepada nya.
"Mom Nana bilang setelah Ara pulang dari rumah sakit barulah akan memberitahukan mu,"ujar Arka membuat Leo mengangguk kepalanya.
Mungkin mom mau Ara bisa merilekskan pikiran nya nanti disana batin Leo.
"Ini sarapan buat Ara,"ujar Putri lembut menyodorkan nasi yang sudah di taruh nya kepada Leo.
"Terimakasih,"ujar Leo langsung menyendok nasi menyuapi Ara.
"Ara bisa sendiri kak,"balas Ara menunduk malu karena semua mata sekarang memandang ke arah mereka.
"Kamu itu masih sakit Ra, dan tangan mu itu masih ada selang infus nya jadi gak usah banyak protes, buka mulut mu,"tegas Leo membuat Ara patuh.
"Honey makan dulu saja, biar aku yang menjaga anak anak dulu,"ujar Putri lembut.
"Jangan sayang, kamu aja yang makan duluan biar aku yang jaga mereka,"bantah Arka karena tak mau Putri kelaparan, apalagi ia mengingat semalam putri melayaninya sampai jam 3 pagi, setelah sholat subuh Putri tidak tidur lagi karena dia ingin memasak untuk dibawa ke rumah sakit menjenguk Ara.
"Tapi...
"Aku baik baik saja sayang,"potong Arka lembut mencium pipi Putri.
"Kenapa tidak kakak suapi aja om Arka,"ujar Bilqis membuat Putri tersentak.
"Bener juga, ya sudah honey kita makan sama sama, biar aku menyuapi mu,"balas Putri membuat Arka tersenyum lebar.
"Oke sayang."
"Anak anak, kalian bisa makan sendiri kan sayang,"tanya Alexa lembut pada 4 bocah tersebut.
"Bisa Bun,"jawab mereka serempak.
Mereka sarapan dengan penuh khidmat karena masakan Putri memang tak bisa di ragukan lagi, Kemal menggendong baby Maheer, Dimas menggendong baby Asha, Arka menggendong baby Mauza dan Maira, sedangkan para wanita menyuapi suami mereka masing masing terkecuali Ara.
Setelah selesai makan, mereka semua ikut mengobrol bersama, tak jarang mereka tertawa lepas karena tingkah Bilqis yang lucu, di tambah twins AB yang asik berbicara dengan Ara.
Ara yang pertama kalinya di tempatkan dalam keadaan seperti ini pun merasakan kenyamanan yang amat luar biasa, karena Putri, Alexa dan juga Bilqis nampak ramah dan tulus kepada nya.
Sedangkan di luar ruangan tersebut nampak Dito yang mengintip di balik pintu, ia merasa tak enak dan minder bila bergabung dengan para sahabatnya itu karena dirinya belum mempunyai pasangan.
Ia hanya bisa menghela nafas berat karena kisah percintaan nya tak berjalan dengan lancar, dan itu semua di sebabkan oleh pihak keluarga nya, ia merogoh saku nya dan mengambil hp menelpon seseorang yang tak lain adalah sang pujaan hatinya.
"Assalamualaikum,"ujar Dito lembut.
"Wa'alaikumussalam."
"Apa kabar,"tanya Dito dengan suara yang penuh kerinduan.
"Baik."
"Kamu masih marah sama aku sayang?"tanya Dito menggigit bibir bawahnya.
"Om lebih baik kita akhiri ini semuanya, kita tidak mungkin bisa bersama karena kasta kita yang berbeda."
"Seperti nya kamu sedang lelah sayang, nanti aku menghubungi mu lagi, i love you,"potong Dito langsung mematikan telepon nya sepihak.
Ia mengusap wajahnya kasar, ia kembali mengintip di balik pintu, suara gelak tawa kebahagiaan nampak jelas terdengar di telinga Dito, ia tersenyum penuh iri melihat para sahabatnya itu.
Kalian sangat beruntung batin Dito sedih. kemudian ia pun langsung beranjak pergi keluar dari rumah sakit menuju ke suatu tempat.
"Kami pulang dulu ya Ara, kapan kapan pergilah mengunjungi kami di mension Lemos, biar kita bisa ngumpul bersama,"ujar Putri mengusap bahu Ara.
"Iy--a kak,"jawab Ara kaku.
"Yasudah kami pergi yah."Mereka semua pun langsung pergi meninggalkan Leo dan Ara dalam ruangan tersebut.
"Kamu senang mengobrol dengan mereka,"tanya Leo lembut mengusap pipi Ara.
"Heum, mereka baik dan tulus,"jawab Ara jujur.
"Nanti kapan kapan aku akan membawa mu ke mension Lemos, karena disana adalah tempat kami berkumpul biasanya, kamu pasti akan nyaman disana,"ujar Leo memeluk tubuh Ara.
"Apa benar kita akan bulan madu?"tanya Ara mendongakkan kepalanya menatap lekat wajah tampan Leo.
"Mungkin benar, apa kamu mau pergi?"
"Lalu bagaimana dengan sekolah nya Ara."
"Kita bisa menundanya untuk 2 minggu kedepan,"jawab Leo santai memainkan rambut Ara.
"Ara nurut aja sama kakak, yang penting sekarang Ara mau pulang dari rumah sakit,"ujar Ara dengan suara manja nya membuat Leo gemas langsung mengecup bibir Ara.
cup
"Baiklah, tunggu di sini okey,"ujar Leo langsung keluar dari ruangan Ara, hingga tak berapa lama Leo kembali dengan senyuman manis di wajahnya membuat Ara terpesona.
"Kamu sudah boleh pulang Ra,"ujar Leo senang.
"Heum,"Ara cuma berdehem karena tak sanggup berkata apapun, dirinya masih terpesona dengan senyuman manis Leo.
Leo langsung menggendong Ara ala bridal style, karena seluruh barang barang Ara nantinya akan di bereskan oleh bawahannya.
"Apa ayah dan bunda tahu kalau Ara masuk ke rumah sakit kak,"tanya Ara yang sudah berada dalam mobil bersama Leo.
"Mereka tahu, namun aku melarang mereka untuk bertemu dengan kamu,"balas Leo santai membuat Ara terkejut.
"Kenapa kakak melarang mereka kak?"tanya Ara marah.
"Lalu apa yang harus aku lakukan, membiarkan mereka menjenguk mu lalu meminta maaf karena telah mengabaikan mu, setelah itu mereka kembali seperti kebiasaan mereka yang dulu, yaitu mengabaikan mu lagi,"tanya Leo ikut meninggikan suaranya, ia mengingat kembali cerita Dito yang dimana seluruh keluarga Sanjaya sempat meminta maaf kepada Ara setelah pasca keguguran, namun seminggu setelah itu mereka kembali berulah dengan mengabaikan Ara.
Ara menunduk menahan air matanya agar tak jatuh, Leo yang menyadari kesalahannya pun langsung mendekap Ara.
"Maaf, bukan maksudku ingin membentak mu Ra, tapi biarkan seperti ini dulu, aku ingin tahu mereka benar benar menyesal atau tidak,"ujar Leo mengelus punggung Ara.
"Heum, Ara percaya sama kakak,"gumam Ara mengeratkan pelukannya.
Leo membawa tubuh Ara ke atas pangkuan nya, ia menepuk bokong Ara membuat si empunya merasakan kantuk hingga akhirnya Ara tertidur dalam keadaan duduk di pangkuan Leo.
"Dasar tukang tidur, di tepuk sedikit bokong nya langsung tidur seperti orang mati,"gumam Leo tersenyum manis mencium harum rambut Ara.
**Bersambung.
hihi hai kakak author balik lagi nih..
hayoo ada rahasia apa dalam hubungan percintaan Dito..
jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah biar author semangat up nya kak..
salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰**