
Silahkan gabung ke dalam grup chat kiss25, cara nya klik profil author dan masuk kedalam grup chat, nanti disana kita bisa saling berhubungan dan berkenalan, serta author akan memberitahukan waktu jam update nya, serta akan banyak spoiler nya🥰🙏🙏🙏❤️❤️❤️
Setelah pulang dari rumah sakit, Ara dan Leo sesuai perintah Nana, bahwa mereka akan tinggal di mension utama bersama Nana dan James, mereka sampai ke mension pukul 8 malam karena sebelumnya, Leo mengidam menonton film Transformers dan dengan berat hati Ara,James dan Nana harus mengikutinya.
"Sayang," panggil Leo manja pada Ara yang sedang memakai pakaian piyama, membuat Ara melengos ke arah Leo yang menatapnya dengan tatapan berkedip-kedip lucu.
Kenapa kak Leo lama-lama mirip Aarin ya, batin Ara merinding.
"Iya kak," balas Ara tersenyum lembut menghampiri Leo yang sedang duduk bersandar di tepi ranjang.
"Dedek nya apa kabar," tanya Leo tersenyum manis merebahkan kepalanya di paha Ara seraya tangannya masuk kedalam piyama, mengelus perut rata Ara.
"Baik kak," balas Ara tersenyum lembut mengelus kepala Leo penuh kasih sayang.
"Apa dedeknya rindu sama Abi," tanya Leo membuat Ara mengernyitkan dahinya.
"Sayang, kenapa gak dijawab! Dedeknya rindu sama Abi, apa enggak." Rengek Leo menggesekkan hidungnya di perut rata Ara.
"Abi siapa kak! Apa ustadz Abi Mansur dari kompleks sebelah, emang dedek bayinya kenal sama beliau," tanya Ara polos membuat Leo ingin menangis rasanya.
"Hiks … hiks, sayang Abi itu aku," sungut Leo mengerucutkan bibirnya.
"Apa Abi itu nama lain kakak," tanyanya lagi, karena Ara benar-benar tidak mengerti, ia adalah gadis yang polos luar dalam, tidak salah Leo katakan dulu bahwa Ara benar-benar polos, bahkan dirinya sudah bolong tidak tahu.
"Sayang, Abi itu nama panggilan dedek twins nanti saat mereka lahir untuk aku," jelas Leo yang kesal karena Ara terlalu polos.
Deggg.
Abi! Apakah Leo demam sehingga salah menyebut dirinya Abi. Nama itu terngiang-ngiang di telinga Ara.
"Sayang, kamu lama deh jawabnya. Ya sudah daripada dedek twins nya demam karena rindu sama Abi nya, lebih baik sekarang aku menjenguk mereka," lanjut Leo langsung bangkit dan merebahkan tubuh Ara dan menindihnya.
"Kakak mau apa," pekik Ara terkejut karena sedari tadi ia masih melamun tentang panggilan Abi.
"Aku mau jenguk mereka sayang, agar mereka tahu kalau Abi mereka tidak sabar bertemu mereka di dunia ini," balas Leo menatap gairah Ara.
"Ah, kakak sstttt." Leo langsung memijat pelan buah melon Ara.
"Tadi aku lihat teknik memijat laktasi dari YouTube sayang, dan aku akan mempraktekkan nya pada mu sebelum aku menjenguk dedek twins," jelas Leo membuat Ara bingung di sela-sela kenikmatan dan kenyamanan yang dirasakannya akibat pijatan tangan Leo.
"Pijat relaksasi itu apa kak hemmm," tanya Ara dengan suara yang bergetar.
"Laktasi sayang bukan relaksasi. Pijat laktasi itu pijatan yang berguna agar air susu di melon kamu keluar," balas Leo santai sambil menepuk pelan buah melon yang hampir matang itu.
Plak.
"Ah kakak, nanti saja pijat nya ya, dedek twins nya lagi demo sekarang, minta dijenguk," pinta Ara yang sudah frustasi karena entah mengapa ia sangat bergairah akibat pijatan Leo itu, apakah karena efek kehamilan! Ara tidak tahu.
"Oh my God, apa kalian cemburu di dalam sana sayang, sehingga tidak suka melihat Abi memanjakan bunda mu, baiklah Abi akan mengeluarkan suntik ajaib Abi untuk kalian," ujar Leo terkekeh langsung membuka resleting celananya.
"Sejak kapan si phoniex berubah jadi suntik ajaib kak," tanya Leo polos.
"Mulai sekarang, selama sembilan bulan kedepan, jangan sebut nama si phoniex sayang tapi sebut saja suntik ajaib," jelas Leo serius.
"Emang kenapa kak."
"Karena si phoniex sudah aku suruh hibernasi selama sembilan bulan, agar dia tidak mengganggu kesehatan dedek twins dan kamu, dan jangan tanya kenapa! Karena kamu sudah tahu pasti maksud ku sayang," terang Leo langsung membuka kaki Ara lebar.
"Ara gak mengerti kak," ujar Ara polos membuat Leo ingin sekali membongkar isi otak Ara.
Oh ya ampun, bila ada tukang buah yang menjual buah kesabaran, maka akan aku beli berapapun harganya, bila perlu sekalian sama pohonnya agar aku bisa selalu sabar menghadapi istri polos seperti mu sayang batin Leo menjerit kesal.
"Tapi."
"Sayang kalau kamu bertanya lagi, aku bakal nangis semalaman," ancam Leo dengan mata yang berkaca-kaca seperti Aarin yang di bentak oleh Putri.
"Hehehe, ayo jenguk dedek twins nya sekarang," balas Ara cepat karena ia tahu bahwa Leo tak pernah bermain dengan kata-katanya.
Leo langsung membungkam mulut Ara dengan mulutnya, ia melakukannya dengan cara yang sangat lembut, berbeda dengan dulu yang selalu bermain cepat dan penuh hasrat, tetapi sekarang ciuman tersebut adalah ciuman cinta dan penuh kasih sayang.
"Kesayangan Abi, baik-baik didalam sana ya, jangan buat bunda kalian kelelahan. Kalau kalian mau sesuatu minta sama Abi jangan sama bunda kalian, karena dengan adanya kalian di dalam sana saja sudah membuat bunda kalian lelah. Jadi Abi ingin kalian saling menjaga dan akur di dalam sana. Selama di dalam sana kalian boleh minta apapun, tapi jangan minta mainan oke … karena Abi tidak bisa memasukkan mainan ke dalam perut bunda, cukup mainan Abi saja yang masuk," ujar Leo tersenyum mengelus perut rata Ara, ia menghujani ciuman di perut Ara.
Ara yang mendengar ujaran Leo pada sang anak-anaknya hanya bisa tertawa pelan, karena Leo benar-benar sangat menggemaskan. Baru-baru inilah Ara melihat sisi menggemaskan Leo karena dari awal ia menikah Leo hanya menunjukkan pesonanya sebagai cassanova saja.
"Ternyata suami Ara, orangnya lucu juga ya, bahkan lebih lucu daripada Sule," puji Ara membuat Leo senang.
"Sule itu master kungfu ku sayang," balas Leo angkuh.
"Komedi kak, bukan kungfu," ralat Ara membuat keduanya saling tertawa lepas seraya melakukan penyatuan.
Leo melakukannya dengan tempo siput, yang jalannya lelet di iringi oleh jejak lendir, Ara mengerang kenikmatan di buat oleh suntik ajaib Leo, ia merasa nyaman dan nikmat, tidak ada rasa sakit ataupun rasa yang tidak nyaman, karena Leo benar-benar menepati perkataannya bahwa dia tidak akan berbuat kasar atau melakukannya dengan tempo cepat.
"Kakak."
"Peraturan nomor satu sayang, kalau kita sedang making love panggil aku raja … ahh ini gila sayang," d*sah Leo menggenggam tangan Ara.
"Raja … Ara mau keluar."
"Keluarkan bersama-sama." Hingga tak lama kemudian tubuh keduanya bergetar, diiringi suara lenguhan yang panjang, Leo ambruk di samping Ara, dipeluknya tubuh Ara yang berkeringat seraya mengusap perut rata Ara.
"Abi akan mengunjungi kalian 3 hari lagi ya sayang, baik-baik disana karena Abi sudah memberikan suntik ajaib untuk perkembangan kalian," ujar Leo lembut dengan nafas yang terengah-engah.
"Baik Abi," balas Ara menirukan suara anak kecil membuat Leo tersenyum hangat.
"I love you my polos wife," ujar Leo mencium kening Ara.
"Love you too my cassanova husband," balas Ara mengecup bibir Leo kemudian memejamkan matanya karena kelelahan.
***
Sedangkan di sisi lain, James naik ke atas ranjang dengan perasaan yang tak menentu, tadinya ia tak sengaja mendengar percakapan Leo yang menyuruh Ara untuk memanggil Leo dengan sebutan Abi, dan itu membuat James juga ingin di panggil Abi, jadi James berniat berkompromi dulu dengan Nana.
"Minnie," panggil James memeluk tubuh Nana dari belakang.
"Iya Mickey," balas mom Nana dengan mata yang tertutup.
"Kalau nanti aku suruh Leo memanggil ku Abi daripada papa bagaimana," tanya James tersenyum senang.
"Maka dunia akan kiamat kalau itu terjadi," balas Nana santai.
Oh tuhan kenapa lidah istriku lebih tajam daripada lidah buaya batin James berteriak kesal.
**Bersambung.
halo halo🤭🤭🤭 ada yang rindu author hari ini 🙈🙈 soalnya author juga rindu kakak semua😂🤗
jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah..
salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰**