Anak Kembar Tuan Muda

Anak Kembar Tuan Muda
Kakak atau Oom


Sena langsung memeluk erat tubuh om Yogi bahkan ia tak memberikan jarak antar keduanya, ia menangis sesenggukan penuh pilu dalam pelukan om Yogi, dirinya merasa sudah sangat bersalah karena sudah berkata kasar pada Om Yogi tadi, ia tak menyangka bahwa kisah on Yogi lebih miris daripada nya, setidaknya bila dia miskin tetapi dia menerima kasih sayang yang tulus dari ibu dan ayah nya meski sang ayah berwajah dua di depan nya.


"Maaf hiks maaf,"lirih Sena dengan suara parau karena menangis.


"Tidak, kamu tidak salah karena yang salah itu kakak, kakak yang terlalu lalai bekerja hingga menelantarkan mu,"balas om Yogi bergetar menahan tangis.


"Andai kakak datang lebih cepat pasti kamu tidak akan susah susah banting tulang siang malam hanya untuk membeli sesuap nasi, andai kakak--"


"Sstt kakak tidak salah, karena itu semua sudah berlalu jadi sekarang mari kita bangun hubungan yang baru kakak adik antara kita,"potong Sena menangkup pipi om Yogi.


Om Yogi tak bisa berkata apa-apa lagi, sungguh kekosongan yang ia rasakan itu terasa penuh dengan kehadiran Sena yang baru sesaat, ia mengucapkan beribu syukur karena Sena mau memaafkan nya.


"Kamu memaafkan kakak,"tanya om Yogi serak.


"Tidak ada alasan lagi bagi Sena untuk marah pada kakak setelah tahu kebenaran nya, malahan Sena yang meminta maaf karena sudah bersikap kurang ajar pada kakak,"balas Sena menunduk kepalanya.


"Sudah jangan sedih lagi, karena sekarang kakak sudah ada jadi kamu tidak sendirian lagi, kakak akan melindungi dan menjaga mu, tidak akan kakak biarkan siapapun menyakitimu dan melukai mu meski seujung jari saja,"tegas Yogi lembut membuat Sena kembali menangis karena telah lama ia merindukan perkataan ini, dulu ibu nya yang berkata seperti ini dan sekarang om Yogi.


"Jangan tinggalkan Sena lagi,"ucap Sena menangis langsung memeluk erat tubuh om Yogi, sedangkan kaki nya melilit erat pinggang om Yogi.


"Tidak akan pernah,"tegas om Yogi lembut.


Sedangkan di sisi lain tak jauh dari Sena dan om Yogi yang berpelukan terdapat seseorang yang menatap mereka penuh kekesalan dan rasa cemburu yang membuncah, dia yang tak lain adalah Dito, disaat ia melihat mobil om Yogi pergi, Dito langsung mengikuti mobil om Yogi, ia takut bila Sena nantinya histeris dan tidak ada yang menenangkan nya.


Dito telah membayangkan bagaimana sosoknya yang tiba tiba hadir bak pahlawan langsung menenangkan Sena yang histeris di buat om Yogi, sungguh ia merasa senang namun kenyataan tak sesuai ekspektasi, ia melihat dengan kepalanya sendiri bagaimana om Yogi dengan gampangnya menenangkan Sena dengan kisah sedihnya.


"Cih, kenapa si toge togil itu bisa gampang menenangkan Sena bermodal kisah sedih dan air mata, sedangkan aku dulu sudah menangis sesenggukan di depan Sena minta balikan tapi Sena tidak mau, terpaksa aku pakai cara pemaksaan baru dia mau, akkkk ini tidak adil,"gumam Dito langsung menendang mobil nya membuat alarm bahaya di mobilnya terdengar.


Sena dan om Yogi langsung menatap ke arah seseorang yang langsung masuk kedalam mobilnya yang berbunyi, mobil tersebut langsung pergi begitu saja meninggalkan Sena dan om Yogi yang bingung.


"Apa itu pencuri mobil kak?"tanya Sena polos.


"Tidak tahu,"balas om Yogi acuh.


Sedangkan Dito mengumpat kesal didalam mobil, untung saja dia berhasil masuk tanpa di lihat wajah nya oleh Sena dan om Yogi, kalau tidak entah bagaimana malunya dia.


Sena memandang intens wajah om Yogi, di pindai nya dari atas sampai bawah.


"Berapa umur kakak?"tanya Sena penasaran.


"33 tahun,"balas om Yogi santai membuat Sena menutup mulut nya tak percaya.


"Berarti oom dong bukan kakak,"pekik Sena terkejut membuat om Yogi kesal.


"Itu karena ayah terlambat membuatmu,"ucap om yogi menarik gemas hidung Sena.


"Emang bagaimana cara membuat nya kak?"tanya Sena polos membuat om Yogi tersenyum kaku.


"Kamu kelas berapa Se?"tanya om Yogi balik.


"Kelas 3 SMA,"balas Sena polos.


"IPA atau IPS?"


"IPS,"balas Sena membuat om Yogi terkekeh geli.


"Makanya kamu seharusnya masuk kelas IPA agar tahu bagaimana cara kerja nya sistem reproduksi manusia,"ucap om Yogi mencium gemas pipi gembul Sena.


"IPS enak kak karena tidak terlalu banyak menghitung jadi otak Sena bisa beristirahat sebentar,"balas Sena tertawa cengengesan membuat hati om Yogi merasa terenyuh.


Kakak janji akan menjaga kamu Se batin om Yogi.


"Sedikit kak,"balas Sena sedikit meringis saat om Yogi menyentuh kaki nya.


"Kita ke rumah sakit yah,"ajak om Yogi membuat Sena menggeleng kepalanya.


"Sena harus kerja sebentar lagi kak, jadi tidak sempat kalau harus kerumah sakit." Jawaban Sena sontak membuat hati om Yogi merasa hancur berkeping keping, segiat itukah Sena bekerja sampai sampai kesehatan nya di kesamping kan begitu saja itulah pikirnya.


"Kamu tidak usah bekerja lagi Se, uang kakak sangat banyak untuk kamu habis kan,"tegas om Yogi tak dapat di bantah.


"Tapi--


"Tidak ada tapi tapi Se, ini permintaan pertama kakak Se,"ucap om Yogi pelan menatap Sena penuh harap.


"Baiklah kak,"balas Sena tersenyum lembut.


"Baiklah ayo kita ke rumah sakit untuk mengobati luka mu, setelah itu kakak akan mengajak mu bertemu dengan ayah angkat kaka."


"Apakah ayah angkat kakak adalah ayah dari nona Bilqis,"tanya Sena penasaran.


"Heum, dan nona Bilqis sudah kakak anggao sebagai adik kakak sendiri, kepribadian nya yang berbeda seratus persen dengan nona muda dari keluarga lain membuat kakak menyayangi nya dengan tulus,"jelas on Yogi membuat Sena senang karena setidaknya nanti ia akan mempunyai teman seperti Bilqis.


"Apa nona Bilqis mau berteman dengan Sena?"


"Pasti."Balas om Yogi yakin dan langsung membawa Sena masuk kedalam mobil menuju ke rumah sakit, selama perjalanan om Yogi bercerita tentang pengalaman nya saat bekerja di luar negeri, Sena mendengarnya dengan semangat yang berapi api.


"Kamu mau ke luar negeri bersama kakak?"tanya om Yogi lembut membelai pipi halus Sena.


"Mau."


"Nanti yah disaat kamu sudah lulus sekolah,"balas om Yogi membuat Sena seketika berpikir tentang Dito.


"Tidak bisa kak,"balas Sena membuat om Yogi mengernyitkan dahinya.


"Kenapa?"tanya om Yogi bingung.


"Karena setelah lulus sekolah om Dito mengajak Sena menikah,"balas Sena polos membuat om Yogi terkejut.


"Apa!!!!


**bersambung


hahahaha


Sena polos banget yakk🤭🤣


jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah Kak..jangan lupakan hadiah juga, setangkai bunga pun tak apa apa, kopi apa lagi🙈


salem Aneuk Nanggroe Aceh.


silahkan mampir ke novel temen author, cerita nya juga mengisahkan tentang anak yang tak mempunyai ayah, memiliki suara merdu serta kegeniusan yang luar biasa membawa nya bertemu dengan sang ayah...


ayoo langsung mampir yah kakak..jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah**..



kalau ini mah punya author 🤭🙈