
Jangan lupa like yah kakak, gratis kok🥰🙏👍
"Siapa lagi kalau bukan Bryan pa,"ketus Brayen dengan suara yang bergetar seperti ingin menangis, ia kembali mengingat perkataan Aarin yang menyakitkan.
flashback.
"Aarin nanti waktu besar kita nikah nya berdua yah, biar kita bisa bersama sama,"ujar Brayen semangat pada Aarin yang bersandar di bahunya seraya melihat Aaron dan Bryan bermain tembak tembakan.
ilustrasi.
"Endak mahu, Aalin na shuka sama Blyan butan Blayen,"sungut Aarin membuat Brayen langsung bangkit dari duduknya sehingga Aarin terjungkal ke samping.
"Haduh,"pekik Aarin terkejut.
"Kenapa Aarin suka sama Bryan, padahal kan Brayen lebih tampan dan juga manis,"sentak Brayen berdecak pinggang nya.
"Kalena Blayen Ndak bisa jaga mata na Dali isteli olang, Aalin Ndak shuka puna shuami shepelti Blayen,"sungut Aarin polos membuat mata Brayen langsung berkaca-kaca.
"Brayen janji kok gak akan lihat istri orang lagi asalkan Aarin mau jadi istri Brayen,"bujuk Brayen memegang tangan Aarin namun langsung di tepis oleh yang punya tangan.
Tuk
"Janan pedang pedang tangan Aalin kalena kata mommy cuma suami Aalin nanti yang boleh pedang,"ujar Aarin membuat cairan bening langsung mengalir di pipi Brayen.
"Aarin,"panggil Brayen.
"Aalin mahu ke tempat suami Aalin dulu, bye bye Blayen,"balas Aarin tanpa menoleh ia langsung berlari menuju Bryan dan Aaron.
flashback off.
"Brayen gak mau lagi berteman dengan Aarin,"ujar Brayen menghapus air matanya, sedangkan Kemal, Bilqis, Chen dan juga om berusaha menahan tawanya mendengar cerita Brayen.
"Bray, kamu tenang aja karena aku tidak suka sama Aarin, nanti aku bakal bujuk Aarin agar mau nikah sama kamu,"sanggah Brayen polos dan jujur, ia sungguh tak tega melihat kakaknya itu menjadi pria cengeng seperti ini.
"Boy, kamu ini masih kecil jadi jangan berpikir tentang istri dulu, disunat aja belum masa udah mikir nikah,"ujar Kemal mengelus kepala anaknya.
"Kan untuk persiapan pa,"balas Brayen cemberut.
"Ck kamu ini pikiran nya kenapa bisa panjang gitu sih, papa jadi heran kamu keturunan papa atau keturunan Albert Einstein,"ujar Kemal terkekeh geli menarik hidung minimalis Brayen.
"Yasudah anak mama mau apa hemm, biar gak cemberut lagi,"tanya Bilqis yang sedari tersenyum manis melihat interaksi suami tampannya dengan sang anak.
"Brayen mau video call sama Tante Ara,"jawab Brayen dengan bola mata berbinar, setidaknya ia bisa cuci mata dengan melihat wajah Ara itulah pikir nya.
"Baiklah, hayoo kita ke ruang tamu biar enak video call nya,"ajak Bilqis menggandeng kedua tangan twins B.
"Love jangan, bagaimana kalau mereka sedang ekhm ekhm,"ujar Kemal membuat senyuman licik terbit di wajah nya.
"Hubbie tenang aja, karena kak Ara pasti mau mengangkat telponnya,"balas Bilqis tersenyum penuh arti.
Sedangkan di tempat lain tepatnya di pinggir pantai, sepasang insan sedang berjalan mengitari pinggir pantai dengan tangan yang saling menggenggam.
"Kamu senang Ra,"tanya Leo mengecup pucuk kepala Ara.
"Senang banget kak, apalagi sekarang Ara sudah gak terlalu takut lagi lihat orang orang,"balas Ara tersenyum manis ngedusel di ketiak Leo.
"Apa kamu tidak pernah liburan bareng keluarga kamu Ra,"tanya Leo mengajak Ara duduk di pasir pantai.
"Pernah kak sekali itupun waktu ke Bali,"jawab Ara tersenyum manis membuat hati Leo terasa sakit.
"Mulai sekarang kalau kamu mau liburan kemanapun bilang aja sama aku pasti aku bakalan turuti kemana pun kamu pergi,"ujar Leo membelai pipi Ara.
"Kalau liburan nya ke neraka kakak mau ikut,"canda Ara membuat Leo tersedak ludahnya.
"Ya gak bakalan gitu juga Ra, kamu ih gak bisa di ajak romantis,"sungut Leo cemberut membuat Ara tertawa cekikikan.
"Hahahaha, jangan cemberut dong kak, nanti keriput nya banyak loh,"goda Ara namun malah membuat wajah Leo langsung berubah menjadi masam.
"Iya aku udah tua, terus kamu mau apa,"ketus Leo ingin bangkit namun Ara langsung menahan tangan Leo.
"Walaupun tua tua begini Ara cinta kok,"bisik Ara duduk di pangkuan Leo membuat si empunya meremang.
"Ra, aku mau jatah sekarang,"ujar Leo dengan nafas berat apa lagi si phoniex bersentuhan dengan sangkar nya.
"Ini pantai pribadi keluarga Lemos dan Dicaprio Ra, aku sengaja membawa mu kesini agar bisa buat anak di tepi pantai,"ujar Leo santai membuat Ara tersentak kaget.
"Ih kakak mes--emms." Leo langsung membungkam bibir manis Ara dengan mulutnya, ia mencium Ara dengan ciuman yang menuntut, Ara yang notabenenya cepat belajar pun sudah mampu mengimbangi ciuman Leo ia memejamkan matanya menikmati moments istimewa ini, tangan Leo tak tinggal diam, tangannya yang lincah langsung mencari cari squishi Ara, terdengar d*Sahan Ara yang tertahan karena ciuman membuat Leo semakin senang.
"Ahh kak."
Leo membuat karya indah berstempel merah di leher jenjang Ara membuat si wanita berwajah polos itu m*ngerang, tangan Leo langsung membuka penutup squishi Ara, karena Ara memakai gaun yang menampakkan punggung putih nya.
"Kak, ssttt kita ke hotel aja yah."
"Jangan Ra, si phoniex sudah bosan mencetak gol di ranjang, sesekali si phoniex ingin mencetaknya di pinggir pantai,"balas Leo ingin membuka penutup segitiga bermuda Ara namun.
kring kring kring
"Hmmm kak, hp kakak berbunyi."
"Biarin aja Ra nanti berhenti juga." Leo tak gentar pada suara hp nya yang berdering beberapa kali namun berbeda dengan Ara yang sudah kesal.
"Kak angkat dulu siapa tahu penting,"sungut Ara menahan tangan Leo yang bermain di bawahnya.
"Ck, siapa sih yang menganggu,"ketus Leo mengambil hp nya dari saku celana, ia mengernyitkan dahinya ketika nama 'tuyul tengil' yang tak lain adalah Brayen menelponnya.
"Kenapa kamu menelpon ku bocah,"sentak Leo disaat baru mengangkat telponnya.
"Hey mantan bujang lapuk, beraninya membentak anak Bilqis,"teriak suara cempreng membuat Leo langsung menjauhkan hp nya..
Shitt kenapa bisa Kemal punya bini bersifat anaconda seperti itu batin Leo mengumpat kesal.
"Iya iya maaf, kenapa kamu menelpon paman Bray, apa kamu rindu pada paman,"tanya Leo berusaha tersenyum manis sedangkan Ara sedang merapikan pakaian nya lagi.
"Cih Brayen masih lurus ya paman, Brayen telpon paman karena cuma mau melihat wajah calon istri Brayen,"ketus Brayen berbicara di depan kamera sehingga Leo bisa melihat dengan jelas isi mulut Brayen yang di penuhi biskuit Oreo.
"Ih kamu jorok Bray, masa makan sambil ngomong mana gigi nya hitam lagi, dan apa katamu tadi calon istri, apa maksud mu calon istri mu itu adalah bini paman,"ujar Leo menatap jijik sekaligus kesal pada Brayen.
"Benar paman, calon istri Brayen adalah Tante Ara,"balas Brayen tersenyum manis.
"Hey, Tante Ara itu istri paman,"ujar Leo menekankan perkataannya.
"Siapa tahu 15 tahun mendatang Tante Ara udah jadi janda mati, jadi bagus dong kalau Brayen mewanti-wanti dari sekarang,"balas Brayen santai, sedangkan Kemal, Bilqis dan Bryan tertawa cekikikan mendengar perdebatan dua manusia satu sifat itu.
"Kau...
"Brayen,"pekik Ara senang langsung merebut ponsel Leo.
"Tante Ara, apa kabar apakah Tante baik baik saja, itu lehernya kenapa merah merah apakah om Leo tidak membakar obat nyamuk di dalam kamar,"tanya Brayen bertubi-tubi membuat semua melongo, Ara yang mendengar ucapan Brayen pun langsung melihat sendiri leher nya lewat hp, mata Ara langsung melotot dan berkaca-kaca.
Berarti aku kehilangan kesucian ku dulu pas di Bali, ini bukan gigitan serangga tapi bekas ciuman dari kak Leo batin Ara terkejut.
Ia baru menyadari satu hal, bahwa dulu yang dikiranya adalah bekas gigitan serangga ternyata bekas perbuatan hina laki laki yang mengambil kesuciannya, tidak ada siapapun yang menjelaskan padanya tentang bagaimana dirinya hamil saat itu, Ara tidak tahu kalau ia kehilangan mahkota nya saat di Bali dulu, yang ia tahu bahwa ia tidak perawan lagi cuma itu saja, tanpa mengetahui bagaimana, dimana dan siapa yang melakukan hal hina itu padanya.
Leo yang menyadari perubahan raut wajah Ara langsung merebut ponsel di tangan Ara.
"Sudah dulu ya Bray, Tante Ara mengantuk dia mau tidur,"ujar Leo buru buru mematikan telepon nya.
"Ra, kamu kenapa,"tanya Leo khawatir menangkupi pipi Ara yang sudah basah.
"Hiks hiks Ara bodoh kak, Ara baru tahu kalo dulu itu bukan gigitan serangga tapi tanda merah yang ada pada tubuh Ara dulu adalah bekas perbuatan pria laknat itu hiks hiks,"tangis Ara pecah membuat Leo langsung merengkuh tubuh kecil Ara ke dalam pelukannya.
Aku harus menyelidiki siapa laki laki brengsek yang telah memperkosa Ara batin Leo marah.
**Bersambung.
hihi author balik lagi nih..
hayoo misteri nya udah author buka loh dikit dikit..
mau lanjutan nya kah??
jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah..
salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰❤️🥰**