
"Sayang, jangan terlalu banyak minum susu nya,"tegur Putri pada Aarin yang meminum susu botol pemberian Leo dulu saat twins B ulang tahun.
"Endak banak kok myy...cuma yima sehali,"elak Aarin menunjukkan jarinya 3 membuat Arka yang melihat nya gemas, karena Aarin selalu salah dalam menunjuk angka dengan jari nya, dulu sebelas saja Aarin hanya mengangkat dua jarinya saja.
"Sayang itu 3 bukan lima, karena kalau lima begini, kita angkat tangan kita seperti ingin tos dengan orang,"ajar Arka membuat Aarin mengedipkan matanya seperti bola lampu neon.
"Shepelti olang ingin menampal,"balas Aarin polos membuat Arka tersenyum lebar.
"Benar sayang, seperti orang menampar bukan menampal oke,"ujar Arka membuat Aarin kesal.
"Daddy kan tahu kalo Aalin Ndak bisa ngomong lll,"kesal Aarin cemberut membuat Arka dan Putri yang melihatnya pun gemas.
"Iya iya Daddy tahu, makanya Daddy meralat ucapan Aarin tadi,"ujar Arka mencium gemas pipi bakpao nya Aarin.
"Mom mom mom." Putri dan Arka langsung melengos kesamping menatap ke arah trio M yang sedang duduk di atas kereta dorong, mata Putri berkaca-kaca begitu juga dengan Arka yang berbinar bahagia dikala mendengar babby Maheer berhasil menyebut kata pertama.
Arka dan Putri langsung menghampiri ketiga baby mungil yang sudah berusia 7 bulan itu, Arka langsung menggenggam tangan kiri dan Putri menggenggam tangan kanan baby Maheer, sedangkan Aarin dan Aaron juga menghampiri adik adiknya.
"Coba panggil mommy lagi sayang,"ujar Putri tersenyum senang mencium tangan sang anak penuh kasih sayang.
"Mom mom mom." Air mata Putri langsung luruh begitu saja mendengar suara babby Maheer yang memanggil nya untuk pertama kali.
"Honey, kamu dengarkan Maheer memanggil ku tadi,"ujar Putri dengan suara serak karena bahagia.
Cup.
"Aku mendengar nya sayang, kamu adalah mommy yang hebat untuk mereka, pantas saja kata pertama yang di ucapkan Maheer adalah mommy, itu membuktikan bahwa hati mu benar benar tulus untuk mereka,"balas Arka mencium kening Putri, karena selama ini Putri lah yang merawat langsung kelima anak anaknya dibantu oleh Lisa, Jimmy dan Arka. Tak pernah Putri mengeluh walaupun lelah namun ia tetap tersenyum setiap merawat anak anaknya, bahkan ia rela terjaga tengah malam hanya untuk menemani babby Mauza yang terjaga saat itu.
Padahal Arka dan Lisa sudah menawarkan pengasuh untuk anak anak namun Putri menolak nya mentah mentah, karena ia ingin merawat anak anaknya sendiri guna untuk membangun kontak batin.
Putri tidak ingin nanti anak anak lebih dekat dengan pengasuh honey, dan juga Putri ingin nanti kalau anak anak besar, Putri menjadi orang pertama yang mendengar keluh kesah mereka.
"Kamu kenapa nangis sayang,"tanya Lisa khawatir yang datang bersama Jimmy menghampiri anak dan cucu cucunya itu.
"Baby Maheer sudah bisa menyebut mommy ma,"ujar Arka membuat jimmy dan Lisa tersenyum lebar.
"Benarkah sayang,"pekik Lisa langsung mencium baby Maheer.
"Ayo Maheer sayang, coba panggil mommy mu sekali lagi,"ucap Lisa mengambil hp nya untuk memvideokan moment bahagia tersebut.
"Mom mom mom." Lisa dan Jimmy sangat senang mendengarnya, di tengah tengah kebahagiaan mereka di kejutkan oleh suara babby Mauza.
"Di di di." Mata Arka langsung membulat sempurna mendengar baby Mauza memanggil nya.
"Sayang, coba ulangi sekali lagi,"pinta Arka dengan suara tercekat saking bahagianya.
"Di di di."
"Huwaaa mama, anak Arka sudah bisa bicara ma, hiks hiks dia manggil Arka Daddy ma,"tangis Arka langsung pecah memeluk Lisa karena saking bahagianya, ia merasa ada jutaan kupu kupu terbang di hatinya, perasaan ini tak bisa di jabarkan oleh kata kata.
Sedangkan di sisi lain, Leo, Ara dan Dito baru sampai di kediaman Lemos, karena setelah acara sedih sedih Ara dan keluarga Sanjaya mereka langsung pamit, Dito sengaja meminta para sahabatnya berkumpul di kediaman Lemos karena ingin membicarakan bagaimana caranya agar Sena bias ia nikahkan dalam waktu yang cepat.
Sungguh Dito tak tahan lagi bila harus memendam perasaan nya seorang diri, dia adalah lelaki normal yang mempunyai hasrat, ia ingin cepat cepat untuk menyalurkan hasrat nya pada Sena dalam ikatan agama.
Karena gara gara mimpi basah itu Dito tak bisa konsen dalam hal apapun karena baung bayang tubuh Sena selalu menghantui pikiran nya, ia tak ingin bila suatu saat ini ia berbuat hal yang menyeleweng dari agama.
"Wah wah wah, seperti nya lagi ada pesta disini,"ujar Leo yang baru datang seraya menenteng boneka chucky yang baru saja di belinya untuk Aarin.
"Yee boneka na datang,"pekik Aarin girang bertepuk tangan nya.
"Ini boneka untuk mu sayang,"ujar Leo tersenyum manis mensejajarkan dan mengecup pipi gembul Aarin.
Mata Arka terkejut melihat boneka chucky yang. di beli Leo untuk Aarin, ia langsung menatap tajam ke arah Leo seolah olah ingin menelan hidup hidup.
"Apa maksud mu Le, dengan memberikan boneka chucky untuk Aarin,"tanya Arka dingin.
"Bukan maksud ku begitu Ar, aku terpaksa membeli boneka chucky karena boneka pesanan ku belum selesai di tempah, jadi daripada tangan ku kosong kemari lebih baik aku beli boneka chucky,"balas Leo santai.
"Emang boneka apa yang kamu pesan untuk Aarin Le,"tanya Arka bingung namun ia tersenyum senang karena Leo sangat peduli pada anaknya.
"Boneka Annabelle,"balas Leo polos membuat Arka dan yang lainnya tersedak ludah.
"Kau...,"
"Assalamualaikum,"teriak Bilqis girang di ikuti oleh twins B dan Kemal.
"Si biang kerok hadir juga,"gumam Leo menatap kearah Bilqis yang juga menatap nya sinis.
"Eh ada lele terbang disini,"ejek Bilqis tersenyum menutup mulutnya.
"Nama ku Leo bukan lele terbang markonah,"sungut Leo mencebikkan bibir nya.
"Maaf paman Le,"ujar Bilqis membuat Leo mengangguk kepalanya tanda memaafkan.
"Lele goreng maksud nya,"lanjut Bilqis membuat Leo mengerang kesal.
**Bersambung
hahahaha 🤣🤣
boneka Annabelle atau Chucky sama saja ngerinya Leo 🙈🙈
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5
yah kakak**.