
"Ini tidak sengaja tadi kepeleset di kamar mandi terus kena jendela rumah Sena yang sudah pecah om,"bohong Sena membuat nafas Dito naik turun.
"Kamu bohong Se, kamu tidak bisa menipu ku karena aku seorang dokter, aku tahu kalau luka kamu itu akibat di pukul pakai botol kaca kan, ayo jawab Se,"ucap Dito menekankan perkataan nya membuat Sena menunduk tak berani menjawab.
Bunyi suara pintu menyadarkan mereka, yang ternyata itu adalah senior Sena yang akan menggantikan shift kerja dengan Sena.
"Rapikan semua buku mu, kita pulang sekarang,"titah Dito dingin membuat Sena tak berkutik, ia hanya mengikuti perintah Dito.
Setelah selesai Dito langsung menggenggam lembut tangan Sena, mereka masuk kedalam mobil, selama perjalanan tak ada yang berbicara karena mereka berdua sibuk pada pikiran masing masing, bila Sena sibuk merangkai kata kata agar Dito percaya pada nya.
Sedangkan Dito berpikir tentang siapa yang telah mencelakai Sena, hingga tiba tiba pikiran nya tertuju pada seseorang, ia mencengkram erat setir mobil, Dito menambah kecepatan nya menuju apartemen nya.
"Om jangan ngebut ngebut, Sena takut,"lirih Sena membuat Dito sadar dan menurunkan kecepatan mobil nya.
Sehingga tak lama kemudian mereka sampai di apartemen mewah Dito, ia segera menyeret Sena cepat, Dito yang tak sabar langsung menggendong Sena seperti koala dan membawa masuk ke dalam apartemen nya.
"Om,"panggil Sena tersenyum lembut ingin menggenggam tangan Dito namun dengan segera di tepis oleh Dito.
"Siapa yang melakukannya,"tanya Dito menatap tajam ke arah Sena.
"Sena kan sudah menjelaskan nya pada oom kalau Se--,"belum sempat Sena melanjutkan perkataannya Dito langsung membentak nya.
"Siapa yang melakukannya Sena, katakan pada ku,"sentak Dito marah membuat tubuh Sena bergetar ketakutan.
"Jangan menangis Se, aku hanya ingin tahu siapa yang melakukan itu pada mu sehingga aku bisa menghukum nya,"ucap Dito lembut berjalan mendekati Sena namun..
"Hiks hiks ampun, jangan pukul saya lagi."Tiba tiba Sena langsung bersimpuh di kaki Dito, dengan tubuh yang bergetar membuat Dito membeku.
Sena trauma batin Dito terkejut.
Dito langsung berjongkok dan segera merengkuh paksa tubuh Sena yang memberontak.
"Ini aku Dito Se, pacar kamu,"ucap Dito selembut mungkin membuat tubuh Sena kembali rileks, Dito adalah seorang dokter, ia jelas tahu apa yang terjadi pada Sena, ia tak menyangka bahwa gadis nya bisa mengalami trauma yang hampir mirip dengan Ara, walaupun Ara lebih parah dari nya.
Dito mengelus punggung Sena lembut, hingga matanya terbelalak ketika melihat noda darah di baju kaos Sena yang berwarna putih.
Ia langsung mengambil alat dokter nya, Dito mengambil gunting dan langsung menggunting baju Sena dari belakang, mata Dito membulat sempurna, nafas nya tercekat di tenggorokan, dada nya seakan sesak, begitu juga dengan matanya yang memanas hingga tanpa sadar buliran bening jatuh membasahi pipi nya.
Punggung Sena di penuhi bekas luka yang mengerikan, bahkan terlihat ada luka baru yang masih menganga lebar, seperti nya Sena habis di cambuk dan punggung nya di gores dengan pecahan beling.
Tangan Dito bergetar hebat disaat menjahit luka Sena, tak lupa ia menyuntikkan obat tidur pada tubuh Sena, ia menggigit bibir bawah nya berusaha menahan Isak tangis nya, kenapa Sena bisa terluka separah ini? siapa yang telah melakukan nya? apa salah Sena sehingga ia di lukai seperti ini?
Oh tuan Dito yang terhormat, andai dirimu tahu bahwa ia terluka karena keluarga mu, andai saja kamu tahu kalau gadis mu rela terluka agar masih bisa berdiri di samping mu, andai engkau tahu bahwa selama ini ia menanggung luka batin dan fisik seorang diri, yang di sebabkan oleh keluarga mu? akan kah diri mu masih mau menahan nya agar tetap berada disamping mu? apakah kau sanggup membalas perbuatan hina keluarga mu pada gadis malang itu?
Ia terlahir dari keluarga miskin, ayah nya meninggal disaat ia beranjak SMP dan meninggalkan hutang yang amat banyak, disaat para anak anak lain sibuk bermain dan belajar ia sibuk menyemir sepatu dan menjual koran di lampu merah, agar mampu membayar hutang ayah nya.
Dan disaat hutang ayah nya lunas, ia di uji lagi dengan ibunya yang diberikan penyakit gagal jantung, pagi ia sekolah, siang sampai malam ia bekerja guna membeli obat untuk sang ibu, dan disaat ia menginjak kelas 2 SMA ibu tercintanya di panggil sang maha kuasa, lengkap lah penderitaan nya.
Ia begitu bahagia ketika memiliki pria seperti mu, namun kebahagiaan itu harus dibayar dengan harga yang setimpal oleh nya, cacian, makian, serta kekerasan fisik ia dapat kan demi membayar kebahagiaan yang kau berikan untuk nya.
Tahukah kau tuan Dito yang terhormat akan semua penderitaan nya??
Setelah selesai mengobati Sena, ia segera memakaikan baju nya untuk menutupi tubuh bagian atas Sena yang polos, Dito tidak berhasrat sama sekali pada Sena, karena hasrat itu dikalahkan oleh kesedihan yang ada di hatinya.
Mulai sekarang aku tidak akan lengah lagi Se, aku akan menjaga mu dari jauh sehingga aku tahu siapa yang sudah berani mencelakai mu, aku sangat mencintaimu Se, maafkan aku yang telat menyadari nya batin Dito sedih.
Ia segera naik ke atas ranjang dan tidur memeluk lembut tubuh Sena, diam diam Dito telah merencanakan sesuatu untuk Sena, entah apa itu hanya dirinyalah yang tahu.
**Bersambung.
hai kakak...
author balik lagi nih..
Mana vote nya...🙈🙈
jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah...
salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰**